Di kerajaan mewah nan megah, seorang gadis cantik dengan gaun biru tersebut sedang menikmati pemandangan matahari terbit sambil duduk di ayunan dekat kerajaannya.
Dialah Putri Victoria, putri kedua dari kerajaan Drise, sekaligus anak kandung pertama.
Victoria saat itu sedang bersantai, ditemani dengan bibi pengasuhnya sambil memakan sandwich dan teh hijau yang sudah disiapkan.
Disisi lain, sorot mata kebencian terlihat jelas pada wanita yang mengintip Victoria dari kejauhan. Wanita itu mengepalkan tangannya geram pada Victoria.
"Yang Mulia putri..." panggil salah seorang pelayannya yang sedari tadi melihat nonanya melamun.
"Ehm, oh i-iya.. " sahut wanita itu dan berlalu.
Wanita itu bernama Julia, kakak tiri Victoria. Putri yang diangkat Raja Esver dan Ratu Alana karena diusia ke 32, Ratu Alana masih belum mempunyai anak. Pasangan itu berpikir, mereka tidak akan pernah mendapatkan anak dan akhirnya mengangkat Julia sebagai anak angkatnya. Tapi beberapa bulan kemudian, kabar mengejutkan terjadi, Sang Ratu mengandung seorang anak perempuan dan anak itu diberi nama "Victoria"
Sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai anak kandung kedua pemimpin kerajaan, maka walau Victoria diibaratkan sebagai anak kedua, ia tetap menjadi pewaris tunggal di kerajaan Drise. Keputusan itu sudah tidak bisa diganggu gugat. Ratu Valerina, nenek Victoria dan Julia sekaligus ibu dari Raja Esver, menolak menjadikan Julia sebagai penerus tahta. Selain karena bukan anak kandung, sikap Julia yang manja dan semena-mena khawatir tidak baik untuk keberlangsungan hidup rakyat, berbanding terbalik dengan adiknya, Victoria.
Hari ini, Victoria resmi diberikan mahkota putri kerajaan sebagai calon ratu berikutnya setelah Raja Esver dan Ratu Alana. Berhubung mereka tidak mempunyai anak laki-laki, maka Victoria lah yang akan menjadi ratu masa depan.
"Putri, apa anda mempunyai masalah?" tanya Eve, pelayan pribadi Julia.
"Eve, apa yang kau lakukan jika ada seseorang yang mengambil hak mu?" tanya Julia.
Lantas, Eve tertawa..
"Hahah...kalau gitu mah harus di kasih racun biar tau diri!" jelas Eve bercanda.
Kedekatan hubungan Eve dan Julia, membuat mereka tidak pernah merahasiakan apapun. Eve juga tidak begitu berbicara formal seperti pada lainnya.
"Eve, kau memang pandai" sahut Julia tersenyum sinis.
"Ma-maksud anda?" tanya Eve bingung.
"Ambil ini, taruh bubuk ini pada makan siang Victoria nanti!" titah Julia.
Bubuk itu adalah bubuk kematian, Julia sudah mempersiapkan nya baik-baik sebelum hari ini tiba.
"Putri...bubuk apa ini?" tanya Eve sedikit takut.
"Ini bubuk yang enak, tentunya sangat disukai adikku, Victoria" Julia kembali tersenyum sinis.
"Ha...harus makan siang ini?" tanya Eve lagi.
"Tentu, cepatlah! Jangan membuatku berkata dua kali" tegas Julia.
Sesuai perintah Julia, Eve memberikan bubuk itu pada makan siang Victoria.
Makan siang pun tiba, rencananya, setelah makan siang kerajaan akan mengadakan perjamuan dan acara untuk pemberian gelar calon ratu pada Victoria.
"Adikku yang manis, tersenyum lah selagi kau masih bisa hidup" batin Julia yang sudah jijik pada senyuman Victoria.
Setelah makan siang selesai, Victoria menghampiri kakaknya, Julia.
"Kak, main di taman yuk" ajak Victoria.
"Tidak, aku sibuk" sahut Julia cepat.
"Tapi kak, ini hanya sebentar, boleh ya?" pinta Victoria sembari menggenggam tangan Julia.
Dengan cepat, Julia menepis tangan Victoria dan berlalu meninggalkan nya.
"Apa kakak ada masalah ya? Wajahnya suram sekali hari ini" gumam Victoria sedih.
Acara sebentar lagi selesai, saat Victoria sedang bersiap memilih gaun, tiba-tiba...
"Hoekk..uhukk uhukk" Victoria muntah di lantai ruang pakaiannya secara tidak sengaja, kepalanya juga mendadak pusing.
"Princess Victoria sakit! Kemari... kemarilah!" Teriak para pelayan wanita.
"Hump, rasakanlah" Julia tersenyum menyeringai.
Dokter mendatangi Victoria, ia mengecek keadaan Victoria. Raja dan Ratu pun dibuat khawatir oleh putri keduannya itu. Pelaksanaan acara juga ditunda sementara.
Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari kamar Victoria. Ia menggeleng dan meneteskan air mata.
"A..ada apa dok? Ada apa dengan putri saya?" tangis Ratu Alana pecah.
"Ibu, yang sabar ya.." ucap Julia pura-pura baik.
"Iya sayang, makasih ya.." Alana menangis di pelukan Julia.
"Dok, katakan apa yang terjadi pada putri saya?" tanya Raja.
"Penyebab nya racun" jelas sang dokter.
"APA? RACUN?" teriak Raja marah.
"Racun ini terbuat dari herbal dan tanaman alami, kemungkinan besar ini adalah alergi yang menyebabkan keracunan" jelas sang dokter.
Sang raja tampak gusar, ia mengernyitkan dahi dan berharap putrinya baik-baik saja.
Krekk...dari dalam ruangan, seseorang keluar.
"Kenapa kalian panik, hum?" tanya Victoria yang sudah bangun itu.
Kedua mata Julia membulat sempurna melihat raga adiknya itu. Mengapa bisa Victoria masih bisa bangun dan hidup? itulah yang ada dalam benak pikiran Julia.
Sang ratu menghampiri Victoria, ia menangis tiada henti sambil memeluk putrinya itu.
"Keajaiban dunia!" ucap dokter yang juga dibuat kaget.
"Aku tidak apa-apa kok," Victoria tersenyum manis.
"Kakak, apa kakak tidak mengkhawatirkan ku?" Tanya Victoria.
"Te..tentu saja khawatir" jawab Julia gugup.
"Putriku sayang, kata dokter penyakit mu itu alergi tanaman, ibu khawatir kamu...kamu tidak bisa bangun lagi sayang..hiks" tangis Alana.
"Jangan menangis Bu, aku masih hidup kok" Victoria kembali tersenyum. Ia pun menghampiri kakak tirinya itu.
"Kak, kakak tahu jelas kan kronologi kejadian ini?!" Victoria tersenyum.
"E..enggak!" Jawab Julia cepat.
"Dok, tolong bawa racun dalam tubuh saya tadi!" titah Victoria lembut.
"Baik Yang Mulia.." jawab dokter cepat.
Racun itu diberikan pada Victoria.
Srett... Victoria sedikit menusuk tangan Julia hingga berdarah.
"Aww...apa yang kamu lakukan?" jerit Julia.
"Maaf kak," Victoria membungkuk. Dalam telapak tangannya, keluar sihir putih. Itu adalah sihir turun temurun dari keluarga kerajaan Drise.
"Ra..racunnya menyambung dengan darah!" kaget sang raja.
Victoria kembali tersenyum pada Julia, "kak, apa kakak lupa aku adalah 'anak kandung' dari keluarga Drise dengan kekuatan spesial? Racun itu tidak akan mempan di tubuhku ini!" Jelas Victoria sinis.
Semua mata tertuju pada Julia, kini kejahatan busuknya telah diketahui semua orang. Gelar putrinya dicabut dan tidak ada hukuman, tapi kini...ia bukan bagian "keluarga kerajaan". Ia hanya bagian keempat orang, yaitu Esver, Alana, dan Victoria.