Perkenalkan nama ku sena.
Saat ini ku sedang joging bersama teman-teman ku.
Kali ini,teman ku berniat muter-muter saja. Namun kali ini lumayan jauh
Setengah perjalanan.
Kami duduk di warung,sekalian membeli minum dan beristirahat. Lagi enak-enak ngobrol tiba-tiba ada beberapa orang cwo dan teman ku bilang ia salah satu nya lumayan ganteng. Setelah ku perhatikan,yaa si ganteng tapi ku gak tertarik jadi ku masa bodoin saja.
Tiba-tiba teman ku malah mengajak mereka ngobrol "hadeh kebiasaan" pikir ku. Eh seorang cwo menghampiri ku dan mengajak berbicara,ku lihat ke arah teman ku wajah mereka seperti lumayan kesal.
"kaya nya ini yang mereka incar" pikir ku lagi
Karna ku tau salah satu teman ku menyukai nya,ku mencoba menghindari nya. Dia berisik,banyak tanya,benar-benar bukan tipe ku.
"Di diemin bukan diem malah berisik aj9" pikir ku lagi.
Ku mendekatkan diri ke salah satu teman ku yang menyukai dia,agar mereka dekat.
"mending lo ngobrol sama dia,topik lo bosenin.lo juga berisik,g cocok ngobrol sama w" kata ku sambil pindh tempat lebih jauh dan menyendiri.
Saat ini ku di samping warung sambil membaca komik di hp,eh lagi-lagi dia datang. Benar-benar menggangu.
Ku rasakan sesuata memberatkan leher ku. Saat ku liat,damn.
"Brengsek lo,baru kenal rangkul-rangkul" ucap ku.
Teman ku yang melihat dan mendengar langsung datang menemui ku.
"kenapa senn?" Tanya salah satu teman ku
"Ni cwo,rangkul-rangkul seenak nya. Lanjut jalan aja yuk" jawab ku
Bukan membela ku,mereka malah membela si cwo. Ia bilang aku lebay,tidak normal,apalah.
Yaa mau gimana lagi,seblum nya aku tidak pernah pacaran. Jangankan pacaran dekat dengan cwo aja nggk,jadi wajar aku marah di rangkul-rangkul sama cwo asing.
Ku hanya menundukan kepala,lalu membeli minum dan memutuskan untuk pulang saja.
"w duluan yaa,cape" ucap ku dengan nada pelan.
"yaaa udah,hati-hati lo" jawab teman ku
Aku sedikit kecewa,ku kira mereka akan pulang bersama ku. Eh malah milih nongkrong dengan cwo gak jelas. Biarlah ~
....
Esok pagi nya ku mendengar teman-teman ku belum pulang ke rumah,orang tua mereka menanyakan nya kepada ku. Ku jawab saja aku tidak tau karn ku pulang duluan.
Mereka menanyakan dimana lokasi warung tersebut,setelah ku beritahu mereka minta di antar. Entah kenapa perasaan ku tidak enak..
Sesampai nya di warung,mereka menanyakan hal yang sama,si pemilik warung menjawab bahwa ia tidak tau. Saat itu sudah siang,teman-teman ku pergi ke arah berlawanan dengan arah pulang,mereka pergi bersama cwo-cwo tersebut.
Mendengar penjelasan pemilik warung makin membuat merasa tidak enak. Seharus nya ku paksa mereka waktu itu.
orang tua teman-teman ku mulai terlihat panik dan mereka menanyakan,kira-kira cwo-cwo saat itu terlihat seperti umur berapa?
"mungkin 3th lebih tua dari saya om/tante" jawab ku dengan nada pelan di karnakan kurang yakin.
Mereka memutuskan pulang dulu ke rumah,kalau sore sampai besok belum ada kabar maka mereka akan melapor polisi.
Malampun datang aku tak bisa tidur dengan tenang. Tiba-tiba saja ponsel ku berdering,setelah ku lihat ternyata telpn dari salah satu teman ku. Pas ku ingin angkat telpn tersebut malah mati. Aku takut mereka kenapa-kenapa,sontak saja ku bangunkan orang tua ku dan memberitahu nya. Esok pagi nya orang tua ku memberitahu orang tua teman-teman ku. Mereka bilang sebelum nya nomer anak mereka tidak aktif. Kali ini aku meresa takut..
Mereka mencoba menghubungi nomer anak nya lagi namun tidak aktif dan akhir nya mereka melapor kepolisi. Mama khawatir aku ikut ilang,alhasil ia hanya mengizinkan aku main di sekitar rumah.
Sehai ini polisi juga tidak mendapat informasi apapun.
Jam 00:25
Aku sudah tertidur tapi tiba-tiba saja hp ku berbunyi lagi,itu telpn dari teman ku yang kemarin. Saat berhasil ku angkat tidak ada suara apapun lalu telpon nya mati. Aku langsung bangun dari tempat tidur dan segera memberitahu ke pada orang tua ku,namun tiba-tiba saja ada pesan masuk dari teman ku yang sama. Pesan itu mengatakan aku tidak boleh mengatakan kalau ada telpon dari ia. Ku takut jadi ku diam beberapa menit memikirkan lagi.
Saat sedang berfikir ia mengirimi pesan dan meminta ku keluar dari rumah,sontak ku takut tapi aku juga penasaran. Ku memutuskan keluar dan sudah memasang aplikasi pelacak hp di pc ku,untuk berjaga-jaga jikalau aku ikut ilang,seblum keluar dari rumah ku tulis pesan di kertas untuk orang tua ku.
"kalau sena hilang buka aplikasi pelacak di pc,mungkin saja hp sena tidak terlepas dari sena"
Setelah menulis nya,ku menuju keluar rumah dengan perasaan takut.
Sesampai nya di luar rumah,ku liat kanan kiri tidak ada seorangpun,ku mencoba jalan beberapa langkah lagi ke depan rumah. Tetap saja tidak ada siapapun.
Tiba-tiba pesan masuk datang,mengkagetkan ku.
Pesan itu menuliskan "arah jam 8,ikuti mobil itu"
Ku tengok dan kuperhatikan,yaa memang ada mobil kecil bewarna biru gelap. Saat ku perhatikan mobil itu tiba- memutar arah dan jalan perlahan. Dengan rasa takut ku ikuti mobil tersebut.
Terlalu takut dan fokus membuat ku tidak sadar jika ini sudah terlalu jauh. Ku menyalakan senter hp karna tempat tersebut gelap di tambah lampu mobil sudah tak lagi nyala,ku lihat sekitar hanya ada bangunan rumah yang rusak/belum jadi,di tambah banyak coretan.
Pintu mobil itu terbuka,aku memberanikan diri untuk melangkah kedepan melihat ada apa di sana. Baru saja 3/4 langkah tib-tiba orang dari mobil melemparkan plastik ke arah ku,plastik tersebut ternyata berisi usus dan masih berbau darah ku kaget,takut,panik. Aku melarikan diri tanpa arah dan berusaha menelpon mama,ku lihat kebelakang mobil tidak ada yang mengejar ku namun ku bisa melihat cahaya mobil tadi.
Akhir nya telpon ku terhubung ke mama,aku menjelaskan semua sambil berlari. Aku meminta mama untuk melihat lokasi ku dengan aplikasi yang ada di pc,ia mengatakan ia dan yang lain akan menjemput ku. Aku cukup tenang,aku malah tersadung batu dan jatuh. Buru-buru bangkit dan lanjut lari namun tiba-tiba ada yang memeluk ku,ternyata lelaki yang waktu itu.
Aku panik ku gigit dan ku injak kaki nya berharap ia kesakitan dan melepaskan aku. Dan yaa aku beruntung,ku lihat kebelakang ternyata ad mobil itu dan ia bersama teman-teman nya,baju mereka terlihat jelas ad bekas darah.
Ku melihat kebelakang lagi lampu mobil itu nyala dan perlahan berjalan mundur. Ini benar-benar membuat ku takut,apa mereka psikopat yang gila sampai-sampai membuat ku seperti ini. Lalu usus tadi usus apa?siapa?
Ku lihat jam di hp menunjukan jam setengah 3.
Ku mulai merasa lelah,tiba-tiba di depan ku ada cahaya terang seperti mobil dan ku merasa seseorang memeluku lagi dari belakang. Ku lihat itu temab dari si cwo tadi,mulutku di tutup dengan kain dan perlahan entah kenapa ku merasa ngatuk.
Saat ku bangun,ku berada di Kamar.
Aku kaget dan bangun mencari mama. Saat keluar rumah malah ramai,di rumah teman-teman ku juga ramai dan ada bendera kuning..
Mama melihat ku dan menjelaskan kepada ku apa yang terjadi saat ku tidur tadi.
Ia mengatakan teman-teman ku menjadi korban kekerasan seksual dan tubuh mereka terpisah-pisah. Ginjal dan mata mereka hilang,menurut polisi organ tersebut sudah di jual.
Ku tanya kepada mama,dimana itu di temukan?ia menjawab beberapa bagian ada di mobil dan sisa nya di dalam rumah rusak/belum jadi tadi.
"usus itu,usus teman ku?" tanya ku gugup
"usus?di dalam plastik merah?"jawab mama
Ku hanya nenganggukan kepala karna masih tak percaya,ku harap bukan. Tapi mama mengiyakan nya,ku kaget dan tiba-tiba saja menangis. Mungkin karna ku takut
Saat ku kembali tenang beberapa orang tua teman ku mengatakan terima kasih kepada ku,karna jika tidak mereka tidak bisa memakamkan anak nya dengan tenang dan pelaku berkeliaran.
Walau mendapat ucapan terimaksih dari keluarga teman ku,aku masih merasa takut dan bersalah.
The end [ Tamat ]