Di suatu tempat yang sunyi tua tanpa orang selain kami.Tidak ada yang berani ke tempat ini selain kami.ya,ini markas kami,jauh dari tempat tinggal ku .Aku sengaja menjauh dari tempat tinggal asal ku di Indonesia.Agar aku bisa melupakan masa laluku yang kelam.
Semua itu mulai ku lupakan saat aku bertemu Joen Hans Artve.Aku bertemu dengan nya saat aku ingin bunuh diri.Dia berasal dari Amerika.Dia yatim piatu sejak dini.Sekarang dia tinggal sendiri dan mengajakku ke Amerika.Oh ya Hans juga fasih dalam bahasa Indonesia.
"Bro elo lapar gk?" tanya Hans
"Ya,laper lah daritadi blum makan tau!!"
"Santai Bro,seloww!"
"Gua kagak bisa santai bro"kata Ozzie
"Laper bgt gua plus capek kan tadi habis ngerampok bank jadi gua enggak bisa santai"lanjutnya
"Iyain ajalah"
"Sono pergi beli makanan!!"kata Hans (memberikan Lembaran uang)
"Oke bro Thanks"
Lalu Ozzie mengganti hoddie miliknya dengan hoddie pemberian mamanya.Dia berjalan menuju supermarket dengan wajah ditutupi hoddie yang menyisahkan mata untuk melihat.
"Andai mama tahu kalau Izzan sayang sama mama, walaupun papa baru Izzan ngga sayang pada ku " batin Ozzie saat perjalanan pulang dari supermarket
Saat di pertengahan perjalanan tiba-tiba...
"Izzan"
"..."Ozzie tidak membalas nama panggilan itu
"Let got of my hand"wanita itu memegang pergelangan tangan Ozzie
"No!!"
"Izzan"
"I m not Izzan"Ozzie melepaskan pegangan tangan wanita itu dengan kasar dan meninggalkan nya
"Izzan,aku merasa mengenal mu tolong jangan pergi begitu saja"
"Sorry I don't know you"kata Ozzie
"Apakah kamu tahu apa yang aku ucapkan tadi?
"..."Ozzie diam tanpa menjawab dia terus melangkahkan kakinya,
Di sis lain...
Wanita itu ingin mengejar tapi di hentikan seorang pria.
"Tadi aku melihat Izzan"
"Aku tahu Dia Izzan bukan orang lain"Kata pria itu
"Kamu tahu? ayo kita kejar!!"kata wanita itu
"Aku tahu, sekarang kamu masuk mobil aku yang mengejarnya"kata pria itu
"Hati hati ya"
"Iya"
Pria tadi langsung mengikuti Ozzie dari belakang hingga sampai di rumah tua yang sunyi.Dia memasuki lorong yang tidak begitu terang.Hingga Ozzie memasuki ruangan.Dia mengintip celah pintu.
"Bro, ini makanannya"
" Thanks"
"Y"
"Oh ya bro gua tadi habis tawarin kerjaan"kata Hans
"Trus?"
lalu Hans menceritakan semua perihal pekerjaan itu
"Tapi Bro?"kata Ozzie dengan rasa takut
"Gua bosen ngerampok bank terus untung nya kecil,lumayan lah yang ini untungnya lebih besar"kata Hans
"Dan nanti elo jangan lemah pas waktu kerja"lanjut Hans
Ozzie hanya bisa diam yang mengingat masa lalunya
"Rumah nomer 43 ya"kata Peria tadi
"Itu rumah teman ku,gitu ya rencana nya"lanjut nya
Esok hari nya....
Di rumah mewah yang sunyi.katanya sih majikan nya ke luar negeri yang ada di rumah hanyalah anak perempuan bersama pembantunya.Anak usia 6 tahun adalah sasaran kami.
"Oky bro dah siap "kata Hans menyamar menjadi tukang pos
"Siap"
Hans bertugas mengecoh, sedangkan aku bertugas merusak CCTV.menyembunyikan satpam itu.setelah kami semua lakukan itu .Kami memasuki kamar tuan putri rumah itu yang sedang kami sekap untuk kami bunuh.Kami mendapat suruhan dari orang yang benci pada orang tua putri itu.Karena kami sudah ahli dalam hal kejahatan.kecuali Ozzie bila dalam hal membunuh.
"Ozzie,cepat bunuh dia,aku yang menjaga situasi nya!!"kata Hans
"Aku aku nggak bi bisa"kata Ozzie dengan gugup sambil memegang pisau
"Cepet Ozzie!!kamu pasti bisa!!"
Dengan terpaksa Hans menggerakkan tangan yang memegang pisu menuju jantung anak tadi.
deg...
Hatinya seolah rapuh dan tidak menyangka kalau dia sudahembunuh orang
"Gawatt ada yang menuju ke sini!!"kata Hans Manarik tangan ku
"Ayo pergi Ozzie"kata Hans
Ozzie hanya bisa mematung...
Hans bersembunyi di balik pintu dan diam diam pergi dari rumah ini
"IZZAN!!"
"Papa"kata Ozzie sambil memegang pisau dengan berlumuran darah
"DASAR ANAK TIDAK MALU DIRI"
"Kau telah membunuh adik mu terus sekarang orang yang tak kak kenal kamu bunuh"
"SUDAH ANAK TIRI,JADI ABANG YANG TAK BERTANGGUNG JAWAB,PSIKOPAT JUGA"
"Aku BUKAN PSIKOPAT pah!!"Kata Ozzie dengan depresi nya yang mengingat kejadian lalunya
"Kamu psikopat!!"
"Pah aku bukan psikopat!!"dia menampung air matanya yang bertetesan dengan tangan
"Emang daridulu papa benci sama kamu!!"kata papa dengan senyuman sinis
"Salah aku apa pah?papa juga emg daridulu enggak peduli dengan ku!!papa tahu adek meninggal itu sudah takdir!!dan ingat ya pah Izzan jadi begini itu gara gara papah,yang berbuat kasar dan ngusir Izzan dari rumah jadi Izzan salah pergaulan!! "
"Papa ngga peduli!!"
Mama hanya memandang ku dengan wajah yang tidak menyangka dan diam saja tanpa berbicara.Karena mama sama papa hanya nikah kontrak untuk melunasi hutang kami.
"Kamu harus bertanggung jawab semua ini!!"kata papa dengan nada tinggi
"Polisi Tangkap dia!!"kata papa (dengan bahasa inggris)
lalu datang lah gerombolan polisi
"Pah aku bukan seorang Psikopat atau pembunuh,aku anak papah!!"
"Mulai sekarang kamu bukan ANAK papa!!paham!!"
"Papa tega!!"mengusap wajah dengan kasar
"Harusnya kau bersyukur!!kau ini numpang di hidup ku!!aku pun bisa ceraikan mamamu sekarang juga tapi karena hutang dia belum lunas jadi tidak jadi ku ceraikan"ancam papa
mama memohon kepada papa, tapi nasib ku sebagai anak tiri papa tidak ada tanggapan dari papa.semua keputusan bukan di tangan mama sedangkan aku hanya pasrah dan menyesali perbuatan ku.aku di bawa di penjara.Pastinya aku akan di penjara sanagat lama.
"Maafin mama ya nak,gara gara mama kamu jadi ikut dalam masalah ini"kata mama sambil menangis
"Ma, Izzan juga minta maaf sudah berbuat yang tercela,tapi Izzan itu ngga bunuh adek sendiri,percaya deh mah"kata Izzan tanpa kebohongan
"Iya mama percaya!!biar waktu yang menjawab nak"ucapan terakhir mama
_________bersambung_______
:-Ini hanya sebuah cerita fiksi dan imajinasi ku saja
-Maaf bila ada yang typo ato kurang rapi🙏
-Ozzie adalah nama samaran Izzan