Judul : Permen kanibal
*terjadi confuse
🎃Selamat membaca kiw🎃
*Nama tokoh : Rarasie Lenna , Berusia 5 tahun , Hidup dengan Ibu & Nenek nya di kota kecil , Dikabarkan ayah Rara telah meninggal sebelum ia lahir , Ayah Rara menghilang secara misterius
Ayah Rara : John Lenna
#Berawal
"Selamat ulang tahun Rara.. semoga panjang umur , Ini ibu berikan permen untuk mu"
"WAHH..makanan imut ini bernama permen yaa bu?" Berseri-seri wajah polos Rara yang tidak pernah mengerti apa itu permen
"Ibu tidak punya uang untuk membelikan mu kue ,Jadi Ibu berikan permen ini"
Terlihat bahwa keluarga Rara adalah keluarga yang sederhana.
"Tidak bu , Trimakasih ini sungguh berharga buat ku"
Tersenyum bahagia Rara , Karna baru melihat makanan seindah itu
*GLEGGG
"Rara.. , jangan langsung menelan permennya" Nasihat Ibu
"Itu bukan obat"
"T-tapi yang slalu ditelan nenek?" Sahut Rara
"Itu obat bukan permen , Kamu harus bisa membedakannya"
"Maaf bu.."
JRENGGGGGGGG!!!
#15 tahun kemudian
Ibu rara telah meninggal 2 tahun lalu dan nenek Rara telah meninggal saat Rara berumur 10 tahun
Sekarang Rara berprofesi sebagai musisi jalanan.
banyak orang termasuk tetangga Rara yang sering membicarakannya , karna ia setiap hari hanya memakan permen.
"Sejak ibunya pergi , Ia tidak pernah makan dengan normal ya.."
"Dasar gadis aneh"
"Sikapnya seperti bocah"
"Mungkin dia tidak pernah merasakan makanan enak"
(perkataan orang-orang)
.
.
.
Rara seorang penggila permen , ia tidak bisa hidup tanpa permen.
Penghasilannya selama ini hanya untuk membeli permen.
Sehingga saat helloween tiba banyak anak-anak yang berkrumun dirumahnya.
Rara sangat senang dengan kehadiran anak-anak tersebut
Hingga disuatu hari...
"Badanku mulai rapuh..arghhh" Keluh Rara
"Dulu sebelum Ibu pergi , Ia slalu mempringati ku agar tidak terlalu terobsesi pada permen"
"Seharusnya aku sudah mati dari dulu"
"Apa aku bisa bekerja hari ini..? " Bertanya pada diri sendiri
"Stok permen dirumah sudah habis , Jika aku tidak bekerja bagaimana aku bisa membeli permen"
Inisiatif gila Rara mulai muncul.
"Sepertinya aku bisa membuat permen sendiri"
"Aku memiliki gula untuk dilelehkan dan dibentuk"
"Tapi menggunakan perwarna apa ya??"
D-a-r-a-h
"Bagaimana klo darahku saja"
"Ide yang sangat cemerlang"
*Srettt
Sayatan pisau di bagian jari Rara
"Aww"
Rara mulai membuat permennya sendiri dengan menggunakan darahnya.
Setelah jadi , Rara tampaknya sangat menikmati permen tersebut , Tak lupa ia menyimpan beberapa permennya untuk nanti.
"Hufff , Ternyata rasanya tidak buruk" Menghela nafas
*besok Helloween akan tiba
Anak-anak semakin bertambah banyak ,Stok permen Rara tidak cukup
"Aku tidak memiliki cukup gula , Aku tidak ingin mengecewakan anak-anak itu , Aku akan membuat permen dengan Rasa yang mewah , Yaitu Rasa.."
"Daging segar"
Lalu Rara berinisiatif gila , menggunakan tangan kirinya untuk membuat permen.
Rara meminjam penggiling daging pada kerabat dekat ibunya dulu (Pak Vino).
Pak Vino memang berprofesi sebagai seorang penggiling daging , Jadi bisa dipastikan Pak Vino memiliki alat tersebut.
"Paman , apa aku boleh meminjam penggiling daging ini"
"Boleh.."
Setelah itu Rara melancarkan aksinya.
"Satu..dua..tiga.."
CRSHHHHHHH
*Rara menggunakan Pisau untuk memotong tangannya , (Sampai siku)
*Rara menahan triakannya
"MHHHH"
*Darah bercucuran kemana-mana , Tapi tulangnya tak bisa terpotong
"B-bagaimana ini"
"Aku akan menggunakan kapak Ibu saja!!"
"TAK..TAK..TAK"
*Suara seperti memotong daging
"MHHHHH" Menahan rasa sakit
"CRAKKK"
*Sudah terpotong
*Ruangan sudah dipenuhi oleh darah yang bercucuran
"Akhirnyaa.." Tampak Rara hampir sudah mau pingsan
*Rara melakukannya tanpa membius.
"Darahku...A-apa akan habis" Sayup-sayup mata Rara
"Aku harus cepat mengambil kain!"
*Darahnya terus menetes , kain itu sudah basah karna darah
#Keesokan harinya
"Tok..tok..tok" ketukan pintu
*Membuka
"Rawr..berikan kami permen"
"Wahh..kostum kalian sangat imut" Ucap Rara
"Trimakasih kak"
"Ini permen terbaru loh..kalian akan terkejut setelah memakannya"
"Wow"
*Tiba-tiba satu anak menyeletuk
"Kak tanganya seperti nyata patah ya" Ucap salah satu anak
"Hahaha , Kerenkan?" Sahut Rara
#Keesokan hari kemudian
"Aku harus mengembalikan penggiling ini ke paman"
*Setelah sampai kerumah pak Vino
"Paman , Trimakasih untuk penggiling nya ya"
"Tanganmu kenap.."
Obrolan Pak vino terputus , Rara langsung bergegas cabut dari rumah Pak vino tanpa menanggapi pertanyaannya
Pak Vino hanya senyum seperti menutupi sesuatu.
"Aku sekarang tidak bisa bermusik lagi , Tangan kiri ku sudah tidak ada" Gumam Rara dalam hati
"Mungkin aku akan mati kelaparan"
*Setelah pulang kerumah
"Setidak nya aku masih mempunyai tubuhku"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
#Seminggu
"A-aku tidak makan apapun selama seminggu ini" terbata-bata Rara karna kekurangan energi
"Aku ingin makan sesuatu" (Dalam hati)
"Aku tidak ingin merepotkan orang lain apa lagi meminta makanan" (Dalam hati)
"Aku akan menggunakan tubuhku saja"
.
.
.
-Lalu Rara menyiapkan panci besar yang di dalamnya berisi air gula panas yang telah dilelehkan
-Api masih menyala-nyala.
-Rara mulai memasukan tubuhnya kedalam panci
-badan rara mulai larut didalam panci yang berisi gula.
#Ending
#Polisi datang karna mendapat laporan dari tetangga Rara yang mencium bau menyengat didalam rumah Rara.
-Polisi menemukan panci besar yang berisi tulang manusia
-Diduga tulang tersebut milik Rarasie Lenna (Rara)
-Polisi mulai menyelidiki kerabat terdekat Rara , Yaitu "PAK VINO".
-Pak Vino mulai membuka suara bahwa
"Saya mengaku , Keluarga Rara adalah keluarga yang tidak beres, Nenek Rara terobsesi pada permen , ia ingin merasakan hal baru dipermennya yaitu dengan mencampurkan bahan permen dengan daging (Daging manusia) , menghilangnya John Lenna ( Ayah Rara ) secara misterius , sebenarnya bukan karna meninggalkan Rara , tapi.. John Lenna menjadi korban bahan permen mertuanya, Saya mengaku bersalah karna membantu proses penghilangan nyawa kerabat saya yaitu (John Lenna)" pengakuan Pak Vino
-TAMAT
*Selama ini yang ditelan Nenek Rara adalah permen ya gaes , Bukan obat👌
-TRIMAKASIH TELAH MEMBACA💗