Hidup tidak selalu bahagia, terkadang hidup juga membuat kita tersiksa, sepi dan menyedihkan. aku duduk di bawah pohon dengan Perasaan yang tidak mampu menahan itu semua, sampai akhirnya seseorang menghampiriku, menawariku untuk mengikuti sebuah permainan
"Hei kamu.., kenapa kau merenung seperti orang bodoh?"
"Aku hanya sedang memikirkan, seperti apa buruknya masa depan ku nanti" jawabku dengan muka menyedihkan ku
"hh.., menyedihkan sekali hidupmu.." jawab orang tersebut dengan muka songong
Aku kembali merenung di balik pohon dan tidak memperdulikan nya lagi, tetapi tiba tiba orang itu mengeluarkan sebuah kartu bergambar kucing dan harimau juga sebuah koper.
"Apa kamu ingin mendapatkan uang?" Tanya orang tersebut
"Kenapa kamu tiba tiba ingin memberi ku uang?, kau ingin mengejekku?, karna aku seperti orang yang tidak mampu?, aku tidak mau!.."jawabku dengan tegas dan kebingungan
"Hahah.., kamu ternyata benar-benar bodoh ya.." kata orang tersebut
"Apa maksudmu !!!" jawabku dengan emosi
"Hei selow...., aku hanya ingin mengajakmu bermain kartu umbulan.." jawab orang tersebut
"Kartu umbulan? tanyaku dengan sedikit emosi
"Ya kartu umbulan, kamu hanya perlu memilih diantara 2 kartu ini lalu lempar kartu ini hingga jatuh, kartu siapa yang terbuka dia yang menang" jawab orang itu
"Bagaimana aku bisa mendapatkan uang dengan bermain kartu itu?" tanyaku dengan tegas
"Waah sepertinya kamu bersemangat sekali, ya kamu bisa mendapatkan uang 100 ribu jika kamu menang dariku, jika kamu kalah kamu hanya perlu push up 3 kali, gimana setuju?" Kata orang itu dengan muka sombongnya lagi
Aku bingung ingin menerimanya atau tidak, tetapi jika aku menolak aku akan meninggalkan kesempatan untuk mendapatkan uang, dan sebenarnya aku sangat membutuhkan uang, tetapi jika aku menerimanya aku akan menjadi seperti orang yang tidak mampu di mata orang itu.
"Oke aku setuju" jawabku dengan terpaksa
"Nah.., ternyata mau juga kamu ya, haha" Jawab orang itu sambil tertawa
"Sudah cepat jangan banyak basa-basi !!" Jawabku dengan kesal
"Oh oke oke, silahkan pilih yang mana?" tanya orang tersebut
"Aku pilih yang gambar kucing" jawabku
"Oke kita mulai?" kata orang itu
"Ya!" jawabku dengan yakin
Permainan di mulai, aku kalah dengannya sebanyak 5 kali dan aku push up sebanyak 15 kali, aku merasa hanya di permainkan olehnya, aku pun ingin menyerah tetapi dia memaksaku untuk bermain lagi, aku pun bermain lagi dan akhirnya aku menang, aku sangat senang.
"Hahahah kalah kau !!" kataku dengan sangat gembira dan dendam
"oke selamat, ini seratus ribu nya" kata orang itu dengan tersenyum
Orang tersebut memberikan uang dan sebuah kartu yang bertuliskan "Jika kamu ingin mendapatkan uang lebih daripada itu, kamu harus pergi ketempat mu bermain kartu tadi di jam 12 malam" Aku pun bertanya kepada orang tersebut, tetapi ketika aku nengok ke belakang tiba-tiba orang itu hilang entah kemana. Dan pada saat jam 12 malam aku berdiri di tempat yang sama, tiba-tiba ada orang yang memukulku dari belakang hingga aku tak sadarkan diri, keesokan harinya aku bangun di sebuah ruangan.
"Haahh!!, aku dimana ini?!" kataku dengan kebingungan
"Kenapa aku memakai baju merah bernomor 25?dan kenapa banyak sekali orang disini!?" tanyaku, tiba-tiba terdengar suara entah darimana asalnya
"Selamat pagi 50 peserta yang telah mengikuti permainan kami, yang bersedia bendapatkan hadiah uang senilai 1milyar. Kalian hanya perlu memainkan 3 permainan anak-anak disini untuk mendapatkan hadiah tersebut, sebelum kita mulai permainan nya silahkan kalian menanda tangani surat pernyataan di depan"
Aku dan semua peserta maju dan berbaris untuk menanda tangani surat pernyataan itu, di dalam surat pernyataan itu tertulis "apapun yang terjadi bukan tanggungjawab kami", hanya satu pernyataan yang tertulis di situ, aku pun menanda tanganinya.
Tiba tiba ada banyak pasukan bertopeng anjing yang masuk kedalam ruangan dengan membawa pedang, para peserta pun ketakutan, begitu juga denganku.
"Perhatian untuk semua para peserta segera mengikuti para pasukan bertopeng menuju kepermainan pertama" Kata orang misterius yang entah darimana asal suara tersebut
Para peserta mulai berjalan ketakutan mengikuti pasukan bertopeng tersebut, aku pun juga mengikuti nya. Aku dan semua peserta di arahkan ke sebuah lapangan kosong dan sebuah gunung kecil yang di buat menggunakan sandal, dan di dekatku terdapat berbagai macam warna sandal merah, hijau, kuning.
"Dimohon para peserta memilih sandal yang ada di depan anda" kata si suara misterius
"Waduh apa maksudnya ini?, kenapa harus memilih sandal, jangan-jangan.." Aku berkata dengan rasa takut
Aku pun memilih warna merah, dan badanku tiba-tiba bergetar karna aku sangat ketakutan, begitu juga dengan peserta yang lainnya. Suara misterius pun berbicara lagi.
"Setelah mengambil sandal dimohon para peserta untuk berbaris "
Semua pun berbaris, tetapi semua berbaris di belakangku hingga aku menjadi barisan yang pertama, suara misterius itu berbicara lagi.
"Cara bermain permainan ini sangat mudah, permainan ini sama seperti permainan anak-anak pada zaman dahulu, tetapi bedanya zaman dahulu permainan ini harus bersembunyi dari penyari terlebih dahulu lalu berusaha keluar dari tempat persembunyian tanpa sepengetahuan penyari untuk melempar gunung sandal hingga jatuh"
"Tetapi permainan ini berbeda, kalian tidak perlu bersembunyi tetapi kalian harus melempar sendal yang kalian pilih ke gunung sandal tersebut, jika sandal kalian mengenai gunung sandal tersebut hingga hancur kalian dinyatakan lolos dan berjalan menuju pojok kanan lapangan, tetapi jika kalian tidak bisa mengenai gunung sandal tersebut kalian tereliminasi dan berjalan di pojok kiri lapangan, ingat kesempatan kalian hanya satu kali, permainan di mulai dari sekarang!"
"Waduh..!, mati aku" kataku dengan penuh penyesalan dan ketakutan
"Semoga sandal ku kena" kataku sambil menarik nafas
Aku pun melempar sendal itu, dan akhirnya....
Aku tepat sasaran
"Yess!!!" Aku berteriak dengan senang
"Woah... hebat sekali dia ya.." kata para peserta yang lain
"Peserta nomor 25 Lolos!" Kata suara misterius
Aku pun senang telah lolos di permainan pertama, setelah itu aku berjalan menuju pojok kanan lapangan untuk melihat peserta yang lainnya. Peserta nomor 16 segera melempar, dan ternyata nomor 16 meleset.
"Argh!! sial!!, kenapa tidak kena padahal tadi nyaris kena" kata peserta tersebut sambil teriak dan kesal
"Peserta nomor 16 tereliminasi" Kata suara misterius
Peserta tersebut di bawa oleh salah satu pasukan bertopeng menuju pojok kiri lapangan, setelah itu terdengar suara tebasan pedang.
"Bruk!!" Suara seperti orang terjatuh di sebelah kiri lapangan
"Huuh?!, suara apa itu?" para peserta panik
Setelah terdengar suara tersebut semua peserta panik dan seketika diam, suasana di lapangan lebih seram dan menegangkan dari sebelumnya. Pasukan bertopeng yang bersama peserta nomor 16 tadi berbalik badan dan terlihat jelas dia memegang pedang berlumuran darah juga membawa kepala peserta 16, salah satu peserta teriak ketakutan dan beberapa peserta berlari menuju pintu keluar untuk melarikan diri, semuanya menjadi kacau, tetapi semua sudah terlambat para pasukan bertopeng benebas semua peserta yang berkumpul di pintu keluar karena tidak mematuhi peraturan untuk berbaris, darah bercucuran di mana mana, peserta yang masih berbaris hanya terdiam ketakutan begitu juga denganku.
"Tidak... mungkin... apa yang ku lihat ini..., dimana aku.., apakah ini yang dinamakan permainan?..., tidak..., ini pembunuhan.... kenapa aku disini..." kataku dengan rasa sangat ketakutan
Permainan pun terus berlangsung dengan suasana tegang dan mengerikan, suara pedang menebas peserta yang tereliminasi berkali kali, aku hanya terdiam dan melihat betapa kejamnya para pasukan bertopeng itu, tak lama kemudian permainan pertama selesai dan hanya tersisa 10 orang saja.
Semua peserta berjalan menuju ruangan pertama dengan ketakutan begitu juga denganku, setelah sampai di ruangan ada sebuah papan yang menunjukkan bahwa hanya tersisa 10 orang dan uang hadiah bertambah yang tadinya 1 milyar menjadi 4 milyar karena ternyata 1 orang yang tereliminasi hadiah akan bertambah 100 juta.
"Apa maksudnya itu..., ini tidak manusiawi..., ini sangat kejam" kataku dengan sangat ketakutan
"Wooii!!, apa kalian tidak punya hati..!!! haa!!!, kalian membunuh orang yang tidak bersalah, kenapa kau lakukan itu bodoh!!!!" Teriak salah satu peserta yang ada di belakang
"Yaa!! dia benar!! kenapa kalian melakukan hal yang bodoh!!!, kepada orang yang tidak bersalah!!!"
teriakan peserta yang lain
Suasana di ruangan itu semakin ricuh dan ramai tetapi pasukan bertopeng itu tidak berbicara satu kata pun, tiba-tiba para pasukan bertopeng tersebut menodongkan pedang kearah ku dan peserta lain, seketika semua terdiam, lalu suara misterius berbicara lagi.
"Dimohon para peserta untuk tenang dan jangan membuat keributan, jika kalian membuat keributan tidak akan ada pemenang, diharapkan para peserta untuk beristirahat untuk permainan selanjutnya besok"
Lalu lampu di ruangan tersebut mati dan para pasukan bertopeng hilang meninggalkan ruangan tersebut, pada tengah malam saat semua sudah tidur aku melihat salah satu peserta nomor 11 terdiam di kasur dan menangis ketakutan, aku mencoba untuk menghampirinya.
Aku bertanya kepadanya "Hei... bolehkah.. aku duduk di sebelahmu?.."
Tetapi dia hanya diam dan melihatku dengan muka ketakutan.
"Apa aku boleh bertanya kepadamu?, kenapa kamu bisa sampai di sini?" tanyaku kepadanya
Dia melihatku dan berkata "Aku di sini... untuk mendapatkan uang, agar adiku bisa sekolah lagi" dia berbicara dengan air mata yang menetes
Dan di berkata "Tetapi aku tidak mau bermain dengan cara seperti ini..., dan kamu kenapa ada di sini?"
Akupun menjawabnya "Aku berada di sini karena aku pergi dari rumah untuk mencari pekerjaan, aku tidak mau pulang sebelum aku sukses, tetapi aku gagal dan tidak mempunya uang, karena itulah aku kesini.."
"Oh, iya kalau boleh tau siapa namamu?" tanyaku kepadanya
Dia menjawab "Namaku Heru, siapa namamu?"
"Namaku Radit, apakah kamu mau menjadi temanku di permainan ini?" jawabku
"Kau serius?"jawab Heru
"Ya serius kita akan bekerjasama di permainan apapun berikut nya" jawabku
Heru tiba tiba memeluk ku dan berkata "Terimakasih" dengan tersenyum. Hari berikutnya telah tiba, para peserta mengambil makanan yang sudah di sediakan di depan pasukan bertopeng, makanannya hanya berupa roti dan susu, aku pun berbaris untuk mengambil makanan dan makan bersama Heru.
"Hei Heru kenapa kamu ga ambil susu?" tanyaku kepada Heru
"Ya, aku tidak kebagian susu" jawab Heru
Aku melihat Ada kumpulan peserta yang mengambil susu lebih dari 1 sehingga Heru tidak kebagian susu.
Aku kesal dan berkata "Sial orang itu rakus sekali!!"
"Sudah Radit aku tidak apa-apa tidak dapat susu" jawab Heru
Setelah aku makan roti aku meminum setengah gelas susu dan setengah nya ku bagikan ke Heru karena aku tidak tega.
"Nih Heru untukmu..."
"Ah.., tidak usah Radit aku tidak butuh minum..." jawab Heru
"Sudah lahh..., ambil saja tidak usah sungkan" jawab ku
"Terimakasih Radit kau baik sekali" jawab Heru dengan tersenyum
"Sama-sama Heru" Jawabku dengan senyum
Suara misterius bersuara lagi "Selamat pagi para peserta, selamat kalian sudah memenangkan permainan pertama kemarin, sekarang kalian akan memainkan permainan kedua dimohon para peserta untuk mengikuti para pasukan bertopeng menuju tempat perlombaan"
Aku, Heru dan para peserta yang lain berbaris mengikuti para pasukan bertopeng menuju tempat perlombaan, sesampainya di tempat perlombaan suara misterius berbicara lagi.
"Para peserta sebelum bermain di harapkan mencari teman untuk bermain, karena permainan kali ini akan di mainkan oleh dua orang"
Aku dan Heru senang karena permainan ini dimainkan oleh 2 orang, dan aku pikir ini kesempatan yang bagus untuk bekerjasama dengan Heru, dan akhirnya aku memilih dengan heru, dan ternyata suara misterius berbicara.
"oke, kalian sudah mendapatkan teman untuk bermain, permainan yang akan kalian mainkan adalah permainan Suit Batu Gunting Kertas, yang aturan mainnya adalah kalian akan suit dengan 3 skor pemain yang kalah akan di eliminasi dan yang menang akan melanjutkan ke permainan berikutnya"
Semua peserta kaget dan menyesal, Heru dan aku kaget juga mendengar ternyata permainan kali ini adalah Suit yang berarti kita saling berlawanan dan bukan saling bekerja sama
Dengan sangat kesal aku berbicara "Aku tidak percaya ini!!.. kenapa menjadi seperti ini!! sialan!!!"
"Mau bagaimana... lagi.. Radit... ini saatnya salah satu dari kita akan mati" Jawab Heru dengan muka ketakutan
Suit pun berlangsung, aku dan Heru mendapatkan skor seri, dan di sebelahku ada salah satu pasukan bertopeng yang mengawasi, dan ini lah penentuan terakhir siapa yang menang.
Tanganku bergetar dan berkata "Heru ini adalah Suit terakhir..., jika salah satu dari kita akan mati kita akan tetap berteman ya... jangan sampai kita saling melupakan.."
Suit yang terakhir dimulai ketika aku sudah suit memilih kertas dan Heru memilih gunting, tiba-tiba Heru merubahnya menjadi batu.
Aku marah padanya dan berkata "Heru!!!! kenapa!! kamu merubahnya?!!, kamu gila!!!?"
"Peserta nomor 25 Lolos dan nomor 11 tereliminasi" Kata orang misterius
"Tidakk!!! tidak mungkin...kenapa Heru!!?... kenapa kau lakukan ini..." Aku menangis dan kesal
Heru berkata dengan tersenyum dan menangis "Radit... bolehkah aku meminta sesuatu darimu sebelum aku mati?.."
Aku pun bertanya dengan menangis "Apa... Heru"
Heru menjawab dengan tersenyum"Aku mohon jika kamu memenangkan pertandingan ini tolong temui adikku di panti asuhan bunga mawar, dan aku mohon rawat dia hingga dewasa, aku mohon..."
Tak lama kemudian Heru di tebas oleh pasukan bertopeng di depan mataku, aku hanya diam menangis melihatnya mati, permainan pun selesai dan hanya tersisa 5 orang hadiahpun bertambah menjadi 4 milyar 4 ratus juta. Keesokan harinya seperti biasa Aku makan tetapi aku masih teringat dengan Heru, kenapa cepat sekali aku berpisah dengan nya. Setelah makan permainan pun di mulai, Aku dan 4 peserta lainnya mengikuti pasukan bertopeng ke tempat lomba yang terakhir setelah sampai sana terdapat sendok dan kelereng.
Suara misterius berbicara "Permainan kali ini ada permainan penentuan pemenang, salah satu dari kalian akan selamat dan mendapatkan hadiah, permainan kali ini adalah berlomba berjalan sambil menggigit sendok yang ada sebuah kelereng di atasnya, kalian harus berjalan siapa yang tercepat menuju garis finish dan menjaga keseimbangan kelereng agar tidak jatuh, peserta yang kelerengnya jatuh ataupun peserta yang terlambat menuju garis finish dia akan di eliminasi, silahkan para peserta untuk mengambil sendok dan kelereng yang ada di samping peserta dan langsung berjalan, permainan di mulai dari sekarang"
Aku pun segera mengambil sendok dan kelereng dan bergegas ke garis finish, aku sangat ketakutan karena aku berada di belakang 3 peserta tetapi peserta yang paling depan kelerengnya jatuh karena tergesa-gesa, tak lama kemudian dia pun di tebas dan Ter-eliminasi permainan terus berlangsung kau berhasi menyelip satu peserta di belakangku dan kemudian aku mendengar suara pedang di belakang, disitu aku sangat ketakutan ternyata 2 pemain di belakang ku sudah ter-eliminasi, sekarang tinggal aku dan peserta yang ada di depanku jantungku berdetak kencang karena aku tertinggal oleh peserta yang di depanku dan tak lama kemudian aku berhasil menyalip peserta yang di depan, tetapi peserta itu tiba-tiba memegang bajuku dengan kencang dan berkata
"Tolong berikan lah aku kemenangan" kata peserta itu dengan meneteskan air mata
Tetapi kejadian tak terduga terjadi saat dia berbicara kelereng tersebut bergerak dan jatuh, akhirnya dia pun mati dan aku berhasil memenangkan permainan tetapi aku merasa bersalah dan sedih karena aku mendapatkan uang secara tidak normal.
suara misterius itu berkata "Selamat untuk peserta nomor 25 kamu memenangkan perlombaan dan mendapatkan hadiah uang sebesar 5 milyar, terimakasih telah bermain dengan kami"
Tiba tiba kabut hitam muncul dan aku tak tersadarkan diri karena ternyata itu adalah asap bius, ketika aku bangun tiba tiba aku berada di tengah jalan raya dan hanya memakai celana pendek aku terkejut kenapa tiba-tiba aku berada di kota, ketika aku ingin memakai baju aku menemukan sebuah kartu ATM beserta kodenya, aku segera mengeceknya di ATM ternyata benar di dalam kartu itu terdapat uang 5 milyar, tetapi walaupun aku mendapatkan uang sebanyak itu, aku tetap sedih teringat teman teman yang ada di sana termasuk Heru, aku pun segera ke panti asuhan untuk menemui adik Heru dan mengambil hak asuhnya untuk merawat adik Heru, aku pun memulai hari baru seperti biasa.