Jujur aku belum merasakan rasanya wisuda, kuliah aja Enggak, Tapi aku punya cita-cita ingin kuliah, namun bagaimana lagi ekonomi tidak memadai, doa'a kan saja semoga aku bisa kuliah, karenakan kuliah tidak melihat umur, aku akan berjuang berusaha untuk mencapai cita-cita ku.
Sertakan Keinginan ku dalam do'a Kalian, semoga saja salah satu dari kalian terkabul do'anya, Aamiin, 🥰.
Oke baik karena ceritanya tentang perjalanan wisuda, aku akan mengarang saja dengan apa yang ada di pikiran ku, semoga saja aku bisa merasakan wisuda.
Emma seorang gadis cantik yang umurnya 18 tahun dan segera naik umur nanti bulan Januari, dirinya berasal dari keluarga sederhana dirinya tinggal di perkampungan dekat persawahan, dirinya anak pertama dari 2 bersaudara, dan di umur 18 tahun ini sudah menjadi tulang punggung keluarga, dirinya harus terjauh dari keluarga dan kerabat di kampungnya, namun itu semua demi mereka juga.
Di umur 18 tahun ini cocoknya Emma pokus belajar mengejar cita-cita, namun dia malah sibuk mencari potongan kertas berwarna, tentu teman-teman sekelasnya banyak yang melanjutkan sekolah namun dia tidak merasa iri, malahan dia bangga di umurnya ini dia sudah bisa menjadi orang yang tangguh dan mandiri.
Hingga suatu hari, Emma ikut bersama kakak iparnya untuk bekerja di Jakarta, sebagai baby sister, Karena Emma sangat membutuhkan uang jadi ia ikut bersama kakak iparnya ke Jakarta.
..
Ceritanya Emma sudah sampai di Jakarta, di sana Emma masih malu-malu dan tidak berani untuk keluar dari kamar sendiri, dia masih terus menjadi ekor kakak iparnya, hingga ada waktu 4 harian menjadi ekor iparnya, kini di hari ke 5 Emma memberanikan diri untuk keluar dari kamar sendiri dan membereskan rumah dan juga memasak nasi.
Itu tempatnya pukul 03:10, di mana Emma sudah melakukan sholat subuh terlebih dahulu, karena jujur kakak iparnya sering bangun 06, karena Emma merasa tidak enak jika terlalu siang untuk bangun, jadi Emma memilih untuk bangun lebih awal, karena dirinya juga bertujuan untuk bekerja bukan untuk menginap.
Emma sangat giat dengan pekerjaan nya, ketika pukul 06 pekerjaan rumah sudah selesai dan kini di lanjut dengan memasak dan juga cuci baju, karena Emma sudah membersihkan rumah jadi tugas selanjutnya kakak iparnya yang mengerjakan nya, tapi tetap Emma merasa tidak enak dan dia membantu kakak iparnya untuk mencucikan baju, dan kakak ipar memasak di dapur.
Hingga cuci baju sudah dan kakak ipar belum selesai memasak, Emma dengan senang hati membantu kembali kakak nya untuk menyiapkan makanan untuk majikannya.
.
Hingga pekerjaan sudah selesai semau, kini tinggal menunggu mereka bangun dan mengasuh anaknya yang baru berumur 3 tahun, untungnya anak yang di asuh seorang perempuan jadi tidak terlalu pusing dan di umurnya itu sudah lumayan bisa di atur.
Dan saat itu adalah kesempatan kami istirahat karena kan seorang perempuan tidak terlalu nakal selerti laki-laki jadi mainannya yang kalem-kalem aja.
Ceritanya sudah larut malam dan saatnya istirahat untuk tidur dan besoknya seperti biasa melakukan aktifitas pagi dan siang sampai terus menerus seperti, hingga sampai sudah memakan waktu 3 bulanan di Jakarta dan sudah merasa nyaman, dan berani untuk melakukan aktivitas sendiri.
Karena waktu itu Emma belum lulus sekolah SMA, dan sekolahnya juga daring sehingga pelulusan nya juga online, surat lulus nya juga online, sudah lah dari itu Emma lulus, dan kakak ipar ku juga baru lulus sekolah juga sama paket C, kakak ipar ku di sekolah kan oleh majikannya, dan karena udah lulus bersama, majikan Emma dan kakak iparnya di tawarkan untuk berkuliah.
Emma sebagai baby sister nya merasa malu dan bahagia, Emma bisa saja menerima tawaran itu, tapi entah kenapa saat dirinya berpikir bisa berkuliah, di situ ada hal yang membuat dirinya ragu untuk menerima itu, entah apa yang menjadi ragu dalam hatinya.
Hingga beberapa hari sudah, ternyata hal ragu itu adalah kabar dari keluarganya di kampung yang menjadi sebuah rasa ragu untuk kuliah itu, Emma mendapatkan kabar duka, bahwa ibu dan neneknya mengalmi sakit bersamaan, dan pada saat itu ayahnya juga lagi kurang sehat, Emma sebagi anak pertama merasa khawatir dan tidak bisa tenang.
Akhirnya Emma meminta pada Kakak iparnya untuk pulang dan mengurus keluarga di kampung nya, namun kakak ipar selalu lupa dan akhirnya sampai 3 hari permintaan ku belum terkabul, Emma belum leluasa untuk bilang sendiri, dan alhasil Emma meminta bantuan lagi lewat anak yang di asuhnya, saat Emma meminta bantuan pada anak itu, tidak sengaja kakak ipar mendengarnya dan langsung terkejut.
Dia baru ingat lagi dengan permintaan Emma, lalu pada saat itu kakak ipar segera memberitahu kepada majikannya dan Alhamdulillah majikannya memperbolehkan Emma untuk pulang, di situ Emma merasa ragu lagi. ragu nya dirinya harus bisa menghapus harapan untuk berkuliah padahal ada orang yang ingin menguliahkannya, di lain sisi juga Emma merasa takut dengan takdir, bisa saja takdir itu mengambil salah satu dari keluarganya dan Emma belum sempat mengurus dirinya dengan sepenuhnya.
Di sana Emma merasa sangat berat melangkahkan kaki, di sini ada masa depan dan di sana terdapat peluang, hemm. dengan berat hati Emma memilih untuk mengurus keluarga nya di kampung dan meninggalkan masa depannya.
Dan kini dirinya hidup seperti biasa lagi di rumahnya dengan pencarian sehari-harinya sebagai seorang guru agama dan penghasilan nya hanya cukup untuk makan beberapa hari itu juga jika di irit-irit, bayangkan saja 80-100,000 perbulan bisa cukup untuk beberapa hari.
Namun sebagaimana pun kita kurang dalam ekonomi, Allah juga tidak akan sampai membuat hambanya kelaparan dan akan di beri kecukupan untuk hidupnya, hanya saja kita yang harus bisa mengaturnya.
Hingga sudah mencapai 6 bulan Emma seperti itu, alhamdulillah dirinya mendapatkan rejeki lagi untuk bekerja dan bertekad untuk menggapai cita-cita nya dengan jeri payah sendiri.
Ceritanya Emma sudah beberapa bulan bekerja di Tasik sama seperti di Jakarta pekerjaan nya sebagai baby sister, dan umur anaknya jugy tidak jauh, sekarang anak yang di asuh Emma umurnya 2 ½ tahun, mungkin perbedaannya hanya jenis kelamin, karena sekarang Emma mengurus anak laki-laki yang di mana anak ini masih butuh didikan yang baik.
..
..
Hingga sudah sampai beberapa Bulan Emma bekerja di sana dan akhirnya uang untuk dirinya kuliah sudah terkumpul dan dirinya benar-benar yakin untuk melanjutkan sekolahnya di Bandung karena kebetulan dirinya juga melanjutkan kerjanya di Bandung yaitu di sebuah pabrik.
Alhamdulillah dirinya bisa merasa kecukupan dan bisa mengirim sebagain uang hasil jeri payahnya bekerja di pabrik dan bisa juga menyekolahkan adik-adiknya sampai kemampuannya Emma menyekolahkan mereka.
...
Hingga sampai sudah 4 tahun Emma berkuliah dan sekarang adalah hari pelulusan Emma, sungguh ini adalah hari yang sangat di nanti-nanti kan dari Emma, dia ingin segera berjumpa dengan ibu dan ayahnya yang sudah ia tinggal beberapa tahun lamanya karena demi masa depannya dan itu juga demi mereka bahagia.
Emma menggambil jurusan seni vokal, karena Emma punya bakat dalam bernyanyi sehingga dirinya semakin menambah ilmu dalam seni vokalnya itu, dan akhirnya Emma bisa debut ke luar negeri dan menjadi seseorang yang sukses dan bisa menjadi seseorang yang banggakan banyak orang.
Meski perjalanan hidupnya yang sudah membuat dirinya merasa putus asa, tapi demi keluarga Emma bangkit dan menjadi seseorang yang sukses. Aamiin 😇.
.
.
.
Cerita ini di ambil dari kisah nyata dan akhir hanya haluan saja, Semoga bisa memotivasi dan menghibur kalian.
thank you sudah membaca 🥰😚