Ricky membunuh Pacarnya sendiri karena sebuah obsesi dan kecemburuannya terhadap pacarnya yang dekat dengan sahabatnya itu membuatnya kesal dan ia menyiksa pacarnya sampai mati, dan membuat dia masuk penjara dan dihukum mati, tapi tiba-tiba laki-laki berbaju hitam dan bertopeng memberikan dia kesempatan kedua
"Aku akan memberikan kamu kesempatan kedua tapi kali ini kamu harus membuat pacarmu bahagia dan kamu jangan membunuhnya lagi untuk kedua kalinya, Apa kamu paham Ricky?" Ucap seseorang laki-laki berbaju hitam dan bertopeng.
"Baik aku paham...aku tidak akan membuat dia mati lagi untuk kedua kalinya". Ucap Ricky tegas.
"Oke baiklah kamu sudah setuju...aku akan pergi dulu selamat... berbahagia dengan pacarmu untuk kedua kalinya".Ucap Laki-laki tersebut dan tersenyum licik.
5 Menit kemudian
Ricky menerima hukuman matinya...dia ditembak mati tetap di dadanya dia mati seketika terdapat banyak darah keluar dari dadanya.
Tiba-tiba dia terbangun di rumahnya membuat dia bingung
"Kenapa aku ada di rumah bukannya aku sudah mati tadi...dan orang berbaju hitam itu...sepertinya yang dia katakan benar aku kembali ke tahun 2018" Ucap Ricky senang karena dia bisa bertemu dengan pacarnya lagi untuk kedua kalinya.
Di sekolah SHS (Surya High School)
Ricky duduk di kursinya dia sedang membaca buku yang baru saja ia keluarkan dari tasnya.
"Selamat pagi Ricky" Ucap seorang perempuan bersurai hitam sebahu yang tersenyum riang dia bernama Jesika"
"Selamat pagi Jesika" Ucap Ricky tersenyum membalas senyuman Jesika dan langsung berdiri memeluk Jesika...tanpa dia sadari matanya terasa panas dan air mata menetes dari matanya.
"Eh...Ricky ada apa kangen aku ya.." Ucap Jesika tersenyum dan mengelus kepala Ricky yang bersurai hitam pendek itu"
"i...iya..aku..hiks..kangen...banget...sama...
kamu...hiks...kamu...jangan tinggalin aku lagi...hiks" Ucap Ricky terbata-bata sambil memeluk Jesika erat.
"Kamu kenapa? ada masalah?...kamu kenapa nangis begini aku engga bakal kemana-mana kok." Ucap Jesika melepas pelan pelukan Ricky dan mengusap air mata Ricky menggukan tangannya dan tersenyum.
"Aku....aku...cuman.." Ucap Ricky masih terbata-bata menahan air matanya yang masih bercucuran deras.
"Udah engga usah di lanjutin...Nanti kamu makin nangis...kamu cowo kan masa nangis" Ucap Jesika sambil memberikan Sapu tangannya ke Ricky.
Ricky mengelap Wajahnya dengan sapu tangan milik Jesika...dia sudah berhenti menangis tapi mata sembabnya masih terlihat jelas, membuat Jesika bingung kenapa pacarnya yang satu ini menangis. Karena Jesika penasaran dia mencari sahabat Ricky yang bernama Jonathan, dia mencari di sekeliling sekolah dan menemukan sahabat Ricky itu di taman dekat sekolah sedang duduk sambil memainkan hpnya.
"Hai Jonathan" Sapa Jesika dan di balas anggukan kecil dari Jonathan.
"Aku mau nanya boleh?" Ucap Jesika sambil duduk di sebelah Jonathan.
"Iya mau nanya apa? tentang pacar kamu ini pasti?" Ucap Jonathan yang sudah menebak niat Jesika yang belum dia sampaikan.
"Ya udah kalau kamu sudah tau...tapi apa kamu tau kenapa dia bisa menangis tadi pagi pas aku sapa dia." Ucap Jesika bingung.
"Hah...mana mungkin dia nangis dia engga pernah nagis pas aku udah kenal dia dari dlu" Ucap Jonathan yang masih asik bermain dengan hpnya.
"Beneran...kenapa bisa gitu aku bingung" Ucap Jesika.
"kalau kamu mau tau mending kamu tanya ke Ricky aja." Ucap Jonathan
Di sisi lain Ricky sedang berjalan keluar dari kelas untuk mencari pecarnya yang dia sayangi itu, pandangannya ke sana kemari melihat sekitar mencari pasangannya itu, saat dia berjalan ke taman dia menemukan pasangannya itu duduk berdua dengan sahabatnya, itu membuatnya kesal, tapi ia tidak ingin kejadian dlu terulang dia pun berjalan mendekati mereka berdua
"Hai kalian berdua lagi ngapain?" Ucap Ricky yang tiba tiba datang.
"Kami lagi... ngobrol....aja kok Ricky" ucap Jonathan terbata-taba.
"iya Ricky" Ucap Jesika
"Yaudah kalau gitu aku mau bawa pacarku dlu ya... Jesika ayo" ucap Ricky menarik tangan Jesika.
mereka berjalan beriringan tetapi terasa hening menerpa mereka berdua membuat Jesika tidak tahan dan angkat suara.
"Ricky aku...minta maaf aku tadi cuman nanya kamu ke sahabat kamu." Ucap Jesika menunduk sambil berjalan takut melihat wajah Ricky.
"Engga apa-apa kok pasti kamu khawatir kan melihat aku nangis tadi aku juga minta maaf ya" Ucap Ricky tersenyum ke arah Jesika yang masih menunduk dan membuat senyuman senang keluar dari bibir Jesika.
Mereka berjalan beriringan dan tersenyum, mereka berdua berpacaran sampai bertunangan, dan bersama-sama lulus SHS
Mereka menikah beberapa tahun kemudian setelah mereka lulus mereka memiliki 2 orang anak laki-laki dan perempuan membuat keluarga kecil itu bahagia. Di tahun 2020 membuat Ricky kacau keluarga kecilnya kecelakaan dan mati di tempat membuat Ricky menangis histeris.
"Kau katakan kau akan memberikan aku kesempatan kedua!! ini kesempatan kedua sama dengan saja aku tidak bahagia" teriak Ricky di pemakaman anak dan istrinya.
"Haha aku sudah berikan kau kesempatan kedua dan akhirnya kau hidup kan karena apa..nyawa..harus di bayar dengan nyawa.." ucap laki-laki berpakaian hitam dan bertopeng.
"Kenapa kau tidak ambil nyawaku saja lagi!!! dan jangan anak dan istiku!!!" Ucap Ricky sambil menagis tersungkur di atas lantai.
"Itu kemauan mu dan aku hanya akan memberikannya syarat selamat tinggal nikmati hari-hari sendirianmu". Ucap Pria itu dan langsung menghilang. Meninggalkan Ricky yang sedang menangis tanpa hentinya meratapi nasibnya.
Tamat
Maaf ya gaje lama engga buat cerita hehe...Kalau ada salah tulisannya atau engga nyambung silahkan komen biar aku bisa perbaikin lagi tulisannya.
Makasih (人 •͈ᴗ•͈)(人 •͈ᴗ•͈)(人 •͈ᴗ•͈)