Namaku Yuri, aku Mahasiswi di Universitas Touman dan aku sudah bertunangan.
Pada suatu hari
" Mau pesan apa?"
" Aku pesan Kopi Vanila Late kamu mau apa Yuri?" menengok
" Kopi Americano?" tersenyum
" Kopi Americano satu!"
Yuri dan Anji duduk menunggu pesanannya
" Ini pesanan anda?"
Menaru pesanannya, tetapi pelayan Pria itu memperhatikan Yuri
" Cantik?" melihat Yuri
" Apa maksudmu, kamu menghina saya?"
Mengalihkan pembicaraan
" Iiii ini kopi Cantik dan harum kan?" cengengesan
Yuri kesal dengan perilaku pria itu
" Cieee Yuri?"
" Apaan sih, menyebalkan?"
" Tapi dia sangat tampan?"
Melirik dengan tatapan sinis
" Dia, hahaha yang benar saja?" melambaikan tangannya
***
Setiap Yuri mampir ke Kedai kopi, Pria itu memperhatikan Yuri terus
" Hai?" melambaikan
Yuri mengacuhkan Pria itu, namun dia terus menggoda nya
" Arggg, ini membuatku gila?" Ujar dalam hatinya
" Sabar Yuri ?" dalam hatinya terpaksa tersenyum
Menggertakan Giginya
****
Kring kring kring
" Halo?"
" Halo sayang!"
" Lagi istirahat yah, makan apa ?"
" Kesukaan kamu!" menggoda
" Kangen!"
" Aku juga, kapan pulang?" tersipu malu
" 2 Bulan lagi, sabar ya?"
" Iyah-Iyah,!"
Yuri asyik telepon bersama Tunangannya ( Dirly)
***
" Aku mau pulang?"
" Kamu udah selesai yah!"
" Udah dong, Tadaaaa!" tersenyum
" Yuk kita Pulang!"
Mereka pulang menaiki Bus
" Aku duluan yah?" Anji
" Hati-hati, sampai ketemu besok?"
" Dahhh?"
" Dahhh!" tersenyum
Yuri sendirian, dia merasa ada seseorang yang memperhatikan
" Anehh!"
Yuri turun dari Bus dengan tergesa-gesa
" Siapa?" menengok kebelakang
Yuri berlari dan orang itu terus mengikutinya
Deg deg deg
Yuri bersembunyi dibalik dinding, nafasnya tak teratur
Hosh hosh hosh
Orang itu mendekat dan
" Rasakan ini rasakan?" memukul pria itu memakai tasnya
" Hei hei sakit!" memegang tangan Yuri
" Kamu, ngapain ngikutin aku?"
" Takut kamu kenapa-kenapa!"
" Aku akan baik-baik saja!" marah pergi
" Tunggu!"
" Apa?" menengok kebelakang
" Aku Ryan?" mengulurkan tangannya
Yuri ragu-ragu
" Yuri!" meraihnya dan langsung melepaskan
" Mau aku antar kan pulang?" melirik
" Gak perlu!" cemberut dan pergi
****
Mereka terus berduaan dan mereka tak sengaja pulang malam bersama
" Yuri?"
" Yah!" menengok
Ryan semakin dekat wajahnya terus saya mendekat Ryan Mencium Yuri.
Yuri terkejut
" Aku ingin selalu bersama?"
Yuri tersipu malu dan dia tidak bisa mengakui bahwa ia sudah bertunangan karena dia merasa nyaman bersama Ryan
Yuri mengangguk-anggukan kepala
" Yes, kamu menerimaku?" Ryan kegirangan
Ryan terus memeluk Yuri
****
Yuri pulang ke rumahnya, namun tidak ada siapa-siapa, lampu rumah pun tak dinyalakan itu membuat Yuri heran.
Yuri menyalakan lampu
Klakk
" Kejutan,,,,?" semua orang
" Selamat Ulang tahun?" Ujar Ibunya
Yuri sangat terharu sambil tangannya menutupi bibirnya
" Iyah sayang, tapi ada kejutan satu lagi?"
" Apa?" Yuri terus tertawa
" Selamat Ulang Tahun Yuri Calon Istriku?" Dirly
Seketika Yuri terlihat murung, dia tidak mengetahui kedatangan Dirly
Dirly tersenyum Mencium kening Yuri
" Aku sudah menelpon beberapa kali bahkan mengirim pesan?"
Yuri menjawab dengan gugup
" Aku, aku sedang menyelesaikan tugas?" cengengesan
" Baguslah takutnya kamu kenapa-kenapa!"
***
Paginya Yuri diajak Dirly untuk memesan gaun pernikahan mereka
Dirly menunggu ke pulangaan Yuri di Kedai biasa Yuri Nongkrong dan dimana tempat Kekasih barunya
" Pesan Americano?" menunjuk
" Suka Americano, seperti kekasihku dia suka Americano?" tersenyum
" Oh ya, sama Tunanganku juga suka Americano, karena dia Aku juga suka?"
Tertawa terbahak-bahak bersama
Yuri menyuruh Dirly menjemput di depan kampus
" Hai!"
" Yuk pulang?"
Di suatu tempat Ryan melihat Yuri bersama Pria yang di Kedai
" Yuri bersama siapa?"
Ryan terus membuntuti mereka sampai rumah
Ryan pergi,,,,
***
Di restoran Pasta
" Kok kita kesini sayang?" celingak-celinguk
" Ada yang mau bertemu kita, Tunggu ya?"
Yuri dan Dirly menunggu
" Itu dia?" berdiri menghampiri
Yuri menengok
" Dia Tunanganku?"
Yuri terkejut, tangannya gemetaran
" Ryan?" mengulurkan tangannya
" Yuri!" duduk dengan hati gelisah
" Aku yang akan memesan?" pergi meninggalkan mereka berdua
Ryan terlihat sangat marah
" Berapa lama kalian sudah bertunangan?"
Yuri memegang tangan Ryan
" Ini tak seperti yang kamu pikirkan?"
Ryan melepaskan dan Dirly melihat mereka berdua ngobrol dengan mesra
" Kalian sudah saling kenal ya?"
" Enggak?" Yuri menjawab dengan tegas
Ryan meminta izin pulang
" Sampai ketemu lagi?"
" Kamu hati-hati orang yang kita sayang akan melakukan apapun bahkan akan mengkhianati?" tersenyum sambil melihat Yuri
Yuri gemetaran
" Gak karena aku yakin Tunanganku yang terbaik?" memegang pundak
Ryan tersenyum dan pergi
***
Yuri pulang Kuliah Ryan menunggunya
" Ngapain kamu disini?"
" Kenapa kamu tidak mengakuinya?" memegang tangan Yuri
" Apa sih!" mengerutkan alisnya
Ryan memeluk Yuri
" Apa yang kamu lakukan, lepaskan?"
" Kenapa, kamu tidak mencintaiku lagi?"
" Bukan begitu?"
Dirly menghampiri mereka
" Apa sedang yang kalian lakukan?"
Yuri terkejut
" Dirly?"
" Apa yang sedang kalian lakukan?" berteriak
" Yuri dan aku mau mengakui?"
memotong pembicaraan Ryan
" Enggak kamu tak sengaja bertemu?" memegang tangan Dirly
Dirly melepaskan dan pergi dengan hati yang tergores, tak menyangka wanita yang dia banggakan mengkhianatinya
" Tunggu Dirly?"
Yuri mengejar Dirly namun Ryan memegang tangan Yuri,
" Lepaskan aku mohon Ryan?"
Ryan terkejut, Yuri lebih memilih Dirly
Beep beep beep
Duakkkkk
Benturan keras dan orang mulai berkerumun, Yuri menengok dan ternyata
" Ryan ?"
Yuri berlari menghampiri Ryan yang tergeletak
Yuri menangis dan berteriak
" Ryan, tidak tidak!"
***
Ryan di bawa ke Rumah Sakit
Yuri menunggu di Lorong Rumah Sakit
Orang tuanya Ryan datang dengan hati yang mencemaskan
Dokter keluar
" Bagaimana keadaan anak saya Dok?" Ujar Ibunya Ryan
" Anak Ibu selamat dia baik-baik saja?"
Orang tuanya langsung masuk kedalam Ruangan Ryan dan tanpa melihat Yuri
Yuri berdiri
" Sayang kamu kenapa bisa begini?" Ibunya menagis
" Aku baik-baik saja Bu?"
" Boleh aku masuk?" Yuri
" Bu, usir dia dari sini aku tidak mau melihat nya?" mengalihkan pandangannya
" Bisakah kamu pergi, lihat anak saya tidak ingin bertemu kamu?" menunjuk-nunjuk Yuri
Yuri bagaikan terjatuh di gedung sangat tinggi, hatinya sangat tersentak
Yuri pergi dengan hati yang sangat sakit,
" Apa yang sudah aku lakukan?" menangis
Kring kring kring
" Halo?"
" Yuri apa dengan Dirly dia pergi ke London lagi, apa yang sudah terjadi?"
" Gak ada apa-apa?"
" Lalu kenapa Dirly pergi, diakan baru saja pulang?"
" Aku akan menyusulnya?"
" Iyah sayang, hati-hati?"
Yuri pergi menyusul Dirly
" Taksi?"
Masuk ke dalam mobil taksi
" Pak, kita ke Bandara X?"
" Baik!"
Yuri dengan perasaan gelisah dia terus menggigit jarinya
" Kita sampai?"
Yuri berlari mencari Dirly namun tidak ada
" Dirly?" berteriak
" Dirly?" terjongkok dan menangis
" Apa yang sedang kamu lakukan disini?"
" Dirly?"
Berdiri dan berlari ke arah nya
" Maafkan aku?" menangis di pelukannya
" Maafkan aku?" menangis
Dirly memeluk Yuri
" Ini bukan salahmu, Ini salahku?"
" Apa yang kamu maksud?" mengangakat kepalanya
" Kamu tidak salah ini salah ku, harusnya aku membiarkan kamu bermain puas dulu bukan mengikatmu dengan tali pertunangan sehingga membuat kamu merasa terkekang, wajar kalau kamu bosan aku meninggalkan kamu pergi Kuliah Ke London selama 7 tahun?"
" Enggak kok, aku yang salah aku mohon jangan pergi, mau kah kamu bersama aku lagi?" memeluk Dirly
Dirly tersenyum, mengusap air mata Yuri
" Maaf aku tidak bisa?"
Yuri terkejut dia merasa sudah memecahkan Pas kaca dan mencoba memperbaikinya namun tetap masih terlihat goresannya
" Enggak aku gak mau, Dirly aku mohon?" menangis terisak-isak
( Waktunya pemberangkatan Ke London segera memasuki Pesawat, pesawat akan berangkat 30 menit lagi)
" Maaf Yuri aku harus pergi?"
" Dirly jangan pergi, Maafkan aku?" memegang tangannya
" Tidak bisa Yuri?" melepaskan dan pergi
" Dirly, Dirly,,,,,,,,,,,?" terjongkok dan menangis terisak-isak
" Kenapa aku begitu bodoh, kenapa aku harus mengecewakan orang yang sangat baik, orang sudah berjuang denganku selama ini aku malah mengkhianati cintanya?" terus menangis
Yuri menyesali perbuatannya namun tak ada harapan lagi semuanya telah pergi,,,
( Sebisa mungkin kita harus menghargai orang yang bersama kita, karena lebih baik dari pada orang yang baru singgah).