Pernahakah kau mendengar tentang sebuah racun yang bisa membuat mati menderita secara perlahan?
Racun-racun yang berada dalam daftar senyawa kimia? Oh tidak, bukan itu maksudku.
Lalu apa itu racun yang kumaksud?
Jawabannya ada cinta.
Ya cintalah yang bisa membuatmu teracuni dan mati secara perlahan dengan menyakitkan.
Aku berani untuk mengatakan seperti ini, bukan sebuah khayalan dan kata-kata belaka. Tapi memang itulah yang kurasakan.
Semenjak aku jatuh cinta padamu dan memperjuangkan cintaku yang selalu kau tolak itu aku mulai merasakan racun yang perlahan menyiksaku itu.
Kau menolakku dengan keras, bahkan kau memperlakukanku seperti budakmu padahal sudah jelas aku ini istrimu! Tapi kau tak menghiraukannya.
Kau terus memperlakukanku dengan seenaknya tanpa mempedulikan hatiku yang juga ikut kau cabik-cabik.
Tetapi karena cintaku aku rela menerima semua perlakuanmu padaku itu. Aku tak akan memprotesmu karena aku juga mengerti mengapa kau bersikap seperti ini padaku.
Tapi maafkan aku, sepertinya racun ini terlalu kuat. Aku merasa aku tak akan bisa lagi bertahan di sampingmu untuk menjadi pelampiasan seluruh emosimu seperti selama ini.
Maka kutinggalkan surat ini untukmu, jika memang benar aku sudah tak bisa bertahan lagi dan aku berharap kau dapat membacanya.
Ah harapanku mungkin terlalu tinggi. Jadi biarkanlah saja menjadi harapan. Aku hanya ingin menulis surat ini saja.
Racun ini, sudah tak dapat kutahan lagi meski tadi pagi aku baru mengetahui bahwa ternyata aku sedang membawa kehidupan lainnya di dalam perutku ini.
Kurasa ibu harus minta maaf padamu nak, gara-gara racun ibu ini kita harus pergi terlebih dahulu meninggalkan ayahmu sendiri di sini.
Ah mungkin dia memang lebih senang ditinggal kita, jadi mari kita pergi dengan tenang saja nak. Terimakasih telah menemani ibu di saat-saat terakhir ibu.
Terimakasih karena telah menikahiku walau kau terpaksa dan terus menjadikanku budakmu.
Terimakasih telah memberikanku kebahagian kecil berupa sebuah nyawa yang ada diperutku ini mas, meski pada akhirnya kami harus pergi lebih dulu meninggalkanmu.
Racun ini sudah tak bisa kutahan lagi...
~~~~~
Dan itulah isi surat yang ditemukan seorang lelaki di kamar tidurnya. Kamar tidur yang menjadi saksi bisu betapa kejamnya ia selama ini dan betapa hancurnya dia saat ini.
Mengetahui bahwa wanita yang selama ini berada di sisinya bertahan demi dirinya, cintanya namun malah dia perlakukan dengan buruk.
Mengetahui bahwa dia tak hanya membunuh wanitanya tetapi juga calon anak mereka.
Dia jatuh menangis dalam keterpurukannya.
Meski begitu waktu sudah tak dapat diputar kembali. Wanita itu telah pergi meninggalkannya selamanya bersama dengan calon bayi mereka.
FIN~~~
A/N : Yeah lagi-lagi memang tentang penyesalan. Mungkin karena author lagi banyak penyesalan? Hahaha :v