Hyun Anggara Syaputra adalah anak sekolah yang terkena bully teman-temannya yang kini ia harus pulang kemalaman karena dirinya baru bisa keluar dari sebuah kamar mandi sekolah, di mana teman-temannya tega mengunci Hyun di dalamnya.
teman-temannya Hyun yang lainnya tidak berani menolong Hyun, karena mereka takut jika dirinya akan bernasib sama dengan Hyun, Hyun cukup sabar dan hanya bisa mengais saat temannya terus menerus mengguyur air padanya, dan melakukan hal bodoh padanya.
Hyun di biarkan diam di dalam kamar mandi dengan keadaan hanya memakai kaos dan celana pendek, baju sekolahnya berhasil mereka ambil dan membuangnya ke tong sampah.
Seketika dirinya merasa kesal dan tidak bisa terus-terusan di perlakukan seperti ini, dia melawan temannya yang terus mencoba memukulinya, dengan kekuatan dalamnya Hyun menyingkirkan semua temannya yang ada di dekatnya, sampai mereka terjatuh dan terpental.
Mereka semua kesakitan dan segera bangkit ingin melakukan kekerasan lagi untuk Hyun, namun dengan cepat Hyun menghentikan langkah mereka.
"Cukup. jika kalian melangkah lagi, aku tidak segan-segan membunuh kalian satu persatu, aku muak dengan perilaku kalian terhadap ku, sekarang giliran ku membuat kalian menderita" Teriak Hyun nafasnya tidak teratur sangking kesal dan emosinya.
Ketika Hyun melangkahkan kakinya menuju salah satu temannya yang bernama Arnold, tiba-tiba seseorang menimpuk punggungnya dengan kayu yang berlaku, dan membuat Hyun mengeluarkan darah dari mulutnya dan tergeletak di bawah dengan darah yang terus mengalir dari punggungnya.
"Alin!! apa yang kau lakukan!?" Teriak Arnold teman laki-laki Hyun.
"Aku hanya menolong mu kakak, aku tidak mau kakak sampai mati di tangannya" Teriak Alin adiknya Arnold, lalu Arnold merasa takut dan kebingungan harus apa, semua temannya berlarian saat Hyun tergeletak tadi.
Dengan cepat Arnold menarik tangan Alin dan segera meninggalkan mayat Hyun di depan kamar mandi itu.
Malam sudah tiba, Arnold masih kebingungan harus bagaimana dengan mayat Hyun, mereka mencari ide untuk menyembunyikannya, tiba-tiba Alin mempunyai ide dan segera membisikan sesuatu pada Arnold, lalu mereka melakukan aksinya dan berhasil, kini mereka tenag untuk pulang, meski ad rasa takut yang terus menyelimuti keduanya.
..
Di halte depan sekolah, Alin dan Arnold sedang menunggu angkutan umum yang terakhir, mereka dengan wajah ketakutan dan sesekali menelan ludahnya terus melirik sekitar memastikan tidak ada orang lain.
Namun, sudah beberapa jam bus itu tidak datang-datang, Alin dan Arnold merasa sangat aneh dan bingung, padahal pukul baru 06 malam, bus terakhir sampainya sampai 7, tapi di tunggu-tunggu tidak ada.
Saat Alin melirik sebrang jalan, Alin melihat orang ingin melintas, dan bajunya pun tidak mencurigakan, dengan sigap Alin memberitahu pada kakaknya.
"Kak sepertinya dia mau nyebrang, apa kita bantu saja dia dan kita tanya apakah bus terakhir sudah jalan apa belum!! kita tidak bisa di sini terus"
lalu Arnold sedikit diam dan mengangguk, kemudian mereka segera menyebrang membantu Orang tersebut.
Tidak ada rasa curiga atau apa pada diri mereka, karena orang yang ia tolong juga sangat asli saat mereka pegang namun hanya saja tangannya sedikit pucat dan dingin, mereka menganggap bahwa mungkin dia hanya kedinginan saja.
Orang tersebut memakai jaket berwarna hitam yang berkupluk dan memakai celana sekolah sama dengan mereka.
"Kak sepertinya dia anak sekolahan juga, aku tanya dulu ya" Selepas mereka sampai menyebrang jalan.
lalu Alin segera bertanya pada Orang tersebut.
"Hallo maaf kak, kakak sekolah di sini juga!? [Orang itu mengangguk], Ooh, kakak kenapa baru pulang!? kakak lagi nungguin bus terakhir juga?" Mengangguk kembali, tanpa ada jawaban sedikitpun dari orang itu, Alin yang melihatnya merasa aneh dan sedikit ketakutan, Alin segera beralih posisi kini Arnold yang dekat dengan orang itu.
Saat Arnold ingin menanyakan sesuatu tiba-tiba orang itu mengangkatkan tangannya dan menunjuk bus terakhir yang mereka tunggu.
"Bus terakhir!! syukurlah akhirnya masih ada"
"Ayo kak cepat kita hentikan bus itu" Dengan cepat Alin melambaikan tangannya dan segera masuk, orang misteri itu juga ikut masuk ke dalam bus itu dan duduk berdampingan dengan mereka.
Bus segera melaju kembali dan mereka masih tersantai dan lega sudah jauh dari Hyun si mayat itu, di detik ini masih aman mereka masih tersantai, namun salah satu dari mereka menghilang seketika.
Satu persatu penumpang bus itu pergi dan bus menjadi kosong, dan kini tinggal mereka bertiga yang duduk di bagian belakang di kursi panjang.
Seketika wajah mereka ketakutan dan terkejut melihatnya, mereka merasa sangat aneh melihat'nya, di detik ini supir bus menghilangkan, mereka semakin ketakutan dan berteriak-teriak minta tolong, namun anehnya mobil itu masih melaju lurus meski tidak ada supirnya.
"Kak ada apa ini kenapa semua penumpang gak ada dan bagaimana dengan mobil ini tidak ada pengemudinya, bisa-bisa kita mati terjun dengan mobilnya" Ketakutan Alin semakin menjadi-jadi dia benar-benar merasa sangat takut dan tidak ingin mati sekarang.
Lalu tiba-tiba orang misteri itu tertawa mengagetkan Arnold dan Alin, mereka seketika menatap orang itu, dan dengan pelan orang misteri itu melirik Alin dan Arnold, Wajah mereka semakin terkejut dan ketakutan juga.
"Hyun!!" Ucap Arnold tidak percaya, lalu Alin menjerit ketakutan.
"Kakak bagaimana ini, Hyun kan sudah mati kenapa dia bisa ada di sini!! kakak"
"Hy..Hyun a..apa yang ka..kau lak..lakukan di sini!? Bu.. bukannya kamu, su..sudah me..me.. ninggal!?"
Tawa Hyun semakin menjadi-jadi dan membuat mereka semakin ketakutan.
"Kau sudah membunuhku, dan kau tidak bertanggung jawab dengan jasad ku, kau menguburku dengan tidak layak, cepat pindahkan aku dan kubur aku dengan layak"
"Hyun cukup jangan ganggu kami, kami tidak sengaja, mohon jangan bunuh aku" Ucap Alin ketakutan bersembunyi di balik badan kakaknya.
tiba-tiba Hyun bangkit dan mengarah ke leher Arnold dan mencekiknya sampai dia kehabisan nafas, Alin yang melihatnya malah menjauh dan mencari jalan keluar tidak menolong kakak nya yang sudah tidak bisa bernafas lagi, lalu Hyun memperkuat cekikannya itu dan Arnold semakin tidak bisa menahan dan segera Hyun mendorongnya kebelakang sampai kepala Arnold patah.
Alin semakin ketakutan dan terus mencoba membuka pintu bus itu, namun saat Alin melirik ke belakang Hyun sudah di belakangnya dan segera mendorongnya ke pintu itu sampai berulang-ulang kali dan membuat Alin kesakitan dan mengeluarkan darah dari tubuhnya dan menghasilkan pintu bus itu terbuka dan Alin terbujur kaku dengan posisi kepala yang menggantung di bus itu dan menghadap jalan.
Tawa Hyun mengelilingi bus itu dan dirinya puas melihat kedua orang yang sudah membunuhnya ikut mati juga bersamanya.
.
.
.
Dan akhirnya bus terakhir menjadi sebuah bus misteri dan di sebut dengan bus hantu, siapa saja yang menaiki bus terakhir itu akan mengalami mati dengan cara yang sadis dan menjadi sebuah misteri dengan kematian Alin dan Arnold yang meninggal nya tidak mengalami luka apa-apa di badannya dan hanya terbujur kaku bersama jasad Hyun yang mereka kubur di sumur sekolah.