Sudah hari ke 10,tapi orang yang didalam ruang ICU belum juga terbangun.
Ruangan penuh sesak dan bau obat obatan adalah tempat 10 hari terakhir yg sering aku datangi..
Seseorang yg amat berharga bagiku tertidur di ruangan penuh obat dan alat rumah sakit..
Hatiku sangat sakit, saat tau dia terbaring lemah tak berdaya diatas rancang rumah sakit..
Waktu itu Aku bersiap pergi ke sekolah, awalnya dia masih terlihat baik baik saja dan sehat. Tapi setelah sampai sekolah aku mendapat kabar bahwa dia telah dilarikan ke Rumah sakit, Karena serangan jantung mendadak.
Waktu itu aku masih tidak memikirkan apa yg akan terjadi jika dia pergi untuk selamanya? Dan menyusul orang tuaku?..
Aku sangat berharap semoga tuhan tak lagi mengambil seseorang yg berharga dalam hidupku..jikapun ada yg akan diambil,tuhan lebih baik ambil nyawaku saja asalkan Mereka tak pergi,,walau aku harus meninggalkan kesedihan mendalam untuk keluargaku..
Saat sedang melihat dia -Della kakak perempuanku yg sudah berumur 26 th,yg saat ini terbaring lemah diranjang rumah sakit akibat terkena serangan jantung..
Saat sedang melihat Kak Della,,Tiba tiba mataku teralihkan oleh sosok berbadan tegap yg menatap ke arahku dengan tajam..Aku berusaha Mengabaikannya namun, dia mendekat ke arahku.
Tiba tiba dia berbicara.
"Apakah belum ada perubahan dari della?", Aku terkejut saat dia menyebut nama kakakku.Karena aku tak tau kakak pernah punya seorang teman laki laki yg umurnya sekitar 27 th.
"Belum,,anda siapa?" Aku bertanya dengan waspada karena wajahnya yg agak mencurigakan.
"Aku,teman kakakmu..Kau pasti tak mengenalku karena kakakmu merahasiakan tentangku." Ucapnya yg membuat aku semakin curiga.
"nama anda yg saya tanya?" Aku sedikit jengkel karena tak mendapatkan jawaban yg memuaskan.
Dia terkekeh,,lalu mengusap kepala ku. Aku merasa risih dan lalu menepis tangannya. Dia terdiam lalu mulai berbicara.
"Aku Dion,,sahabat kakakmu dari kelas 2 sd,,Kamu tak mengenalmu karena aku baru balik dari luar negeri", Setelah dia mengucapkan namanya,aku lalu mengingat cerita kakak yg pernah menceritakan kalau dia punya seorang sahabat laki laki.
Oh, aku hanya menjawabnya seperti itu,Setelah itu aku kembali melihat kakak dari jendela,,tapi penglihatanku tiba tiba jadi berat..dan saat itu juga aku langsung terjatuh..
Saat terbangun,Aku sudah berada di ranjang yg selalu aku lihat,,Aku terbaring diranjang rumah sakit dan disampingku ku lihat kak dion yg melihatku secara intens..Aku mengernyit.
"Kenapa?," tanya ku yg risih dilihat seperti itu.
"Tidak..hanya saja wajahmu cantik", ucapnya
Merona? Tidak!, justru Aku takut..takut kejadian beberapa tahun lalu terulang lagi..kejadian yg membuatku trauma sampai sekarang..
Aku mendelik,,lalu turun dari kasur dan kembali ke ruangan kakak berada..kak dion terus mengikutiku..aku mengabaikannya..saat sampai di depan ruangan kakak..
Jantungku berdetak sangat kencang..Lututku lemas jika kak dion tak sigap menompangku mungkin aku sudah duduk dilantai.
Mataku perih, melihat ruangan kakak yg terlihat banyak perawat dan dokter yg berlalu lalang..
Aku terus berdoa.."Tuhan jika engkau mengambil nyawa kakakku, ambillah juga nyawa hamba",
Sesaat kemudian aku teralihkan oleh kak dion yg tiba tiba tersenyum sangat tipis.
Kenapa?..kenapa saat saat begini dia tersenyum? apakah dia bahagia sahabatnya berada disana dengan berjuang menentukan hidup dan matinya?.
Aku mengabaikan nya,,Lalu saat aku kembali melihat ruangan kakak alat pendeteksi denyut jantungnya berhenti dan terdengar suara panjang yg berarti Seseorang yg berada disana sudah berhenti bernafas..
'Ngiiiiiiiiiiiinngggggghhhhh
Bruk!!
Gelap yg aku lihat hanya kegelapan.
Suara Rintik hujan terdengar mengiringi pemakaman Almarhum kak Della..
Tatapan mata ku kosong saat melihat mayat kak Della dikubur,, Aku sangat ingin menangis sekuat tenaga agar beban yg terasa berat dihatiku hilang..namun? Aku tak melakukannya..
Suara hujan dan doa doa yg terdengar mengiringi Pemakaman itu,,membuatku tak bisa menopang berat badanku sendiri, Karena itu Riski -Tetangga
serta temanku memegang pundakku agar aku tidak
terjatuh.
Selesai berdoa,,para pelayat mulai pulang setelah mengucapkan bela sungkawa.
setelah suasana sedikit sepi,aku mendekati Makam kak Della dan mengelus batu nisannya.
Kenapa?..kakak bukannya udah janji akan selalu ada disampingku?
Kakak udah janji bakal ada saat aku lulus sekolah.
Kenapa sekarang kakak tidur di sana,,kakak tega ninggalin aku..padahal aku udah nurut lho sama ucapan kakak...yg bilang aku harus cuci piring kalo selesai makan,,aku udh turutin..Kakak ga sesak tidur disana..disana kakak bahagia? boleh ga aku ikut?..
kak?..kak kalo dipanggil jawab!..kan kakak yg ngajarin aku kalo ada yg bicara itu dijawab..kak!! kakak kenapa diam!!?
kak jawab hiks..hiks...
Aku hanya bisa berbicara dalam hati..Mataku sudah perih akibat terus menangis..Aku berusaha tegar agar bisa membahagiakan kakak walau dia sudah tak disampingku,,tapi aku tau dia selalu melihat dan melindungiku dari dunia lain..
Berusaha tegar? Aku bisa mengiklaskan kepergian kak della..Tapi apakah kata mengiklaskan itu semudah mengucapkannya?.No
Bagus jika kita mengiklaskan sesuatu yg tak bisa kita gapai atau miliki..tapi? Apakah Kita tak perlu waktu untuk benar benar bisa mengiklaskan seseorang? perlu! Waktu itu pergi..Karena itu,,Sudah seminggu aku selalu di rumah keluar rumah hanya untuk beli perlengkapan yg sudah habis..
Dirumah aku hanya mengenang kenangan Kak Della dulu..lalu tidur, bangun, Terus ketaman belakang dan bernyanyi *Ikanaide* yg berarti jangan pergi..
Keseharianku hanya seperti itu, tak ada yg indah dan tak terlalu suram..hidupku setelah kepergian Kak Della sudah tak berarti apa apa..Karena separuh jiwaku sudah ikut pergi tepat saat mayat kak della dikuburkan dan tertutup tanah...
" yan Kenapa kau melamun?.Apakah kau tak sekolah?", suara lembut nan halus terdengar disampingku aku menoleh..
"Kak?"
" ya?..kau tak sekolah udah siang lho?"
"Emm " aku memeluk kak della..
" kenapa? " kakak membalas pelukanku
" Tak, hanya saja akhir akhir ini aku sering bermimpi..kakak pergi ke tempat yg jauh dan indah tapi tidak mengajakku"
" Haish kau ini,,kakak tidak akan kemana mana..kan kita selalu bersama?"
"hm kakak benar"
#Tamat#
Sorry ya ngegantung..and kaga nyambung soalnya ga pandai buat ginian...
Btw jangan lupa like and share ya byee
🍊🐯😊✨