Pagi itu matahari bersinar cerah. Sinarnya masuk menembus jendela kamar. Seorang anak laki laki yang masih tertidur pulas di atas ranjang nya.
Tak lama kemudian dia pun menggeliat dan merenggangkan badannya dengan pelan.
"Eggghhh... Aahhhh.... " rintih nya pelan sambil merenggangkan badannya.
"Pagi dunia, pagi semua. " ucapnya lirih.
Dengan enggan Dia mulai beranjak dari ranjang nya, dan berjalan kekamar mandi. Kemudian segera dia membersihkan diri dengan guyuran air shower, hingga membuat dia benar benar terbangun. Usai melakukan kegiatan rutinnya di kamar mandi segera di berpakaian.
"Hmmmm, hari ini pakai ini aja. " ucapnya sambil tersenyum manis.
Ya, anak laki laki itu terbilang cukup manis untuk ukuran seorang pria. Tinggi badannya yang proposional tak tinggi atau pun pendek, kulit yang putih, rambut ikal dengan warna mata ke abu abu, sangat pas dengan warna rambutnya.
Dia tinggal seorang diri di kota itu. Apa Dia anak orang biasa, jawabnya adalah bukan. Dia adalah anak dari seorang jutawan hanya saja Dia tak ingin di anggap sebagai anak orang kaya dan sebagainya.
"Hmmmm, hari ini pakai ini aja. " ucapnya sambil tersenyum manis.
Ya, anak laki laki itu terbilang cukup manis untuk ukuran seorang pria. Tinggi badannya yang proposional tak tinggi atau pun pendek, kulit yang putih, rambut ikal dengan warna mata ke abu abu, sangat pas dengan warna rambutnya.
Dia tinggal seorang diri di kota itu. Apa Dia anak orang biasa, jawabnya adalah bukan. Dia adalah anak dari seorang jutawan hanya saja Dia tak ingin di anggap sebagai anak orang kaya dan sebagainya.
Namanya adalah Louis Alexander William anak dari seorang pengusaha terkenal di Eropa. Seorang anak yang seharusnya menikmati kemewahan kedua orang tuanya. Tapi Louis tak menyukai itu. Dia lebih memilih untuk tinggal di apartemen nya seorang diri dari pada harus tinggal dengan kedua orang tuanya dengan berbagai fasilitas.
Sudah cukup lama Louis meninggalkan kediaman orang tuanya.
"Haaaa..... " keluhnya, sambil membawa tas kesayangan.
Di tatapnya cermin di kamarnya, dan mulai lah dia memasang senyum manis.
"Kita mulai pagi ini dengan senyum manis. " ucapnya sendiri.
Tak lama kemudian segera dia keluar dari apartemen dan turun ke bawah. Diluar sahabat baiknya sudah menunggu cukup lama.
"Lama sekali kau Louis. Sudah lumutan rasanya. " keluhnya.
"Maaf lah Deon, maaf kan hambamu ini. " gurau Louis.
"Dasar. " di elus nya rambut Louis dengan lembut.
"Deooonn. Rambutku berantakan lagi " gerutu Louis.
Deon hanya tersenyum.
Deon adalah sahabat baik Louis, dia tahu betul siapa Louis, latar belakangnya, anak siapa, dan bagaimana Louis. Hanya saja Deon selalu merasa ada yang disembunyikan oleh Louis, sesuatu yang ditutupi, sesuatu yang tak ingin di ketahui oleh orang lain.
"Woooiii jangan ngelamun ini dah siang, aku ada kuliah pagi nih. " tegur Louis.
Deon terkejut.
"Ah ya maaf. " ucap Deon tersenyum.
Mereka pun berangkat menggunakan motor kesayangan Deon tentunya.
Bukan berarti Louis tak punya, hanya saja Louis malas memakai kendaraan nya sendiri. Kalau bisa numpang buat apa bawa motor sendiri, itu yang pernah di ucapkan Louis saat di tanya.
Sesampainya di kampus Louis di sambut dengan senyum para gadis gadis yang masih ada di gerbang. Kenapa tidak, Louis termasuk anak populer. Baik karena tampangnya yang tampan maupun otaknya yang di atas rata rata. Banyak perempuan yang mendambakan Louis maupun Deon untuk menjadi kekasih mereka. Tapi jangan kan mengharapkan menjadi kekasih mereka mendekati mereka saja tak pernah bisa.
"Deon, kamu langsung masuk kelas? " tanya Louis.
"Ya, ada tugas yang belum kelar. Mo liat tugas anak anak lain. " ucap Deon terkekeh kecil.
"Dasar, kebiasaan lu. " umpat Louis.
Louis tak langsung ke kelas melainkan ke perpustakaan. Saat masuk ke perpustakaan suasana masih sepi, segera Louis mengambil tempat paling ujung dan pojok.
Tak lama kemudian tiba tiba di belakang Louis datang seorang pemuda yang tak kalah tampannya dengan Louis.
"Sudah lama menunggu sayang.? " ucap pria itu.
Louis hanya menggeleng dan tersenyum manis.
"Jangan tersenyum seperti itu, senyum palsumu tak mempan padaku naughty cat. " ucapnya lagi.
Seketika itu Louis merubah sikapnya yang awalnya senyum manis menjadi dingin bak salju di musim dingin.
"Nah gitu dong itu yang saya suka dari anda. " ucapnya sinis.
"Apa yang kamu inginkan ? " tanya Louis dingin.
"Main, saya ingin bermain seperti biasa. " jawabnya dengan tenang.
"Baiklah. Tapi targetnya? " tanya Louis kembali.
"Jangan khawatir sayang, target sudah ada. Semua sudah siap dan sudah di angkut. Target sudah di tempat dan kita tinggal bersenang senang nantinya. " jawabnya tersenyum iblis.
"Baiklah jemput saya nanti malam. " ucap Louis tersenyum sinis.
"Tentu saja naughty cat. " jawabnya.
Dan kemudian dilumat nya bibir Louis dengan lembut, Louis pun membalas lumatan itu hingga puas. Setelah di lepas di kecupnya bibir Louis dan beranjak pergi.
Penasaran siapa pria itu. Dia adalah senior sekaligus kekasih Louis. Seorang pria yang juga di puja banyak wanita di kampusnya, identitas yang sangat rahasia. Seorang pria yang sangat kharismatik, penuh misteri dan tentu saja idaman bagi wanita.
Dia adalah lucifer Bennardo lim. Seorang mahasiswa, putra dari seorang bangsawan terkenal. Siapa yang tak mau dekat dengan nya. Putra dari seorang milyuner terkenal dan juga seorang anak tunggal. Benar benar sosok yang sangat membuat iri semua.
Tak ada yang tau akan kedekatan mereka berdua. Karena semua di sembunyikan dengan sangat rapi dan benar benar penuh dengan kamuflase.
Yah. Mereka berdua menggunakan sebuah topeng untuk menutupi jati diri dan hubungan mereka. Topeng hidup yang tak semuanya bisa tahu siapa dan seperti apa hubungan mereka berdua.
Tak lama kemudian bel masuk berdering, segera Louis beranjak dari duduknya. Yang awalnya tersenyum bak iblis, begitu keluar kembali tersenyum bak malaikat. Sangat manis dan mempesona.
Pelajaran berlangsung seperti biasa tak ada berbeda, tanpa drama apapun. Hanya saja di mana ada Louis dan Deon selalu banyak kupu kupu yang mencoba merayu. Bukan Louis kalau terpikat tetapi justru sebaliknya mereka yang terpikat.
Sepulang dari kampus Louis melakukan kegiatan seperti biasanya, hingga malam menjelang.
Segera Louis bersiap siap. Usai mandi Louis memakai baju kesayangan nya.
"Hmmmm ini bagus juga. " ucapnya lirih.
Selesai berganti baju, segera Louis keluar dari apartemennya. Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat di mana Louis berdiri. Segera Louis masuk.
"Malam sayang, apa kucing kecilku menunggu lama. ? " tanya Lucifer.
"Enggak juga kok. Tadi saja barusan turun. " jawab Louis tersenyum sinis.
"Ayo lah berangkat. Sudah lama tak main, jadi tak sabar rasanya. " ucap Louis sambil tersenyum iblis.
"Ini baru pacarku. Lets go. " sahut Lucifer.
Mobil yang di kendarai mereka melakukan kencang, menembus gelapnya malam. Melewati beberapa tempat hingga sampai sebuah bangunan besar dan cukup terpencil jauh dari keramaian. Lebih tepatnya berada di tengah tengah hutan.
Segera Lucifer memarkirkan mobilnya. Mereka pun segera masuk kedalam rumah. Di dalam mereka sudah di sambut oleh penjaga villa.
"Selamat datang Tuan, Nyonya. " sapa penjaga Villa.
"Ya. " jawab Lucifer pendek dan dingin.
Di rengkuh nya Louis dalam pelukannya.
"Mau sekarang apa nanti sayang.? " tanyanya lagi.
"Sekarang saja, tak sabar rasanya. " jawab Louis tersenyum senang.
Mereka pun segera masuk kedalam kamar utama. Dan berdiri di depan rak buku yang cukup besar. Sejenak mereka saling bertatapan dan tersenyum bak iblis. Dan kemudian.
"Kegelapan adalah kegelapan. Semua kegelapan ada di hadapan iblis" ucap mereka bersamaan.
Di kecup lembutnya bibir Louis. Senyum manis pun mereka di bibir Louis. Tak lama kemudian rak buku bergerak secara otomatis, tampak terlihat di belakang rak terdapat lorong yang cukup panjang.
Mereka masuk secara beriringan dan bergandengan tangan. Awalnya hanya bau lumut yang ada tapi lama kelamaan bau lumut bercampur anyir.
Terdapat beberapa sel kosong disana. Louis mulai cemberut.
"Tunggulah sayang sesuatu yang istimewa sudah menunggu kita. " ucap Lucifer saat melihat kekasihnya mulai cemberut.
"Kenapa jauh sekali sih. " ucap Louis.
Lucifer hanya tersenyum penuh misteri.
Hingga tiba di sel bagian terdalam. Sel yang cukup istimewa bagi Louis.
Saat Louis melihat dua sosok yang sangat dia kenal, senyum bak iblis merekah menghiasi bibir mungilnya itu.
"Nah senang melihat mereka berdua. " ucap Lucifer.
"Senang, sangat senang. Akhirnya Louis melihat mereka juga. " ucap Louis mendekati keduanya.
Dibukanya penutup mata keduanya.
"Halo kakak kakak tersayang ku. " ucap Louis sambil jongkok di depan mereka berdua.
"Louissss, kauuu. " ucap keduanya.
"Aduh jangan berteriak kenapa? Kangen ya sama Louis.? Sudah lama ya, kemana saja Kakak selama ini bersembunyi ?. " tanya Louis tersenyum sinis.
"Louis kangen lo sama Kakak. Setelah apa yang telah Kakak lakukan kepada Louis. Lihat Louis sudah bukan Louis yang dulu, Louis yang pernah Kakak bully, Louis yang dulu kakak injak injak. Sekarang Louis sudah berubah lo. " ucap Louis sambil tersenyum bak iblis.
Keduanya menggigil ketakutan, seakan akan tak percaya, orang yang dulu pernah mereka bully, mereka hina bahkan hampir mati di tangan mereka kini masih hidup dan bahkan sudah berubah total.
"Hubby, temuin mereka dimana? " tanya Louis mulai manja.
"Duh kucing manisku, hubby temuin mereka mau pergi keluar pulau. " jawab Lucifer.
"Nah sekarang saatnya saya bersenang senang." ucap Louis tersenyum iblis.
"Kalian ikat mereka di tempat yang berbeda, satu ikat gantung tapi jangan sampai ke cekik. Yang satu salib trs ikat dengan kawat berduri.
" selamat bersenang-senang naughty cat. " ucap Lucifer tersenyum bak iblis.
Alhasil Louis pun menyiksa mereka dengan sepuas puasnya tanpa henti. Siksa siram cuka dan garam. Siksa lagi siram dengan cuka dan garam hingga keduannya lemas tak berdaya.
Itulah Louis disaat berada di depan Deon dia menjadi pria manis bak malaikat sedangkan saat bersama Lucifer bagaikan iblis yang haus akan darah dan jeritan.
*maaf judulnya typo trs dari tadi