(1.0)
Malam hari itu, seluruh kota Rensera sedang dilanda hujan lebat. Hujan itu juga disertai dengan petir dan angin yang cukup kencang, sehingga beberapa orang memutuskan berhenti sejenak menunggu hujan reda atau juga ada beberapa orang yang memilih untuk menginap sekaligus beristirahat.
Drrrrrrettt....jglar!!!
"Halo...ibu? kau mendengarnya?"
"Halo? Ckk, Sinyalnya menghilang!"
Duar!!!
Ckraaaat!!!
"KYA!!!"
Kilat besar tiba-tiba menyambar, suara yang keras tersebut bahkan membuat jendela kamar itu bergetar cukup kuat meskipun tidak sampai membuatnya pecah.
"Petir tadi kuat sekali!" Kata gadis bernama Cantika setelah dirinya bangkit dari posisinya berjongkok takut.
"Haincuhhh!!!!brrrrr" Bunga yang sedang menggigil kedinginan di dekat Arum pun mengangguk.
Arum sendiri sedang duduk di kasur sementara Bunga duduk di bawahnya, lebih tepatnya di samping kakinya dan menjadikan kaki itu sebagai tempat bersandarnya.
"Baiklah, aku akan membuat minuman hangat untuk kalian" Bunga segera beranjak dari duduknya, sembari memeluk tubuhnya Ia pun mulai berjalan keluar kamar.
"Maaf merepotkan" Ucap Arum pelan
Ruangan itu adalah kamar tidur milik Bunga sehingga Ia yang menjadi tuan rumah disini, Bunga merasa harus bertanggung jawab apalagi kedua temannya sudah dipastikan hendak menginap di rumahnya.
Tetapi sebelum dirinya benar benar keluar dari kamar, Ia melihat ke arah jendela untuk melihat seorang gadis yang sedang sibuk dengan ponselnya.
#Lanjut->