Apa jadinya jika seorang pria baik-baik tiba-tiba berubah menjadi nakal dan bertato?
Itulah kejadian yang terjadi pada Kello, pria berumur 18 tahun ( 2 SMA ) itu.
Pagi yang cerah, tepatnya pukul 06:20...
"Nak bangun bangun!!!" panggil sang ibu pada putranya itu.
"Bentar lagi boleh ya Bu.." sahut Kello dari dalam kamarnya.
"Bentar apanya? Coba kamu liat jam berapa sekarang? nak, cepat bangun gih" ucap si ibu.
Kello membuka matanya, setelah melihat jam, ia segera bangkit dan bersiap-siap pergi ke sekolah.
"Bu, Kello pamit ya" tutur Kello.
"Lho? Gak sarapan?" tanya Fani, ibu Kello.
"Ndak usah Bu, nanti kalau laper Kello jajan di kantin aja" Kello tersenyum, ia menyalami dan mengucap salam, lalu pergi ke sekolahnya.
Setibanya di sekolah, seperti biasa semua mata tertuju padanya. Hinaan-hinaan terdengar jelas di telinga Kello.
Biar begitu, ia tetap tenang karena sudah terbiasa dia mendapat ocehan konyol itu.
Hari ini, karena sudah dua Minggu berlalu, pergantian teman sebangku akan diganti secara acak oleh guru.
"Hai bro!" sapa Bonny.
"Hm hai juga" sahut Kello.
"Bro, Lo kenal gue kan?" tanya Bonny sok akrab
"Hm ya" jawab Kello singkat.
"Brooo, jangan dingin gitu dong!" tegur Bonny.
"Okeh, berhubung kita gak akrab, maka gue mutusin buat kenalan lagi" ucap Bonny.
"Kenalin, gue bonny, atau yang biasa dipanggil bobon" jelas Bonny.
"Gue Kello" sahut Kello singkat.
Bonny tersenyum senang, tak lama kemudian Bu Anni, guru bahasa Indonesia itu datang.
"Selamat pagi anak-anak!" Sapa Bu Anni dengan senyumannya dan disambut dengan senyuman juga.
Kello yang melihat Bu Anni, langsung seperti salah tingkah. Ia memalingkan wajahnya untuk tidak menghadap Bu Anni.
Bu Anni yang melihatnya pun merasa heran, ia menghampiri Kello yang sedang salting itu.
"Hai" sapa Bu Anni.
"Gilaaa...si anak cupu disapa guru cantik" ucap para siswa iri.
Wajah Kello memerah, bahkan telinganya juga.
"Eh, teman sebangku gue sedang jatuh cinta nieh?" tanya Bonny membatin.
"Kamu ada masalah, hum?" Tanya Bu Anni.
"E-enggak Bu!" jawab Kello cepat.
"Lalu, kenapa mukanya merah gitu? Jangan-jangan...kamu sakit yah?!!" Bu Anni tampak khawatir dan menempelkan punggung tangannya di dahi Kello. Mukanya kembali memerah seperti kepanasan, ia yang sudah hilang kendali langsung menarik tangan Bu Anni.
"Saya gak papa Bu!" Tegas Kello.
"Ohh oke," sahut Bu Anni kaget.
Bu Anni kembali mengajar, di samping itu, para siswa terlihat terpesona pada kecantikan Bu Anni.
Kringgg....bel istirahat berbunyi, para murid pun pergi ke kantin, guru-guru kembali ke kantor.
Tapi, Bonny dan Kello masih ada di kelas itu.
"Lo gak ke kantin?" tanya Kello.
"Gak" ucap Bonny.
"Oh tumben" Kello menyahut.
"Bro, gue mau tanya boleh?" ujar Bonny.
"Boleh" jawab Kello.
"Lo...suka Bu Anni ya?" tanya Bonny yang membuat telinga Kello memerah.
"E-enggak!" Jawab Kello gugup.
"Jangan bohong bro! Gue gak telmi kalau masalah yang berbau cinta!" ujar Bonny.
"Apaan si gajelas" Kello mengalihkan pembicaraan.
"Bro, jangan mengalihkan! Lo gak boleh bohong, dosa loh"
Kello menghela nafas, "tapi inget, Lo ga boleh kasih tau siapapun!" Tegas Kello.
"Berarti... Lo... Beneran suka Bu Anni?!!!"tanya Bonny dan dibalas dengan anggukan kepala Kello.
"GILAAA!!!"
"We jangan teriak juga kali" ucap Kello.
"I-iya bro sorry"
"Oh ya bro, kenapa Lo gak tembak aja Bu Anni? Kan... mumpung belum nikah tuh" tanya Bonny.
"Gue gak ada keberanian Bon, lagipula gue ini kan cowok cupu" Kello mengacak-acak rambut nya gusar.
"Hemm kasian amat lu" Bonny bergeleng.
"Bro, gimana kalau gue kasih tips cara deketin diri ke orang yang disuka? Tenang aja, gratis kok ga usah bayar gue!" Ucap Bonny.
Kello tampak berpikir, akhirnya ia menyetujui hal itu.
Esok harinya, saat di kelas, hari ini Kello tampil berbeda. Dengan kalung hitam, tindik, dan jam tangan yang ia pakai ala-ala rocker itu membuat kaget semua orang.
Itu orang kenapa? Itulah yang dipikirkan orang di sekolah.
Bu Anni yang melihatnya pun kaget, ia menyuruh Kello mengerjakan soal yang susah baru boleh pulang sekolah sebagai hukuman. Kello yang 'pura pura' tidak paham akhirnya diajarkan Bu Anni. Saat itu, dikelas hanya ada Bu Anni dan Kello.
Tanpa sadar, ia menggenggam tangan Bu Anni.
"Kamu cantik, Bu!" Gumam Kello.
"Hah? Apa?" Tanya Bu Anni yang tidak mendengar.
Kello refleks mengangkat tangannya dan bergeleng. Mereka pun kembali mengerjakan tugas bersama.
Begitulah rencana Bonny, ia mengidekan agar Kello berbuat masalah. Dengan begitu, Bu Anni akan sering berada di sampingnya.
Hingga tiba saatnya..
"LO GILA?!" teriak Kello.
"Bro, tenang aja... Nanti kan bisa dihapus tatonya!" Ucap Bonny.
"Gak! Gak mau!" Kello menolak, tapi karena paksaan ia akhirnya mau memakainya.
Ibunya, Fani merasa cemas pada perubahan sikap baik anaknya. Berkali-kali ia menasehati anaknya, tapi percuma saja.
"Bu, aku tau urusanku sendiri" ucap Kello kesal.
Di sekolah, guru-guru geleng kepala melihat kelakuan Kello. Itupun juga berpengaruh terhadap Bu Anni sebagai guru bahasa sekaligus wali kelasnya.
"Kello..ibu...ibu gak percaya kamu jadi gini! Ibu gak tahan lagi sama kamu" Bu Anni meneteskan air matanya. Semua orang sangat membenci sikapnya. Disisi lain, Bonny bukannya membela, ia malah sibuk dengan urusannya sendiri.
Pada malam hari, di rumahnya Kello terus memikirkan tangisan dan perkataan wanita yang ia cintai sekaligus gurunya itu. Dengan berat hati, ia akhirnya kembali bangkit Dan percaya pada apa yang terjadi padanya di masa lalu. Meski ia dihina tapi mungkin itu lebih bak dari rasa benci orang-orang padanya sekarang.
Kello pergi membeli beberapa obat herbal termasuk minyak Zaitun untuk menghapus tatonya secara alami. Karena, menurut pendapat ibunya, jika menghapus tato menggunakan alat bisa saja menyakiti diri sendiri. Sesuai anjuran dokter, tato itu akhirnya bisa hilang karena tidak terlalu permanen.
Tiga hari kemudian, Kello menjalani hari-harinya seperti biasa. Ia meminta maaf pada ibu, teman, dan guru-guru disana.
"Kello, teruslah seperti ini, jangan pernah berubah ya nak" nasehat Bu Anni sambil tersenyum manis.