Hari ini adalah hari ulang tahun Nirma yang ke-13. Pukul 13:30.
Teman-teman Nirma sedang mengunjungi rumah Nirma untuk memberinya sebuah kejutan/ surprise, mumpung Nirma sedang pergi keluar. Ada 4 teman-teman Nirma yang hendak memberikannya kejutan, mereka adalah Reo, Billy, Amon, dan Edo.
Ketika mereka berempat sudah sampai di rumah Nirma, Reo mulai menekan bel rumah Nirma.
'Ting tong.'
"Permisi..."
Beberapa detik kemudian Ibunya Nirma keluar.
"Ya, kalian siapa?" Tanya Ibunya Nirma.
Ibunya Nirma mengalami tunanetra atau buta sejak lahir. Tapi ia bisa mengetahui siapa mereka berempat dari suaranya. Lagipula mereka berempat sudah sering ke rumah Nirma, jadi ibunya sudah hafal dengan suara mereka berempat.
"Kami teman-teman Nirma, Tante," jawab Amon.
"Aku Reo, Tante."
"Aku Billy."
"Aku Edo."
Ibunya Nirma mengangguk, "Ah, rupanya kalian. Apakah yang satu lagi itu Amon?" Tanyanya.
"Benar, Tante." Amon menjawab mantap.
"Baiklah, silahkan masuk."
Tanpa menunggu lama lagi, mereka berempat melangkah masuk menuju rumah Nirma.
"Pasti kalian ingin merayakan ulang tahun Nirma," kata ibunya Nirma.
"Benar!" Jawab mereka berempat.
"Ditunggu ya, karena sekarang Nirma sedang berada di luar. Gak lama kok, paling sebentar lagi juga sampai."
"Ok." Mereka sudah tahu dari tadi bahwa Nirma sedang pergi.
"Ya sudah, Tante masuk ke kamar dulu ya, selamat merayakan ulang tahunnya Nirma," ibunya Nirma bergegas masuk ke kamar dengan dibantu oleh tongkatnya.
Mereka berempat menatapnya heran.
"Lho, kenapa Tante tidak mau ikut?" Tanya Reo.
"Tidak, Reo. Tante capek banget hari ini, ingin tidur. Lagipula Tante sudah merayakan ulang tahun Nirma pagi-pagi sekali," jawabnya.
"Oooooh." Reo mengangguk.
10 detik kemudian Ibunya Nirma masuk ke dalam kamar. Beberapa menit kemudian ia telah tertidur pulas.
Kini mereka berempat sedang menunggu kehadiran Nirma.
🎃🎃🎃
Nirma sedang dalam perjalanan pulang. Jarak Nirma dengan rumahnya sudah hampir dekat.
Nirma begitu gembira atas bertambah umurnya hari ini. Pemandangan di sekitar Nirma jadi terlihat lebih indah baginya, padahal pemandangan tersebut tidak ada yang berubah sejak lama.
Beberapa detik kemudian Nirma telah sampai di rumahnya.
"Ma, aku pulang."
Nirma melihat sekitar.
Gelap.
"Ma?"
Nirma merasa heran. Apa yang sebenarnya terjadi?
Tiba-tiba...
Entah dari mana, muncul 4 hantu di depan Nirma secara mengejutkan.
"Niiiirmaaaaa..." Seru para hantu itu dengan suara yang menakutkan.
Alangkah takutnya ia.
"AAAAAAAAA..." Nirma lari ketakutan, menuju jalan raya, menghindari para hantu itu.
Tiba-tiba saja sebuah mobil yang mengebut menabrak Nirma, membuat Nirma terpelanting ke depan.
Nirma terkulai lemah di atas jalan raya.
Keempat teman Nirma keluar dari rumahnya Nirma, kemudian menghampirinya dengan rasa khawatir karena mereka mendengar teriakan Nirma sebelumnya.
"NIRMA, BANGUN!" Seru Amon.
"NIRMA... NIRMA..." Billy dan yang lainnya mencoba membangunkan Nirma.
Nirma tersadar sebentar, mendengar teriakan teman-temannya. Tak lama kemudian nyawa Nirma melayang.
Mobil yang sebelumnya menabrak Nirma hendak kabur dari orang yang ditabraknya.
Entah darimana asal keempat hantu itu.
Itu masih menjadi misteri bagi Nirma.
🎃🎃🎃
Ada sedikit orang yang mengatakan bahwa angka 13 adalah angka sial. Benar saja terjadi dalam kisah ini, Nirma meninggal di umurnya yang ke-13, sebab mencoba kabur dari 4 hantu itu.
Ada sedikit orang yang mengatakan bahwa angka 4 adalah angka mematikan/ kruisal. Benar saja terjadi dalam kisah ini, Nirma diganggu para hantu yang berjumlah 4, tak lebih tak kurang.
Esok harinya...
Nirma mencoba untuk mencari jawaban atas segalanya di sekolah. Ia sudah mencoba untuk pergi ke rumahnya sendiri, tapi hasilnya hanyalah sia-sia belaka, tak ada hasil.
Tubuhnya menembus berbagai dinding hingga menuju ruangan kelasnya.
Ketika sudah sampai, ia mendengar percakapan Reo, Billy, Amon, dan Edo.
"Bagaimana ini!" Reo terlihat panik.
"Sudahlah, lagi pula Ibunya Nirma tidak tahu kalau saat kemarin kita menyamar menjadi hantu untuk memberikan kejutan ulang tahun pada Nirma dan kita yang menyebabkan Nirma ketabrak mobil, toh dia tak bisa melihat." Billy justru terlihat santai.
"Kok kamu santai gitu sih. KITA TUH YANG MENYEBABKAN NIRMA MENINGGAL! Apalagi sekarang polisi sedang menyelidiki kejadian itu! Hatiku tuh gak tenang!" Jawab Amon.
"Benar!" Timpal Edo.
Seketika Nirma terkejut akan apa yang ia dengar. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Sekarang ia tahu segalanya, pagi ini.
Kini Nirma benar-benar marah pada mereka berempat.
Nirma berniat mengungkapkan rasa marahnya pada mereka berempat. Untuk itu hanya 1 hal yang akan ia lakukan malam nanti...
Dendam.
🎃🎃🎃
Malam harinya, pukul 23:35. Di jalanan yang sepi, lengang, nan sunyi.
Amon membuka matanya perlahan, melihat sekitar, mendapati dirinya terduduk di atas jalanan.
"A...AKU DIMANA INI!" Amon berseru panik.
"KE...KENAPA AKU ADA DI SINI!"
Amon mencoba kabur.
"KENAPA TIDAK BISA!"
Rupanya Amon terikat oleh tali.
Dan tak hanya Amon yang diikat. Ada Reo, Billy, dan Edo. Mereka berempat diikat menjadi satu dengan tali.
"Teman-teman!" Seru Amon.
"Kita ada di mana. Dan kenapa kita ada di sini?" Tanya Edo, ia baru siuman, begitu juga dengan yang lainnya.
"Aku juga bingung nih." Balas Reo.
"Kalian berada di sunyi nya jalan rayaaa..."
Sontak mereka berempat terkejut.
Itu bukan suara mereka berempat. Suara itu berasal dari belakang, suara yang amat mereka kenal. Suara Nirma!
"Aku sudah tahu semuanya. KENAPA KALIAN BERBUAT ITU PADAKU!"
Mereka berempat nampak ketakutan.
"M...m...maafkan kami, Nir." Ucap Edo gugup.
"Aku sudah tiada, dan kalian baru minta maaf? APA GUNANYA!?"
Mereka berempat terdiam.
"Inilah waktu yang tepat untuk membalaskan semuanya, membalaskan apa yang kalian perbuat PADAKU!"
Tiba-tiba saja cahaya yang amat silau menerangi mereka berempat dari bagian depan mereka.
Rupanya itu adalah, mobil yang melintas! Terlihat hendak menabrak mereka berempat!
"Sama seperti aku, KALIAN AKAN MERASAKAN BAGAIMANA AKU MATIII!"
Hal yang mengejutkan terjadi. Seluruh lampu jalan di sekitar jalan itu pecah dengan sendirinya! Energi kemarahan yang lebih dari kata "sangat besar" dari Nirma menyebabkan hal itu terjadi!
Hanya lampu mobil itu saja yang menyala.
Mobil terus melaju ke depan, semakin mendekati mereka berempat.
"Kita harus melepas ikatan tali ini!" Usul Amon.
Edo, Billy, dan Reo mengangguk.
"Sia-sia... Tali itu tak akan bisa lepas dari tubuh kaliaaaan..."
APA!
"Itu bukanlah tali biasaaaaaa..."
Benar saja!
Ternyata tali tersebut adalah ular! Tidak berbisa/ menggigit memang, tapi wajah ular itu amat seram, rusak dan mata serta mulutnya mengeluarkan darah merah segar!
"Dan ular itu juga membuat kalian tidak terlihat dan terdengar oleh manusiaaaaa..."
Benar saja! Mobil yang hendak melaju itu tidak melihat mereka berempat, sehingga membuat mobil itu melaju seenaknya.
"Selamat merasakan APA YANG KURASAKAN..." Seketika tubuh Nirma menghilang begitu saja.
Jarak antara mobil itu dengan mereka berempat sudah 1 meter, hanya tinggal menunggu waktu saja...
"AAAAAAAAAAAA..."
Gubrak!
Orang yang mengemudikan mobil itu terkejut melihat bahwa ia telah menabrak mereka berempat, membuat mereka berhenti bernafas. Orang itu tak menyangka mereka berempat muncul secara tiba-tiba.
Sama seperti mobil yang menabrak Nirma, mobil itu kabur begitu saja.
🎃🎃🎃
Berita bahwa ada 4 orang yang meninggal di tengah jalan menyebar luas. Alangkah terkejutnya semua orang akan berita itu. Dan jalanan tersebut dianggap angker pada hari ini hingga seterusnya, sehingga tak ada lagi yang berani untuk melintasi jalan tersebut.
Alasan dari kejadian itu belum diketahui secara jelas oleh orang sekitar. Polisi dan yang lainnya sudah mencoba untuk menyelidikinya, tapi tidak berhasil.
Karena kejadian itu, terinspirasi lah sebuah film yang menceritakan mengenai jalan angker tersebut. Tak disangka, film tersebut menjadi trend di seluruh dunia.
Kini Nirma bisa tenang sekarang.
Jawaban telah terungkap.
Tapi buruknya, ia melampiaskan dendam itu, sungguh perbuatan yang buruk.
~ TAMAT ~
Follow IG ku: @rainhard.frealdo
Follow MLBB ku: TheCircleOfFire. ID: 635724455
Jangan lupa untuk membaca cerpen karya saya yang lain di bawah ini ya :) 👇🙏
Jangan lupa juga untuk membaca novel pertama saya: "Dunia Langit". 🙏🙏