“Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan jika kita bersama” kata minji pada anggotanya yang tampak kelelahan selesai berlatih “maksudmu tidak ada yang tidak mungkin?” sahut bora yang mendapat anggukan kepala minji lalu mata minji pun memperhatikan wajah mereka berenam.
“aku akan resain jadi leader kalo kita tidak menang dalam lomba ini?” seketika mata keenam anggotannya itu langsung menatap wajah leadernya yang tampak serius itu.
“uni jangan gitu lah dreamcatcher gak akan bisa kalo gak ada leader?” kata singni sang main vakalis girl group itu “kalo gitu ayo kita semangat?” sahut minji namun seketika membuat anggotanya itu terdiam.
“baik lah semuanya dengarkan aku, kita memang kumpulan anak jalanan dan jika orang tua kita tahu kita latihan band habis lah kita karena itu sekarang kalian pulang lah dan bersikap lah biasa saja?” semua anggotannya langsung mengangguk.
“iya sudah kami pulang uni, besok kita ketemu lagi habis solat asar di sini ya?” kini giliran yuyon yang berbicara gadis peparas cantik dan memiliki suara merdu itu benar benar tampak memohon pada leadernya.
“baik lah kita ketemu di sini besok, ya sudah kalian pulang lah?”
“baik lah uni..” keenam anggotanya itu langsung pulang kerumah nya masing masing sehingga minji langsung mengambil ponselnya.
“halo pak jemput saya sekarang?” selesai mengatakan itu minji langsung keluar dari banguan sekolah yang sudah reot itu dan terlihat mobil hitam sudah terparkir di hadapannya sehingga minji langsung masuk kedalam mobil itu.
“kau yakin ingin membawa mereka?” Tanya seorang pria tua yang duduk di samping minji “keenam anak itu punya bakat, kami bisa jadi sebuah girl grup besar?” jawab minji santai yang membuat kepala pria itu mengangguk “baik lah semua terserah pada mu” minji langsung tersenyum mendengar kalimat itu.
Kini yuyon dan adik kembarnya yubin sudah sampai di rumahnya yang terbuat dari tumpukan kardus itu “sampai kapan kita akan berbohong pada mereka kalo kita gak punya orang tua?” Tanya yubin pada kakaknya itu.
“entah lah, kita yang penting jangan sampai keceplosan saja. Iya sudah kau istirahat lah aku akan masakan mie untuk makan malam kita” kata yuyon yang di iyakan adiknya dan yuyon pun memasak mie di kompor buatan sendiri.
sungguh hidup di jalanan selama belasan tahun membuat yuyon dan yubin terbiasa dengan semua kekurangan kebutuhan yang ada namun sejak bertemu dengan sosok gadis yang bernama minji mereka berdua merasa bahagia karena mendapat banyak bantuan dari gadis yang sekarang menjadi leadernya.
Di tempat lain anggota dreamcatcher dongi dan gayon sudah pulang dan mereka langsung di suruh setoran kepada kepala preman di tempat tinggalnya itu.
“kalian Cuma dapat 50rb seharian? Dasar gak berguna sana pergi tidur saja di kolong jembatan?” usir pria bertubuh gendut itu dengan banyak tato di tangannya “tapi om kami gak punya tempat tinggal lagi selain di sini?” kata dongi memelas sedang gayon sudah menangis.
“bodo amat, kalo kalian masih ngeyel ingin tinggal di sini aku akan ambil organ tubuh kalian lalu menjualnya mau?” dongi langsung menggelengkan kepalanya sehingga dengan sedih tangannya menggandeng tangan gayon untuk pergi dari tempat kumuh itu “kita mau kemana kak?” Tanya gayon lirih sehingga dongi tersenyum ketir karena dirinya tidak tahu harus menjawab apa.
“dongi, gayon..” tiba tiba suara bora menggema dan membuat kepala kedua gadis itu menoleh kearahnya “bora uni, singni uni” kata dongi dan gayon lalu mereka menghampiri kedua uninya itu.
“kalian ternyata tinggal di komplek sini juga?” Tanya bora pada dongi dan gayon “kami sekarang gak tahu mau kemana lagi uni, preman itu sudah mengusir kami karena seminggu ini kami Cuma dapat sedikit uang” kata dongi yang mendapat tatapan mata ramah singni dan bora.
“ikut kami saja yuk?” ajak singni yang mendapat anggukan kepala kedua gadis itu sehingga mereka berempat pun pergi kesuatu tempat yang sama kumuhnya bahkan tidak memiliki atap dan alasnya hanya kardus mie beruntung kota Bandar lampung bercuaca panas sehingga mereka tidak kedinginan.
“jadi uni tinggal di sini?”
“iya gayon, kami sejak kecil tinggal di sini. Udah sana tidur lah?”
“nanti lah bora uni, jadi singni uni dan bora uni juga gak punya orang tua?” Tanya gayon kembali yang membuat kedua uninya menganggukan kepalanya sehingga dongi pun ikut tersenyum ketir.
“sudah jangan sedih, yang penting kita selalu bersama” kata bora sungguh hatinya juga sedih saat seorang teman yang sekarang sudah di anggapnya sebagai adiknya sendiri juga bernasib sama yaitu di buang oleh orang tuannya sehingga menjadi sampah masyarakat yang selalu mengalami penderitaan karena tidak pernah di anggap.
Dan kini malam sudah berganti pagi, sinar matahari yang cerah ini berhasil membangunkan yuyon “yubin bangun sayang..” kata yuyon pelan namun tidak mendapat respon dari adiknya itu.
“yubin.. bin” yuyon panic saat tangannya menempel di kening adiknya tubuh yubin begitu panas “yubin aku mohon bangun lah, yubin..” karena tidak juga membuka matanya tanpa berpikir panjang yuyon pun menggendong tubuh adiknya itu dan dirinya berlari kencang menunju puskesmas sambil air matanya tidak berhenti membanjiri pipinya.
“yubin aku mohon tolong lah bangun, aku gak suka melihatmu terlalu lama tertidur” kata hati yuyon saat dirinya sudah masuk ke puskesmas itu.
“suster suster tolong adik saya?” teriak yuyon dengan suara paraunya dan suster pun langsung membawa adiknya itu keruang UGD dan yuyon menunggu dengan panic di luar ruangan itu.
“ya allah aku mohon jangan ambil nyawa adikku sekarang” yuyon berharap dalam hatinya kepada tuhannya itu dan selama hampir 30 menit berlalu akhirnya dokter pun keluar dari ruangan itu “dokter adik saya? Bagaimana?”
“nona kamu tenang lah, adikmu terkena penyakit demam berdarah?” mata yuyon langsung membelalak karena dirinya sangat terkejut “te terimakasih dok” dokter itu langsung mengangguk lalu dirinya pergi dan yuyon pun masuk kedalam ruangan itu matanya sedih melihat adiknya terbaring lemah dengan alat infus di tangannya.
“yubin maafkan aku..” bibir yuyon gemetar saat mencium kening adiknya itu bahkan air matanya mengalir deras membanjiri wajah adiknya.
“aku kan cari uang untuk biaya pengobatanmu, tunggulah disini?” selesai membisikan kalimat itu ketelinga adiknya yuyon langsung pergi “tes..” sebenarnya yubin mendengar semuanya namun tubuhnya terlalu lemah dan rasa sakitnya sangat besar sehingga yubin hanya bisa menangis merasakan kesedihan kakaknya itu.
“ini sudah jam 4:30 kenapa anak kembar itu belum datang?” Tanya minji panic sehingga keempat anggotannya juga ikut kebinguan “mungkin terjadi sesuatu kepada mereka?” celetuk dongi yang membuat minji berpikir keras “apa kalian tahu tempat tinggal mereka?” serempak semua anggotanya menggelengkan kepalanya.
“bruakk.. huh huh huh” kelima penghuni sekolah itu langsung tersentak kaget saat yuyon membuka pintu dengan keras dan keringat bercucuran di wajahnya bercampur air mata.
“yuyon kau kenapa?” Tanya minji panic begitupun dengan yang lain “minji uni, yubin yu hiks hiks..” yuyon semakin terisak yang membuat singni langsung memeluk tubuhnya yang gemetar itu “tenang lah. Katakan pelan pelan yubin kenapa?” Tanya singni selesai memeluk tubuh gadis bertubuh jangkung itu.
“yubin kena deman bedarah, dan.. dan butuh uang 5jt lebih untuk bayar biaya pengobatannya tapi aku gak punya uang sebanyak itu?” yuyon kembali menangis sungguh dirinya sudah mengamen.
dan melakukan apapun yang bisa dirinya kerjakan namun sayang sekeras itu dirinya berkerja tetap tidak bisa mendapatkan uang yang cukup dan itu membuatnya sangat takut dan juga panic secara bersamaan.
Sedang mendengar itu keempat temannya pun tidak bisa berbuat apa apa karena mereka juga sama keadaannya sedang minji langsung tersenyum lalu tangannya mengusap lembut air mata yuyon.
“sudah jangan sedih, aku akan tanggung semua biaya pengobatan adikmu?” yuyon tersentak kaget seolah tidak percaya dengan yang baru saja di katakan oleh leadernya itu.
“uni beneran?”
“iya yuyon sayang, ya sudah yuk kita ke puskesmas jenguk yubin?” yuyon langsung memeluk tubuh leadernya itu sedang yang lainnya tampak tersenyum bahagia karena merasa lega dan mereka berenam pun langsung ke puskesmas. Minji tampak kecewa saat sudah masuk keruang yubin di rawat.
“ini sama sekali gak layak?” kata hatinya minji lalu dirinya hendak keluar dari ruangan itu “yuyon, yubin di pindah keruang yang lebih layak ya dan kalian tunggulah di sini aku akan urus regristrasinya?” semua anggotannya langsung menganggukan kepalanya sehingga minji pun keluar.
Dan 1 jam berlalu kini yubin sudah pindah di ruang yang lebih layak bahkan di dalam ruangan itu terdapat sofa untuk beristirahat “uni terimakasih banyak? Aku akan segera menggantinya?” kata yuyon lirih karena teman temannya sudah tertidur di kasur lantai sedang minji dan dirinya duduk di sofa.
“kau gak usah pikirkan itu, yang penting kau janji akan semangat berlatih vocal karena kau punya bakat dan ajaklah terus adikmu karena dia cocok menjadi penyanyi rap” yuyon menganggukan kepalanya lalu tersenyum ramah pada minji.
“uni aku akan usahakan yang terbaik, sekarang kau tidur lah kau pasti cape kan?”
“kau yang lelah yuyon, dengarkan aku kalo ada hal genting seperti ini jangan sungkan kabari aku ya?”
“iya unni..” kata yuyon yang mendapat acungan jempol tangan leader nya “iya sudah ayo tidur” ajak minji sehingga yuyon membaringkan tubuhnya di sampingnya dan tidak lama kemudian yuyon langsung terlelap.
“hmm.. kalian berenam adalah gadis gadis yang hebat! Aku yakin kita akan di kenal oleh dunia..” minji tersenyum saat mendengar perkataan itu dalam hatinya sungguh minji merasa bersyukur pada tuhannya itu karena telah mempertemukan dirinya dengan keenam gadis bernasib malang ini.
saat dirinya sedang naik becak melintasi bunderan gajah yang tiap lampu mereka keenam gadis ini mengamen sehingga minji menemukan bakat murni seorang penyanyi dari diri mereka.
“suatu saat kalian pasti tahu, siapa aku dan saat itu lah kita akan semakin terikat karena kita saling membutuhkan” kata hati minji, sebenarnya dirinya adalah anak seorang pemilik studio music terbesar di kota Bandar lampung.
dan memang minji sedang mencari anggota untuk bergabung di grup yang di buatnya sedang masih kecil itu nama grup itu adalah dreamcatcher yang sekarang sudah mendunia karena lagu lagunya yang keren dan bakat mereka yang luar biasa.
Itu lah topeng seorang minji gadis manis ini sungguh luar biasa dirinya berpura pura menjadi gembel demi mendekati dan mengenal anggotanya sebelum di ajaknya untuk sukses bersama.
“SELESAI”
STAN talent STAN jiayou 🐼