Vote dan like ya sekalian butuh saran jika ada yang ingin anda ungkapkan, Saya selaku author akan membalasnya dan memperbaiki cerita ini.
Back to story.
tuk tuk tuk
suara langkah kaki memecahkan keheningan.malam gelap penuh misteri seakan ada sesuatu yang tersembunyi.
hah.. hah.. hah..
suara lain berlari dalam kegelapan malam, seakan takut di kejar, pemuda itu mengumpat di balik dinding.
tuk tuk..
suara berjalan itu terhenti.menyadari mangsanya hilang ia tersenyum lebar.
"bukankah sudah ku bilang jangan bersembunyi dariku" suara itu terdengar pelan tetapi bergema di dalam keheningan.
yang bersembunyi semakin ketakutan ketika mendengar pertanyaan itu,
dia hanya bisa bersembunyi sampai matahari terbit nanti dan meminta bantuan.
brak!
terkejut sampai menjatuhkan benda di sekitarnya membuat penyamaran nya terbongkar.
"disana kau rupanya" suara sepatu itu berhenti tepat di ruangan khusus guru.
mendobrak pintu itu, dan menarik pemuda itu sampai di atap.
di ikat di kursi, membuat korban tampak menyedihkan.
sebelum menyiksa korban nya, pemuda itu memotret korbannya.
"dasar ba****** tidak punya hati!" korban itu mengumpat pelaku keras,dan.
sret!
mulut korban terdapat goresan pisau.menyadari itu korban menangis kesakitan.
"Siwalan bwnuh akw!"(sialan bunuh aku) korban sangat sakit hanya untuk berbicara.
dengan muka datar pelaku memotong rambut korban,dan kuku korban.menghayati setiap seni yang ia lukis di tubuh korban.
ia tidak peduli jika korban menjerit atau mengumpat padanya.baginya itu adalah nyanyian merdu.
sesaat setelah bosan pelaku mendorong korban dari atap ke bawah dan.
bruk!
tubuh korban jatuh, sesaat setelah itu di juga melemparkan kaki dan tangan korban ke bawah.
.
.
.
seorang hansip yang hendak membuka pagar di kejutkan dengan mayat di lapangan." MAYAT!"
dengan segera dia menghubungi para guru dan polisi.
sekolah sekarang di bubarkan agar polisi bisa menyelidiki si pelaku.tetapi hasilnya nihil,tidak ada jejak satupun.
"kau sudah tau ada mayat di lapangan" suara siswi bergosip ria.
"iya kau tau mayat itu sangat mengenaskan"bergidik ngeri pasal melihat mayat yang tertutup kain putih itu.
walaupun sudah di bubarkan para siswa tetap bandel berada di sekolah.dan ini menggangu penyelidikan.
seorang siswa bernama Richard yang terkenal tertutup pun melihat mayat itu dengan senyuman tipis di bibirnya.
"rasakan akibatnya" seakan perkataan itu adalah dia yang membunuh nya. jika di kaitkan, Richard dan korban sebenarnya tidak memiliki konflik.
akan tetapi atas dasar apa Richard bicara seperti itu. tentu saja dia memilih nya secara acak.
untuk kesenangan Richard sendiri adalah menyiksa sebagai hobinya.jika mangsanya terbunuh itu salah sendiri kenapa dia begitu lemah.
sampai sekarang pun Richard selalu bermain aman.dia hanya menyiksa atau menemukan korban nya ketika dia bosan.
ada kala dia membunuh nya karna hal sepele.itu adalah hobi Richard juga,dia tidak suka jika di kaitkan dengan masalah maka dari itu ia melenyapkan nya hingga ke akar.
.
.
.
.
"aku pulang"ketika sampai rumah, Richard langsung ke kamar dan berganti pakaian. setelah itu dia pergi ke meja makan.
di rumah nya Hanya ada ibu dan dirinya.jangan tanya kemana ayah Richard dia sudah meninggal dan tersisa lah Richard dan ibunya.
hening di meja makan.suara dentingan sendok dan garpu menjadi alur keheningan itu.
"Bu apakah aku boleh keluar malam ini" ibunya berhenti sejenak dan menatap anak semata wayangnya itu.
"mau kemana"ibunya tau jika Richard pergi malam ini dia akan kembali pagi.dan di situlah kejanggalan nya.
"akhir akhir ini banyak pembunuhan ibu tidak mau kamu jadi korban nya sayang."menatap Richard khawatir.
"ibu juga penasaran jika kamu pergi keluar malam,pasti paginya ada pembunuhan"serasa tercekik Richard menahan napas.
"apakah kamu pembunuh nya Richard"suara ibu kini datar dan dingin.
Nafas ku tercekik, aku begitu terkejut ketika ibu mengatakan itu, sesuatu di dalam diri ku membuncah seakan ingin sesuatu.
"bagaimana bisa ibu menuduh anak mu ini"dengan tenang aku menjawab sambil mengulum senyum.
"jadi bukan anak ibu nih yang membunuh"ucapan ibu membuat ku penasaran apa yang dia maksud?apakah segitunya dia menilai ku.
"apa maksudmu Bu?"dengan santai aku memasukkan nasi ke dalam mulut ku.
"apa kau tau kasus the bones"seketika aku membelalakkan mataku, bagaimana ibu bisa tau kasus itu.
"dari ekspresi wajah mu seperti nya kau tau sesuatu"aku merubah kembali wajah ku, tetapi jantung ku berdetak tak karuan.
bagaimana bisa dia lupa, the bones adalah pembunuh berantai, dia hanya menyisakan tulang korban nya untuk di tinggalkan, pembunuh itu benar benar rapih sekali, bahkan Richard sendiri pun kagum dengan dia.
"dia adalah ibu" penjelasan itu sontak membuat Richard tersedak, bagaimana bisa dia mengaku dia adalah the bones.
"daging yang selama ini kau makan adalah,.. daging mereka"ucap nya tenang seakan tak ada gangguan,dan dia pun pergi berlalu.
tetapi aku menatap nya kosong, bukan karena takut tetapi ini terlalu indah untuk di bayangkan.
bagaimana bisa dia tidak menyadari nya.
semalaman dia memikirkan ini,dia tidak berharap ibu nya juga akan menjadi seorang pembunuh, Richard sangat khawatir sekarang, bagaimana jika ibunya di incar oleh seseorang.
.
.
.
dari semua percakapan itu seseorang gadis menguping percakapan mereka,dia membelalakkan matanya, tidak percaya. dia memang curiga kenapa Richard bicara seperti itu di sekolah tadi.
ternyata..dia seorang pembunuh, dengan tergesa-gesa dia kabur dari kediaman itu dan kabur, tetapi suara mobil dia terlalu mencolok di tengah malam.
brum!
seakan mengetahui seseorang sedang menguping pembicaraan mereka, Richard tersenyum lebar,dia keluar dengan santai.
dia menekan tombol remote, seketika gerbang komplek Richard tertutup.satpam yang berjaga pun sedang tertidur.
merasakan firasat buruk, gadis itupun mengeluarkan ponselnya.tetapi karena panik ponselnya pun terjatuh kebawah.satu satunya cara adalah mendobrak gerbang komplek.
tetapi gerbang itu bahkan lebih tinggi dari tembok.karena panik gadis itu lari ke sekeliling kompleks dan meminta bantuan.
"Tolong! Tolong!" ucap nya panik hingga membuat warga datang ke arah nya, richad pun datang ke sana.
"ada apa nak"merasa ada yang aneh pria paruh baya menanyakan apa yang terjadi, Richard yang dari tadi diam pun bicara.
"ada apa ribut ribut begini" Richard memasang wajah kebingungan,baginya ini adalah permainan wajah dan dia sangat menyukainya.
"dia..dia..mau membunuh saya...!"tunjuk gadis itu kehadapan Richard, semua orang bingung apa yang gadis itu maksud membunuh?.
"apa yang kau maksud nak?" semua warga menjadi aneh muka mereka menjadi datar, mendapat pertanyaan seperti itu gadis itu membelalakkan matanya.
"apakah...apa...kali-"seseorang membukam mulut gadis itu dengan kain dan menyeretnya, jelas itu bukan Richard.
"aku akan mengambil nya,kau cari yang lain" mendengar itu gadis itupun berontak.
"hm.. padahal dia mangsaku"ucap Richard dan pergi.
yang mengambil mangsanya adalah Niko dia adalah anak kepala desa, jelas Richard tak mau menyinggung nya.
dikatakan bahwa kompleks ini adalah kompleks melati atau disebut 0554 jika dilihat dari luar ini akan terlihat kompleks biasa, tetapi jika anda masuk dan menggangu orang situ.
kau tidak akan pulang hidup.
Kompleks ini adalah percobaan pemerintah yang melakukan berbagai experiment, sebagai contohnya adalah wanita yang tadi.
Kompleks ini tidak hanya satu, berbagai macam kode tersebar di seluruh dunia.
.
.
.
.
Arggggg
suara teriakan menggema di dalam kamar pemuda, dia adalah Richard.
"sialan sialan sialan!!"
setiap mangsanya selalu di ambil oleh Niko membuatnya kesal.apakah dia tidak bisa mencari sendiri.
dan hari ini Niko mengajak nya mencari mangsa bersama apakah otak nya tidak waras!
brak!
suara di tendang itu semakin menjadi,memikirkan ini membuat Richard muak. dia pun bergegas menggunakan motor nya dan pergi.
melihat itu seorang pemuda menunjukkan senyum nya.bagaimana tidak ini sangat lucu bagi nya.
Niko POV
ketika sedang berjalan menuju pulang dia tidak sengaja melihat Richard marah marah.
Arggggg
suara teriakan menggema di dalam kamar pemuda.dia adalah Richard.
"sialan sialan sialan!!"
Niko makin melihat jendela pemuda itu.melihat Richard ingin pergi membuat nya membatalkan pulang nya.
Niko POV end.
setelah kejadian itu Richard kini menuju sebuah tempat kumuh.
tok tok tok
"kata sandi" jawab orang dari dalam pintu.
"554"jawab Richard,dan tak lama pintu itupun terbuka, Richad masuk kedalam.
dalam dan luar sungguh berbeda, jika di luar sangat kumuh, maka di dalam sebaliknya.
sebuah kasino terpampang lebar di hadapannya, richad naik ke lantai dua dan menaruh sebuah koper.
cek berisi uang di terima oleh Richard setelah menaruh koper itu.
"kerja bagus akan membayar mu lebih jika kau mau tidur denganku" ucap seorang paruh baya menggunakan Jaz.
"Tidak terimakasih "Richard pun pergi keluar
dan menggunakan motor nya kembali.
ketika di perjalanan dia melihat para preman sedang menghadang seorang wanita,tanpa basa basi Richard pun menuju kesana.
"hei nona jika anda tidak memberikan uang,maka dengan terpaksa aku akan menggunakan kekerasan."
"tolong! tuan jangan"ucap wanita menangis.
brum!
seorang pemuda tampan turun dari motor.
"bukankah kalian seorang pengecut memalak seorang wanita"Richard dengan Dingin dan datar.
"siapa kamu,jangan ikut campur ya!" ucap seorang preman dan meninju wajah Richard.
sebelum terkena tinju, Richard lebih dulu menghindar dan meninju wajah mereka semua hingga babak belur.
"apa mau lagi!"ucap Richard dan para preman pun kabur.
"tuan, terimakasih tuan"ucap seorang wanita itu.
"pulang sendiri atau kuantar?"dengan malu malu wanita tersebut menjawab.
"apakah boleh di antar"Richard mengerutkan keningnya, jujur saja dia tidak suka pada sikap wanita ini.
"baiklah naik" bukannya mengantarkan wanita itu Richard malah membawa nya kerumahnya.
"Niko!"ucap nya berteriak hingga Niko pun muncul.
"apaan"dengan wajah lesu sehabis bangun tidur Niko bertanya.
"nih buat lu" menyodorkan wanita ke hadapan Niko.
"maaf ini maksudnya apa ya?" wanita itu pun Bingung bukannya dia akan membawa nya pulang.
"seterah mau lu apain"ucap Richard dan pergi.
"tumben baik"Niko pun heran kepada Richard, bukannya dia selalu marah jika Niko mengambil mangsanya, tetapi ini Richard sendiri yang mengasih nya.
segera setelah itu Niko pun memukul pundak wanita tersebut hingga pingsan, menyeretnya hingga ke rumah.
Richard yang berada di rumah sedang uring-uringan tidak jelas dia sangat bosan, tiba tiba Niko pun ada di ruang tamu.
"ngapain Lu kesini" ucap Richard ketus sambil menuju dapur.
"thanks banget ya ceweknya, nya nanti gw traktir deh."ucapan Niko membuatnya tersedak, sejak kapan dia sangat baik.
dengan mata berbinar Richard langsung duduk di sebelah Niko.
"kapan! kapan!"ucapan antusias itu membuat Niko senang, entahlah dia merasa Begitu.
"baiklah malam ini"ucap Niko dan pergi.
Malam hari ini Richard menghabiskan waktunya bersama Niko, dan melupakan pertengkaran nya sejenak.
"Richard mau main lagi ga?" Ucap Niko.
"Ga pulang aja yuk!" Niko pun tersenyum, entah sejak kapan dia bisa tersenyum seperti ini.
"Chad? Lo tidur?" Niko pun memberhentikan motor nya dan melihat spion, melihat Richard yang tertidur sangat manis.
Niko pun menjalankan motor nya pelan agar tak membangunkan Richard.
Sesampainya di rumah Niko mengendong Richard sampai kamarnya.
"Jangan....pergi" lengan Niko tertarik oleh Richard hingga Niko pun terjatuh dan berada di atas Richard.
Blus >\\<
Dia melihat Richard dari dekat, mata nya yang sayu membuatnya hanyut, dan bibir nya yang merah muda itu membuatnya sangat manis.
Sebelum Niko beranjak pintu terbuka dari luar.
" Wah.. maaf mengganggu"pintu pun tertutup kembali Niko pun segera turun dari kamar Richard dan bertemu ibu Richard.
"Wah ada yang lagi jatuh cinta nih?" Niko pun membuat wajah dingin nya lagi.
"Salah Paham Tante" ibu Richard pun tersenyum seolah mengerti.
"Jaga Richard ya Niko, mungkin Tante ga akan lama lagi" Niko pun bingung apa yang di bicarakan oleh ibunya Richard ini.
Melihat Niko kebingungan, ibunya Richard pun menjelaskan.
" Tante bakal ke pusat, dan mungkin bakal lama" Niko pun membelalakkan matanya.
"Bu- bukannya udah di atur ya?" Ibunya Richard pun tersenyum.
"Gapapa jaga Richard ya Niko, Tante mohon" Niko pun tersenyum dan berjanji akan menjaga Richard.
Mungkin.
Pagi hari nya Richard terbangun oleh alarm nya.
"Eunhhg...udah pagi?" Richard pun membersihkan diri dan bersiap.
Dia merasa heran kenapa sangat sepi, biasa nya ibunya akan membangun kan nya untuk sarapan.
"Ibu! Bu! ...Ah iya Niko!" Richard pun mengambil ponselnya di saku dan menelpon nomor Niko.
Tut!
"Niko! Lo tau Ibu gw?" Yang ditanyakan terdiam.
"Jawab anj*" Niko pun menghela napas nya.
"Gw kerumah lu, tunggu" dengan nada dingin nya, sesampainya di rumah Richard, Niko pun menceritakan semuanya semalam.
"Gak! Gak mungkin!" Richard pun menangis tersedu-sedu cukup ayahnya jangan ibunya juga.
"Gak mungkin ibu ke pusat!" Richard pun keluar dari rumah nya dan menyusul ibunya.
Akan tetapi Niko tak membiarkan itu, kejar-kejaran pun tak terelakkan.
Pada saat motornya melaju dengan kecepatan yang sama, Niko pun menendang motor Richard hingga terjatuh.
Yang membuat Richard pingsan seketika, Niko pun panik dan langsung membawa Richard ke rumah sakit.
.
.
.
"Maaf, maafin gw Chad" Niko pun menangis sambil memegang tangan Richard yang di infus itu.
Di luar ayah Richard yaitu pak kepala desa, Tersenyum anaknya menangis setau nya anak nya itu jarang sekali menangis.
"Kau sudah dewasa Niko" ayah Niko pun hanya tersenyum dan meninggalkan mereka berdua.
.
.
.
"Maaf Chad, tolong bangun" Richard pun tergerak tangan nya. Niko pun langsung menghapus air mata nya dan memanggil dokter.
"Dok! Dok! Richard gerak dok!" Dokter pun datang dan langsung memeriksa Richard.
"Udah mendingan cuma butuh istirahat aja dan luka nya harus segera di obati" dokter pun memberikan kertas resep obat untuk di tukar kan.
"Saya permisi dulu" Niko pun melihat Richard yang sudah sadar pun sangat senang hingga tanpa sengaja memeluknya.
"Sakit bego!" Niko pun sadar dan melepaskan pelukannya.
"Hehe maaf" Richard pun langsung teringat ibunya dan hendak pergi lagi, namun Niko tak membiarkan nya.
"Awas gw mau ke ibu, nanti ibu kenapa Napa!" Niko pun menampar pipi Richard.
Plak!
"Sadar! Tante pergi buat kebaikan Lo juga!" Richard pun terdiam dan menangis.
"Kenapa! Ke..hiks Napa" Niko yang tak tega pun memeluk nya untuk menenangkan nya.
"Maaf Chad, maaf" lirih suara Niko.
Tak lama Suara dengkuran pun terdengar, Niko tersenyum, Ternyata Richard tidur.
"Manis banget" dan 'cup' Niko pun mencium bibir Richard.
Richard yang terganggu pun merubah tidurnya ke samping.
Niko tersenyum 'manis Sangat manis'.
Richard yang selama ini tak pernah merokok pun membuat bibir nya tidak hitam.
Kata nya rokok itu pahit kenapa Masi di gunakan?
Pertanyaan konyol.
Kini Niko hanya menggelengkan kepalanya melihat Richard, Niko pun keluar bangsal mencari makanan.
"Niko!" Seorang wanita cantik mendekati Niko dan mengandeng tangan Niko.
Niko yang risih pun langsung menghempaskan tangan tersebut.
"Nik, kamu ngapain disini?" Ucap wanita itu bernama Cika.
"Emang ga boleh gw disini?" Dengan nada dingin nya Niko pun meninggalkan Cika sendiri.
Cika yang di tinggalkan begitu geram, tetapi dia tersenyum sesaat.
"Awas aja gw buat Lo jatuh cinta lagi Sama gw" Cika pun pergi dengan wajah licik.