PILIHAN...
Sebuah rasa yang datang datang begitu tiba-tiba ketika aku melihat dirinya mungkin inilah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama, namun semua usaha ku begitu sia-sia ketika aku mengetahui bahwa dirinya telah mempunyai pasangan yang ia cintai mungkin aku terlalu berharap namun beginilah aku ketika telah mencintai seseorang biarlah aku yang disini mencintai dirimu dalam hatiku kan kutitipkan nama mu dalam setiap doa ku.
"ya ampun la, kamu ini liatin daffa mulu sih" omel millla ketika aku hanya melihat daffa yang sedang bermain basket "kamu harus inget la dia udah punya pacar loh" imbuh nya lagi ketika melihat tatapan ku tak lepas dari daffa "iya mil aku paham tapi aku belum puas liat nya" selalu saja kata-kata itu yang keluar dari mulut ku walau pun aku tau daffa sendiri hanya acuh tak acuh kepada ku "kapan kamu mau lupain semuan daf" gumam ku sambil tersenyum kecut lalu segera aku masuk kedalam kelas di sisi lain sama hal nya daffa yang melihat kearah syahila yang telah beranjak masuk kedalam kelas ( maaf aku belum bisa maafin kamu la) dakam hati sama hal nya daffa yang tersenyum melihat kearah shahila " woi... daf kenapa lo" tiba-tiba saja alex menghampiri daffa yang sedang melihat ke arah syahila " ngga ada" daffa langsung saja menjawab pertanyaan yang dilontarkan alex namun alex mengerti arti tatapan daffa " yakin, maafin ajalah nanti lo nyesel lagi" sambung alex menceramahi daffa " apaan sih, buruan lanjut lagi".
tak terasa hari-hari selalu seperti ini tiada perubahan yang berarti hanya perasaan hambar yang menyelimuti hidupku namun bagiku sudah cukup mungkin inilah kisah hidupku yang slalu menginginkan mu namun apalah arti diriku didalam hidupmu, berat ya itulah yang selalu ku rasakan sampai suatu ketika ketika aku melihat kondisi lisya yang drop tiba-tiba hingga aku merasa bersalah hingga teringat masa lalu "aku nggak bisa gini terus,maaf sya aku udah bikin kamu kayak gini sekarang giliran aku yang rasain rasa sakit yang kamu rasain aku janji kamu nggak akan sakit lagi" ucap ku sambil memengang tangan lisya,tiba-tiba saja daffa muncul dari arah pintu rumah sakit dan berlari kearah lisya dengan raut wajah yang begitu khawatir lalu dia menatapku dengan tatapan benci "lo udah liat kan gimana keadaan nya sekarang dasar CEWE PEMBAWA SIAL" aku hanya tersenyum kearah nya walaupun tak bisa ku pungkiri ketika dia mengucapkan kalimat yang begitu menyayat hati "kalau kamu ngga mau liat aku lagi,aku akan pergi jaga diri kamu baik-baik aku ngga akan muncul lagi di hadapan kamu a.." ucqpan ku terpotong ketika dia berbica dengan nada tinggi dan penuh penekanan kepada ku "KELUAR SEKARANG, JANGAN PERNAH HADIR DI KEHIDUPAN GUE LAGI" aku pun hanya bisa mematung ketika daffa berteriak kepadaku lalu berbalik kearah pintu keluar sebelum benar-benar keluar aku melihat nya lagi "oke daff,gue janji" setelah itu aku benar-benar pergi dari ruangan lisya dan pergi keruarangan dokter tok.. tok.. tok.. kriett pintu pun terbuka dan terlihat seorang wanita dengan pakaian rumah sakit "ada yang bisa saya bantu"tanyanya kepadaku "saya ingin mencheck apakah saya cocok dengan jantung pasien lisya"seketika wajah dokter itu berubah"apakah mbak adalah pendonor untuk pasien lisya" tanyanya lagi "iya"lalu aku masuk keruang dokter untuk memeriksa,setelah 1jam memeriksa aku pun hanya menunggu hasil yang akan keluar "bagaimana hasilnya dok?" tanya ku "kecocokkan jantung anda dengan pasien lisya adalah 99% kemungkinan akan berhasil tapi.." aku mempersiapkan hatiku ketika dokter berhenti tiba-tiba lalu menghembuskan nafas kasar "kondisi anda saat ini sedang buruk kemungkinan keselamatan anda hanya 30%"ucap nya terus terang dengan menatap wajah ku dengan gusar "tidak apa-apa lakukan saja operasi nya dok" dengan menampilakan senyumanku "baiklah opersinya akan dimulai 3 hari lagi jaga kondisi anda syahila" "baik dokter kalau begitu saya permisi " akhirnya rasa bersalah yang selama ini aku rasakan dapat terbalaskan dengan begini mungkin aku akan merasa senang karna lisya sudah dapat ditanangani dan aku akan pergi dalam kehidupan seorang Daffa mahendra sesampainya dirumah aku disibukkan menulis surat untuk lisya,milla,daffa,dan alex.
3 hari kemudian "mil" ucapku kepada mila "hm" "aku serius mil" "iya kenapa"ucap mila dengan nada yang kesal aku pun hanya terkekeh ketika melihat raut wajahnya sambil menyodorkan surat ku ke arah milla"ini" "apa nih ko surat-suratan sih gue buka yah "jangan dulu nanti aja kalo udah sampe dirumah"aku mencegah milla ketika dia hendak membaca suratnya "yaelah oke deh dasar,oh iya lo pulang sama siapa" tanyanya "sendiri" "yaudah bareng gue aja"jawab milla sambil mengajak ku "ngga sendiri aja deh" jawabku dengan cepat karna sekarang adalah jadwal operasi "yaudah kita jalan keparkiran"kami pun berjalan keparkiran beriringan tiba-tiba saja ada suara yang memanggil kami berdua "milla..syahila"kami pilun menoleh ke sumber suara yang memanggil kami berdua dan bisa kulihat yang sedang memanggil aky dan milla alex dan sampingnya ada daffa "ada apa" sahut milla kepada alex "kita kerumah sakit nengok lisya bentar lagi dioperasi makanya gue ngajak loe mil sama l.." "gak,lo ngapain sih ngajak cewek ini" sanggah nya dengan cepat sedangkan alex hanya mengaruk rambutnya yang tidak gatal "apan sih lo kalo ngga suka jangan gini juga"balas milla dengan kesal "udah mil kita pulang aja"balas ku dan tersenyum kepada milla "bagus pergi yang jauh" aku juga milla langsung pergi dari sana sedangkan daffa juga alex masih ditempat yang sama "lo kenapa sih gitu amat sama syahila,gak bisa apa maffin dia" "susah lex"alex hanya terdiam ketika daffa sudah mengucapkan kata susah,jauh dilubuk hati daffa memang menyesali perkataan nya barusan (maafin aku la).
sesampainya diruang iperasi syahila melakukan semuanya dengan lancar juga lisya setelah melakukan operasi perlahan-lahan membaik tapi berbeda dengan kondisi syahila disisi lain milla teringat dengan surat yang diberikan syahila lau membacanya hingga tak terasa airmatanya telah membasahi wajah milla "ngga mungkin"lirih milla ketika selesai membaca surat yang diberikan syahila lalu menangis histeris "syahila.. hikss.. hikss.. ngga mungkin" "yaampun kamu kebapa sayang" milla pun memeluk ibunya dengan erat lalu memberikan surat yang dibaca oleh milla tadi "yang sabar sanyang kita berdoa aja supaya syahila ngga kenapa-napa,yaudah mending sekarang kita ke RS"kata ibu milla dan hanya dibalas denganj anggukkan saja,sesampainya dirumah sakit milla tidak mengira bahwa syahila akan meninggalkan nya, disisi lain daffa,alex,juga keluarga lisya tersenyum bahagia karna operasi tranplamasi jantungnya berhasil tapi berbeda dengan daffa ketika hatinya begitu sakit melihat lisya juga teringat dengan syahila "sstt..sakit banget,ketika tiba-tiba gue keinget syahila"gumam daffa kepada dirinya sendiri lalu segera saja daffa mengusir pemekirannya tentang syahila dan gokus terhadap lisya.
perlahan-lahan lisya pun pulih dan keadaan nya semakin membaik,lisya pun kini sudah sudah aktifitas seperti biasanya tapi setelah 2minggu dia tidak bertemu dengan syahila juga milla lalu dia bertanya pada daffa "daffa,aku mau nanya deh"tanya lisya dengan antusias "kok aku ngga pernah liat syahila sama milla yah 2minggu terakhir ini"degg..setelah lisya bertanya tentang syahila tiba-tiba saja daffa membeku teringat akan ucapan saat dirumah sakit dulu"DAFFA"teriak lisya karna tidak mendapatkan jawaban dari daffa"ehh..ngga tau tanya aja sama milla mungkin dia tau"jawab daffa sekenanya"yaudah nanti pulang sekolah kita samperin milla"daffa hanya membalas ucapan lisya dengan anggukkan karna pikirannya mulai melayang kemana-mana,bel pulang pun berbunyi lisya begitu semngat untuk menemui milla bersama daffa juga alex "mill"dari kejauhan lisya memanggil milla,milla pun berbalik menatap orang yang memanggil nya "syahila mana mil lo kok ngga bareng dia"milla hanya diam ketika lisya bertanya tentang syahila lalu berhambur memeluk lisya "ehh..loe kenapa mil?" "pliese gue izin buat meluk lo sebentar"ucapnya sambil berkaca-kaca membuat daffa, alex,juga lisya kebingungan "lo mau ketemu syahila kan,ikutin aja gue"selam diperjalanan tidak ada yang membuka suara hanya ada keheningan di antara mereka ber4 sampai daffa menyadari bahwa milla bukan mengantar mereka kepada syahila melainkan TPU "lo apa-apaan sih bawa kita ketempat kayak gini"bentak daffa kepada milla sedangkan milla hanya terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan daffa, sehingga daffa dibuat kesal oleh milla,akhirnya milla berhenti di sebuah makam dengan batu nisan bernama syahila wafat 22 maret 2021, Bruukk... daffa pun terjatuh ketika melihat nisan bertulisan syahila "ngga mungkin..ngga mungkin"ucapnya sambil menatap nanar kearah nisan syahila "ini kenyaatan,lo yang udah nentuin pilihannya" luruh sudah pertahanan daffa saat ini ia hanya bisa menyesali perbuatannya dan meminta maaf beribu kali tiba-tiba milla menyodorkan sebuah kotak merah juga sebuah surat kepada daffa"ini dari syahila"lalu daffa menerimanya dan membacanya tak lupa membuka sebuah kotak saat yang pernah daffa berikan kepada syahila,disisis lain lisya juga alex hanya bisa mematung melihat kejadian yang terjadi di depan kepala mereka sendiri "sya jaga baik-baik kesehatan lo,sekarang disini syahila bela-belain but donor jantung buat transplamasi jantung buat lo" ucap milla sampai tak terasa air matanya sudah berjatuhan dari pelupuk matanya setelah mengecupkan semuanya mereka bertiga terdiam mencerna semua ucapan milla,akhirnya daffa tau arti dari sebuah kehilangan yang sesungguhnya daffa tiba-tiba saja teringat dimana saat dia melontarkan kata-kata kasar kepada syahila kini ia hanya bisa menangisi semua perbuatan nya dulu.
#Hargailah seseorang yang mencintai kita dengan tulus😊