Di sebuah gubuk tua, hiduplah seorang wanita yang memang tidak berpendidikan tinggi dan selalu di bodohi, ia bernama Muni.
Hingga suatu hari, ia bertemu Pria yang bermama Bima yang tengah kesakitan. lalu Muni pun menolong nya dan membawa nya ke rumah.
"Ehm, aku tidak punya cukup uang untuk membawa mu ke rumah sakit maupun mengobati mu dengan alat medis lengkap. tapi semoga dengan ini kamu bisa kembali pulih ya" Ucap Muni sambil membalurkan dedaunan pada luka Bima.
Dua hari berlalu, setelah Bima di obati oleh Muni, perlahan ia kembali pulih dan mulai bisa beraktivitas kembali.
"Bagaimana kabar mu Mas?," Tanya Muni.
"Aku sudah baik, terimakasih ya. oh ya namaku Bima" Jawab Bima sambil memperkenalkan diri.
"Namaku Muni, ehm.. kalau kamu sudah bisa berakvitas, kamu bisa pergi dari sini" Ucap Muni sambil membuang muka.
"Kenapa begitu Muni, aku baru saja berterimakasih dan kamu malah mengusir ku?" Tanya Bima.
"Bukan begitu Mas, aku hanya tidak mau warga malah curiga padaku dan nanti jadi timbul fitnah" Jawab Muni.
Lalu Bima yang memang sudah tumbuh benih cinta pun hanya bisa tersenyum sambil memegang tangan Muni.
"Sekali lagi terimakasih ya Muni, aku pamit" Ucap Bima.
Muni pun hanya tersenyum kecut tanpa menaikkan pandangan nya sedikit pun ke arah Bima.
Hari demi hari di lewati Muni, ia menjalankan kehidupan nya seperti biasa, namun semua kembali aneh ketika Bima datang tiba-tiba ke rumah Muni dengan membawa kedua teman nya.
"Mas ngapain kesini lagi?" Tanya Muni.
"Aku ingin melamar mu, maukah kamu menjadi pendamping ku?" Tanya Bima.
"Aku mau Mas" Jawab Muni yang polos.
Lalu dengan polos nya pernikahan sederhana itu pun langsung terjadi hari itu juga. setelah semua selesai, Bima dan Muni pun melakukan bulan madu di malam hari nya.
Hingga tiga bulan kemudian, Muni tengah hamil muda, lalu Bima pun harus berpamitan ke kota untuk bekerja.
"Muni, aku harus kembali ke kota, kamu jaga diri baik-baik ya" Ucap Muni.
"Kamu juga yak. Mas pergi dulu" Balas Bima lalu pergi.
Bulan demi bulan Muni berjuang untuk membesarkan calon anak nya, namun ia harus kecewa karena Bima kini sudah menikah lagi dengan gadis kaya di kota.
Muni pun kecewa hingga memutuskan untuk mencari Bima ke kota dan menegur nya atas semua perbuatan nya.
Dan benar saja, walau Muni tidak berpendidikan, tapi Muni cerdas karena bisa menggunakan anjing peliharaan nya untuk mencari Bima.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita ketemu Papah" ucap Muni.
Setelah itu, Muni pun berhasil menemukan rumah Bima dan istri. Lalu ia pun segera mengetuk pintu.
"Kamu?," Ucap Bima kaget.
"Kenapa Mas?, kamu kaget aku kesini?" Tanya Muni.
"E.. enggak kok, ehm..itu anak siapa yang tengah kamu kandung" Tanya Bima.
"Anak kamu Mas, usia nya 9bulan" Jawab Muni.
"Gak mungkin hehe" Balas Bima" Ucap Bima.
Lalu tidak lama dari itu, datang lah seorang wanita yang cantik langsung menegur Bima dan Muni.
"Ada apa? kenapa ribut-ribut." Tanya Istri.
"Biasa lah ada pengemis minta-minta" Jawab Bima yang memaki Muni.
"Baiklah, aku memang pengemis, tapi ingat Mas. karma tetap akan ada." Ucap Muni.
Lalu Muni yang kecewa pun kembali ke desa dan berjuang membesarkan buah hati nya sendiri, hingga akhir nya setelah sekian tahun Bima tidak muncul, ia pun kembali menemui Muni yang kini sudah menjadi pemilik all perkebunan maupun persawahan di desa.
"Kamu masih ingat jalan pulang Mas? " Tanya Muni.
"Maafkan Mas Muni, maafkan Mas. " Ucap Bima.
"Aku sudah memaafkan kamu, dan sekarang aku sudah bahagia, pergilah" Balas Muni.
"Tapi Mas mau melihat anak Mas" Pinta nya.
"Dulu saat dia di dalam kndungan Mas malah mengusir kami, dan kemana aja Mas selama ini?, dan sekarang kamu tiba-tiba datang lagi ada apa?" Tanya Muni.
Setelah itu Bima pun pergi dan merenungkan kata-kata Muni. hingga akhir nya Muni pun dapat menjadi orang yang sukses karena bisnis nya dan Bima pun hidup dengan perasaan bersalah.
Tamat...
Jangan lupa like koment and saran🥰