Tak terasa hari kemarin telah berlalu, Minggu kemarin telah berganti ke Minggu berikutnya, Bulan dan bulan, hingga tahun ke tahun semuanya telah berganti. Masa lalu yang telah terukir di lubuk hati kita masih tersimpan hingga saat ini.
Aku yang dari dulu selalu diam dan tak pernah mengungkapkan semua pendapatku akhirnya berbicara juga. Jujur aku masih seperti dahulu, seseorang pria pendiam yang berusaha untuk berbicara di depan semua orang. Seseorang pria yang berkelana untuk mewujudkan impian dan cita-citanya bahkan rela berpisah dengan wanita yang ia cintai, Seseorang pria mudah marah dan jengkel hanya karena hal - hal sepele. Dan seseorang pria yang mencoba untuk berfikir dewasa.
Aku tau aku bukanlah panutan bagi semua orang, aku juga bukanlah orang yang bisa di katakan sangat hebat, yang aku lakukan hanyalah melakukan segala sesuatu semampuku. Aku juga tau kalau aku hanyalah manusia biasa. Aku pernah jatuh ke lubang kesedihan yang terdalam di hatiku, aku juga pernah lupa kalau aku bukanlah siapa-siapa, aku bahkan lupa kalau aku tidak sendirian di dunia yang penuh dengan drama ini.
Aku mudah iri dengan orang - orang yang lebih pintar dariku, aku juga selalu iri pada mereka yang memiliki wajah tampan dan badan ideal, aku masih mudah kesal dan marah jikalau seseorang menyebutku naif dan tidak bisa apa-apa, aku bahkan tidak mengerti kenapa orang - orang mudah sekali marah hanya karena melihat mata kecilku.
Jujur saja di usia 16 tahunku ini masih banyak hal yang masih belum aku ketahui, masih banyak mimpi yang ingin aku capai. Aku juga tidak ingin menikah di usia muda, karena aku belum siap menghadapi drama antara suami istri yang pasti akan sangat melelahkan nantinya.
Aku harap di usiaku yang ke 17 tahun nanti aku akan menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari sebelumnya.