Sudah dua hari ini aku diikuti oleh seseorang saat berjalan di gang rumahku. Tetapi, saat aku menoleh ke belakang tetapi tidak ada orang sama sekali. Siapa gadis kecil itu.Aku sangat penasaran karena dia hanya mengikuti ku tanpa alasan apapun. Jauh sudah aku berjalan dan merasa tidak diikuti lagi. Aku merasa sangat lega.
"Gadis itu dari kemarin selalu menggunakan topi berwarna biru, jadi, aku tidak bisa melihat dengan jelas. Huft," malas memikirkan, lebih baik aku bergegas sebelum terlambat ke sekolah.
Tap tap tap
Suara sepatuku bergema di lorong sekolah. Tinggal 3 menit lagi proses belajar akan dimulai.
"Astaga, kenapa aku bisa terlambat," ucapku sembari berjalan lebih cepat. Sampai di kelas ternyata para Guru belum datang. Syukur. Pikir ku.
"Aku kira kamu bakal telat tahu," ucap Alya yang duduk di sebelahku.
"Iya, tadi ada kendala sedikit." jawabku.
Keesokan harinya. Aku pergi ke sekolah. Ku lihat ke kanan dan ke kiri memastikan bahwa gadis kecil itu ada.
"Aneh, kemana gadis misterius itu. Apa mungkin dia sudah pergi dari sini?" tanya ku pada diri sendiri.
"Ah, lupakan. Lebih baik aku bergegas."
Sampai baru beberapa langkah, gadis itu datang. Aku sedikit menoleh ke belakang melihat nya sekilas.
"Hari ini akan ku tangkap kamu. Wahai gadis kecil," batin ku. Dan aku berpura - pura menoleh ke belakang. Tepat sekali ia langsung bersembunyi, kesempatan itu ku gunakan untuk bersembunyi di balik pohon besar. Lantas aku mengintip nya. Gadis kecil itu terlihat kebingungan. Saat mangsa tepat di samping ku. Aku langsung menangkap nya.
"Ha dapat kamu!" seru ku setelah berhasil menangkapnya.
"Hayo, siapa kamu. Kenapa kamu selalu mengikutiku?" kepalanya menunduk saat aku berbicara. Apa aku terlalu keras, ya?"
"Hm, baiklah. Hey gadis manis siapa kamu dan di mana rumahmu?" tanya ku. Dia menunjuk sebuah rumah. Rumah itu tepat di sebelah rumahku.
"Oh ya ampun, jadi dia tetangga baruku. Kenapa aku tidak tahu sih,"
"Dan siapa namamu" mendengar pertanyaanku, gadis itu langsung mengangkat kepalanya.
"Aih, ternyata dia gadis yang sangat manis. Lihat pipinya yang besar, matanya sipit dan poni rambutnya yang lucu. Uh apalagi saat dia tersenyum mirip sekali dengan boneka yang ada di rumahku, hihihi," batinku mulai asal bicara.
"Namaku Lala," oh jadi namanya Lala. Nama yang bagus juga.
"Jadi, kenapa Lala terus mengikuti ku?" ku lihat dia seperti mengambil sesuatu di dalam ransel kecil nya.
" Ini, Lala melihat kakak menjatuhkan buku ini. " aku langsung mengambil bukunya. Dan ternyata ini buku yang ku cari dari kemarin. Aih padahal ku kira bukunya hilang.
"Wah, terima kasih Lala. Untung kamu menemukannya dan mengembalikan pada ku. Kalau tidak aku pasti akan kena hukum." ia mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah sebagai tanda terimakasih. Ini aku berikan untukmu." ku sodorkan dua buah lolipop padanya.
"Terima kasih!" girang nya.
Aku lantas melihat jam di tangan ku. Dan ini sudah hampir jam tujuh. Aku pasti akan terlambat jika tidak berangkat sekarang.
"Lala maukah kamu menjadi temanku?"
"Mau...Mau....mau!" jawabnya sambil melompat - lompat.
"Baiklah sekarang kita berteman, tetapi teman sekarang aku harus pergi ke sekolah. Nanti sore kita bisa main bersama, oke!" dia mengangguk setuju. Aku lantas berlari menuju sekolahku.
Sesuai janjiku pada Lala, sore hari aku mengajak nya bermain bersama. Aku sempat bertanya kenapa Lala selalu menggunakan topi biru? Ia menjawab "Biru adalah warna kesukaan Lala." Jadi begitu kenapa lala si gadis manis selalu menggunakan topi warna biru.