hai! namaku putri
suatu hari didalam kelas aku sedang mengobrol dengan teman sebangkuku, tiba-tiba aku melihat Anwar yang akan dipukuli oleh Ikbal karena menurutku percandaan mereka yang keterlaluan, lalu aku pun menghentikan nya dengan suara lantang “sudah cukup, kasian jangan dipukul!!!” satu kelas pun mendengarnya dan malah mengejekku dengan
“ha ha ha... putri kamu berlebihan banget sih Ikbal itu nggak bermaksud mukul anwar”
“ha ha ha... itu cuman akting putri”
aku pun malu karena ucapan mereka,
kejadian tadi pun menjadi bahan pembicaraan, mereka mengganggap ku berlebihan,suka dengan Anwar atau apapun itu
Edi pun berkata “putri kamu suka ya sama Anwar?”
aku pun mengelak dengan tegas “siapa yang suka?”
ucapan edi pun mempengaruhi diriku
ada beberapa teman laki-laki ku sedang bermain tepat di depan bangkuku,juga ada Anwar disitu
tiba-tiba Surya menaruh foto Anwar di mejaku dan berkata “ini foto suami mu, simpan baik baik ya!”
“gak perlu!” jawabku dengan membuang foto tersebut dan Anwar pun melihat kejadian tersebut, bukannya marah dia malah tersenyum kearah ku
Beberapa hari berlalu, sejak kejadian hari itu aku dan Anwar jarang bertemu hingga saat ini
aku berpikir apakah Anwar marah atau apa?
aku pun berinisiatif untuk menulis surat kepada Anwar untuk permintaan maaf, tapi aku tidak dapat m mberikannya karena beberapa kali ditolak olehnya
aku pun mencoba mendapatkan nomor handphon nya dari teman tapi,,yang punya hanya anak laki-laki, jadi aku memberanikan diri untuk memintanya Samapi terjadi kesalahpahaman, untung saja aku mendapatkan nomor nya
kesalahpahaman pun terjadi setelah aku meminta nomor nya, tapi nomor tersebut tidak dapat aku hubungi
teman-teman ku mengkritik bahwa aku memang suka dengan Anwar,tapi semenjak saat itu entah mengapa tiba-tiba aku menjawab dengan sangat santai “aku gak suka sama Anwar,aku cuma mengagumi nya”
teman-teman pun nggak mempedulikannya
sampai akhirnya hari perpisahan tiba
aku pun belum meminta maaf kepada Anwar sampai sekarang, tanpa mengirim surat, tanpa menelponnya,aku pun tersiksa atas rasa bersalah yang entah aku lakukan kepadanya atau tidak
karena aku pun bingung atas sikapnya yang dingin
akhir dari cerita ini adalah aku dan dia berpisah
aku sekolah di SMP disekitar rumahku dan dia pergi ke pondok yang entah dimana
(KEJADIANNYA SAAT AKU DI BANGKU SEKOLAH DASAR)
MOHON MAAF KALAU ADA YANG SALAH PENULISANNYA, KARENA INI CERPEN PERTAMA AKU🙏🙏
makasih yang udah baca😉