"Aku benci dia" Celetuk seorang gadis manis yang sedang terduduk di kursi rumahnya, menunggu seseorang yang pernah menjadi bagian hidupnya, ya lebih tepatnya mantan kekasihnya yang gugur karena menjadi orang ketiga (Pelakor).
Ya orang ini adalah si Pelakor yang ingin mendapatkan kembali mantan kekasihnya dari sahabatnya sendiri, sungguh egois, tidak kapok-kapoknya dia merusak hubungan mereka.
Sudah tau dia sahabatnya sendiri, malah nusuk dari belakang, dia benar-benar benci sekali pada sahabatnya yang bernama Riri itu, padahal Riri tidak pernah membencinya ataupun marah saat tau dia selingkuhannya.
Namun si Pelakor ini ingin melakukan sesuatu pada Riri, agar Riri bisa mati dan dirinya dapatkan pujaannya lagi.
"Aku harus membuangnya jauh-jauh, tunggu saja Riri aku akan membuatmu tenang" Sambungnya lagi dengan wajah yang penuh dendam dan kesal.
Tokk,, Tokk,, Tokk,,
Tiba-tiba pintu rumahnya ada yang mengetuk, Ratih si wanita Pelakor ini segera berjalan melihat siapa yang mengetok pintu, dirinya melirik dari sebuah jendela, dan ternyata dia adalah Surya dan Riri.
Dengan segera Ratih membuka pintu itu dan mempersilahkan mereka masuk dan duduk di sofa nya.
"Kalian sudah datang, mari masuk, silahkan duduk dulu di sofa, aku akan membawakan jus untuk kalian, tunggu sebentar" Ucap Ratih terburu-buru pergi ke dapur untuk membuat jus.
Inilah aksinya, Ratih sudah menyiapkan 3 gelas jus jeruk, Kebetulan sekali Ratih punya sebotol racun yang ia beli lewat temannya.
"Mati kau Riri, aku sangat benci padamu, melihatmu saja aku sangat kesal, apalagi melihat dirimu bersanding mesra dengan Surya calon suamiku" Gumamnya sambil mencampurkan racun itu dengan jus.
Saat Ratih menuangkan racun itu ke gelas jus untuk Riri, tiba-tiba Surya datang menghampiri, dengan segera Ratih membuang racun itu ke kolong kompor dan berpura-pura tidak melakukan apa-apa.
"Surya!! ada apa ke sini!!" Tanyakan merasa takut, jika sampai Surya tahu, namun ternyata Surya tidak melihatnya tadi, dia ke dapur hanya ingin meminta air putih untuk Riri.
Lalu, Ratih tersenyum dan menjawab dengan singkat, "Ooh" Lalu Surya segera mengambil air dari galon, dan Ratih segera mengaduk jus itu yang sudah ia campuri racun tersebut.
Karena kebiasaan Ratih sangat melekat di tubuhnya, Setiap Ratih membuat minuman atau kopi dan mengaduknya pakai sendok, selalu saja dia menjilat sendok nya dulu lalu di cuci.
Begitupun dengan yang ini, Ratih mengaduk jus racun itu dengan sendok, karena sangking takut dan terburu-buru Ratih tidak menyadari bahwa dirinya menjilat terlebih dahulu sendok itu dan segera membersihkannya.
"Kamu kenapa!! kayak takut gitu" Ucap Surya yang ingin kembali dari tempat air itu, Ratih langsung menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak apa-apa" Lalu tersenyum.
Tiba-tiba Ratih merasa mual, lalu segera muntah, muntahnya bukan seperti biasanya, dia muntah busa dan terbaring lemah di lantai, seketika Surya terkaget dan langsung berteriak memanggil nama Ratih.
"Ratihh!!" Segera membantunya dan Riri segera datang karena kaget dengan teriakan Surya, dengan cepat Riri berlari dan menghampiri mereka yang berada di lantai.
"Astaghfirullah haladzim, Ratih!! Kenapa dia, Surya apa yang sudah terjadi padanya!!" Tanya Riri sangat mengkhawatirkan sahabatnya itu, meski Ratih sudah mengusik hubungan cinta mereka, tapi Riri tidak pernah dendam.
Riri segera mencari tahu apa yang sudah terjadi, dia melirik dapur itu, ketika ia melirik ke kolong kompor ia melihat sebuah botol yang menurut dirinya mencurigakan.
Segera meraihnya dan melihat botol racun itu.
"Apa ini!! bukannya ini racun!?" Memperlihatkan botol racun itu pada Surya, lalu Surya terkejut dan menatap Riri.
"Sepertinya dia menaruh racun di salah satu minuman, dan mungkin dia tidak sengaja meminumnya, jadi dia seperti ini"
"Lalu bagaimana Surya, tolong selamatkan Ratih😣" Pinta Riri sangat menyayangi Ratih, Ratih yang sudah tidak bisa apa-apa lagi hanya terbaring sambil terus mengeluarkan busa dari mulutnya.
Itulah akibatnya jika kita serakah, makanya jadi manusia harus bisa terima apa adanya, jika kita tidak memiliki apa yang orang lain miliki, biarkan mungkin mereka mampu dan memang sudah
takdirnya mereka sudah di beri kenikmatan oleh Allah SWT, kita tinggal nunggu waktunya saja.
Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak 🥰✨