Halo Semuanya, sebelum kalian semua membaca cerpen kali ini, Noer cuma mau bilang ya. Kalau cerita ini hanya karangan dari Noer sebagai penulis yang suka ngehalu.
Jangan baper, jangan di anggap serius. Noer cinta damai kok.
***
Brukkk
"Aduh, matanya kema... na sih?" ucap ku terbata melihat seorang pria yang sedang berdiri di depanku.
Awalnya aku berniat memaki pria itu karena telah menabrak ku dan membuat karangan bunga yang aku bawa hampir saja terjatuh.
Tapi begitu melihat pria yang ada di depanku itu, tiba-tiba kata-kata pun sulit keluar dari bibir ku. Aku bahkan harus meneguk saliva ku dengan susah payah.
"Noer..." panggilnya padaku.
Aku bahkan tidak sanggup menjawab sapaannya. Hingga pada akhirnya aku memilih untuk pergi menjauh darinya. Aku menundukkan kepalaku dan dengan cepat meninggalkannya, berjalan secepatnya menjauh darinya.
Pria itu adalah mantan kekasih ku, dua tahun yang lalu kami putus. Alasannya adalah ternyata dia hanya menjadikan aku alasan untuk putus dengan mantannya yang sebelumnya. Jujur saja aku sangat kesal dan memilih untuk putus darinya.
Aku meneruskan langkah menuju ke tempat tujuan ku, saat ini aku sedang berada di pesta pernikahan seorang temanku. Aku mendekati meja tamu dan meletakkan buket bunga yang aku bawa.
"Selamat datang, silahkan masuk!" sapa sang penerima tamu.
Aku masuk kedalam, dan seorang teman lamaku menghampiri ku.
"Noer, hai... " sapa Devi teman ku yang terkenal kepo dan super nyebelin.
Aku tersenyum saat dia mengulurkan tangannya padaku, dan dengan senang hati aku menjabat tangan Devi.
"Hai Dev, pa kabar?" tanya ku sekedar bernada basi.
Dia lalu merangkul lengan seorang pria tampan berkacamata dan seperti sedang memamerkan kemesraan mereka di depanku.
"Sendirian aja Noer, masih jomblo ya? ya ampun Noer udah enam bulan lho kamu putus dari Ryan, masak iya belum move on juga!" kata nya padaku.
Aku tahu apa yang di katakan Devi barusan itu tujuannya untuk mengejekku. Dia bahkan mengatakannya dengan keras hingga para tamu yang berada di dekat kami menoleh ke arahku.
"Siapa bilang, dia datang bersama ku!" ucap Adi Restu.
Aku menoleh pada pria tinggi dan putih yang saat ini meletakkan tangannya di pinggangku. Aku mencoba untuk menggeser sedikit posisi berdiri ku namun pria itu kembali menarik ku mendekat padanya.
"Adi Restu?" ucap Devi tak percaya lalu terkekeh.
"Ya kali Noer, balikan lagi sama mantan!" ucap nya.
Jika aku tidak sedang kesal pada pria yang bernama Adi ini, aku pasti sudah membalas apa yang diucapkan oleh Devi.
Jika dibandingkan dengan pacarnya Devi, Adi seratus kali lebih ganteng dong. Pacarku eh salah mantan pacarku itu bisa dibilang mirip artis Korea yang bernama Lee dong Wook. Bisa di bayangkan betapa tampan dan penuh karismanya dia.
"Memangnya kalo mantan kenapa? sebentar lagi kami juga bakal balikan. Karena selama dua tahun ini aku sama sekali gak bisa lupa sama Noer!" (Ahai...) Ucap Adi sambil terus memandangku.
Aku berbohong jika aku tidak panas dingin saat melihat tatapan Adi yang dalam sekejap bisa membuat aku lupa kalau dia pernah menyakiti ku. Devi terdengar sedang mengatakan sesuatu, tapi jujur saja aku tidak terlalu mendengarnya karena tentu saja lebih menyejukkan memandang wajah ganteng Adi daripada mendengarkan ucapan pedas Devi.
Karena kesal Devi pun pergi meninggalkan kami. Dan karena si ratu kepo itu sudah pergi aku pun menarik tangan Adi agar melepaskan pelukannya di pinggangku.
"Makasih, tapi orang nya dah pergi gak usah pura-pura lagi!" ucap ku ketus kembali.
Aku baru berjalan dua langkah dan Adi kembali menarik tanganku hingga menubruk dada bidangnya.
"Apa lagi sih?" tanya ku sambil berusaha melepaskan tanganku.
"Aku tidak pura-pura, selama dua tahun ini aku tidak bisa melupakan mu, dan setelah kamu minta putus dulu, aku bahkan tidak pernah mencintai wanita lain. Noer... kembalilah padaku! aku minta maaf atas apa yang aku lakukan dulu. Tapi dua tahun tersiksa tanpa mu sudah merupakan hukuman yang berat bagiku!" ucapnya.
Aku sengaja tidak ingin memandang wajahnya karena aku pasti akan luluh jika melakukan itu. Tapi Adi justru meraih dagu ku dan membuatku menatap matanya yang bisa dalam sekejap membuatku tenggelam.
"Kembalilah padaku, aku mohon!" ucapnya lagi.
***
Coba kalian tebak apa aku terima atau tidak? Ya jelas aku terima lah.
Thanks for reading....
See you in the next story....