Assalamualaikum semuanya saya Alyn,saya udah tamat sekolah di Jakarta, soalnya orangtua saya di Palembang,dulu saya tinggal bersama bibik saya, karena saya tidak mau merepotkan lagi,jadinya saya mencari kossan sendiri.
Dirumah saya melihat foto-foto cogan atau bisa disebut juga dengan para cowok ganteng pada saat itu saya melihat para selebgram cogan sedang siaran langsung dan dia berkata akan membagikan undian berkemah gratis melalui online Instagram saya pun mencoba menempatkan diri ,satu minggu kemudian undian itu sudah dimulai dan alhamdulillah saya terpilih Dan saya merasa senang sekali, karena saya bisa mencari kesibukan karena saya tidak tinggal bersama Orang tua sayakan mandiri ,keesokan harinya saya menunggu di halte bus, kemudian bus yang sudah di sewakan dari undian menuju ke arah saya, saya melambaikan tangan dan saya pun duduk di bangku nomor 2 saya melihat hanya ada satu cowok dan pak sopir,pas saya lihat lagi di ig ternyata memang yang dipilih hanya 1 cewek dan 1 cowok,tapi kok dikit sekali yaa??,karena saya orangnya tidak pedulian jadi saya tak menghiraukannya yang penting saya bisa kemah,sambil mengscrool tiktok dengan menggunakan hetset setengah jam kemudian bus berhenti tiba-tiba,saya merasa biasa saja selama 10menit sudah berlalu ,lalu saya bertanya kepada pak sopir yang berada didepan saya
"Pak kenapa busnya berhenti?,lama banget lagi?" Tanya saya kepada sopir yang sedang minum
"Oh itu neng" menunjuk ke arah pintu keluar
Saya pun melihat dan..............
"What??" Jawab heran saya dan terkejut "astagaa ,ini beneran??" Ucap saya dengan sendirinya
"Bukan neng ,mimpi" pak sopir ikut bicara
"Oh mimpi,baguslah" ucap saya dengan santainya "nggak-nggak-nggak,,sumpah nggak mungkin"
"Haii gaess" ucap salah satu cogan dengan suara tegas dan senyum tampannya itu
Aku pun bergegas ingin pindah kekursi belakang,tapi salah satu cogan yang berbeda memegang tangan saya dan berkata
"Hsyutt🤫,duduklah disini" ucapnya sambil menyuruhku duduk
Aku hanya cengir dan menganggukkan kepala lalu duduk di kursi ujung yang kudududki tadi , tiba-tiba pria tampan yang menyuruhku duduk tadi duduk juga disampingku,aku menggeser dan membatasi tempat duduku dengan menggunakan tas yang kubawa dari rumah
"Cieee Revan punya yang baru" ucap cogan yang lain
"Udahlah duduk sono busnya mau jalan bukan orgen diri-diri" ledek Revan ke temannya
Yapp namanya Revan ,aku sering sekali schrool foto-fotonya di igku membuatku terasa nyaman,hingga saat ini hatiku berdebar-debar saat seperti lagi ngehalu ama dia Masya Alloh kenyataan yang sangat-sangatlah indah syekaliii
10 orang cogan (cowok ganteng) dan cecan (cewek cantik) tadi sudah duduk ,ohh pantes gaes cuma dipilih 2 orang ,ternyata ada seleb yang ikut ,saya melihat para cecan itu,karena saya sendiri yang menggunakan hijab. Saya merasakan hal iri,tapi saya pikir buat apa iri orang pakaiannya aja gak menutup kek gitu hemm seperti ***** .
Skip perjalanan
Sepanjang jalan saya hanya menatap hp,dan Revan tidak pernah mengajak ngobrol saya ,saya juga tak pernah berfikir seperti fans lain yang mau fotbar
Sesampainya di hutan
"Wahhhhh" ucap para cewek-cewek cantik itu
"Sejuk banget" ucapnya lagi "fotbar yok gaes,nihh fotoin" mengasih kamera hpnya ke Adit cowok yang terpilih undian tadi
"Ayyoo Revan, Dimas,Daniel,dan yang lain ikutan" ucap wanita itu dengan santai,. Dan saya pun mengambil kamera hp cewek tadi dan menyuruh Adit untuk ikut berfoto bersama para cogan dan cecan
"Cepatlah gapapa biar saya" suara kecil
"Udah siap??"ucapku dengan keras "satuuu..,duaaa..,tiigaaa"cikrik📸..."sekali lagi yaaa" ucapku dengan mengarahkan arah kamera
"Kamu ikut jugaa ayoo sinii,biar pake tongsis timer aja" ucap Daniel salah satu cogan kepadaku
"Hemm gakpapa kak biar aku aja" jawabku sambil tersenyum
"Ighhh cepetan ikut" tarik kak Dimas kepadaku
"Ighh kenapa sih kalian pada baik sama tuh cewek sok alim" ucap salah satu cecan kepadaku
"Jan ngomong gitu Li" jawab Dimas
"Hemm iyaa..kalian kena pelet karena tuh cewek" ucap temennya Alya kepadaku
"Kalo..." terjedah omongan
"Udahh siap ayoo" ucap Iqbal mengajak fotbar lagi
"Satu.dua.tigaa,,,,📸,,,,sekali lagi satu.dua.tiigaa📸"
"Lagi-lagi-lagii 📸" ucap Reno cogan
Setelah itu kami pun memasang tenda kami masing-masing..aku yang tidak bisa membenarkan tenda ku lalu dibantu Revan
"Sini ,itutu kekgini." Ucapnya sambil membenarkan tendaku
"Makasi" ucapku tersenyum
Ia hanya mengangguk dan kembali ke tendanya
"Hemm kasian Sellin,ditinggal ama mantan dan mantan punya yang bayuu,,uwuwuuu" ledek Iqbal kepada Sellin mantan Revan
"Apaansii lo" ucap Sellin tak terima diejek
"Yaudahhh sekarang ayoo gaes kita cari kayu,buat api" ucap tegas Revan
Sambil mencari kayu ,semua cecan tertawa dan berteman masing-masing aku yang sendirian sama sekali tidak ditegurnya hanya mengeluarkan hp dan menghidupkan lagu dengan menggunakan hetsetku ,sambil mencari kayu
"Heyyy,,woi,,woiii" melepas sebelah hetsetku "kopok Lo tuhh yaaa" marah-marah
"Emm maaf mbak" melepas sebelahnya lagi hetsetku "saya lagi denger lagu"
"Sekarang nih lagi mungut kayu,bukan denger lagu" ucapnya marah
"Iya mbak" ucapku lembut
"Lo tuh udah gratis disini , bukannya bantu-bantu malah denger lagu" ucap Sellin kepadaku
"Ini saya bantu-bantu mbak" jawabku menunduk
"Ighh to-lol" menunjuk-nunjuk keningku "Lo tuh dibayarin disini sebagai B-A-B-U ,bukan serterah elu"
"Emm tapi kan mbak ,gak terterah di undian" jawabku membantah
"Loo tuh babu tau nggak ,udahlah orang miskin kok nyolot banget sih" jawabnya mengucilkanku "nihh bawa nihh babu" melemparkan kayu-kayunya kekaiku ,hingga salah satu ibu jariku terluka,aku hanya menahan air mata saja dan berusaha membawa kayu-kayu tadi
~~~~~~~~~~
Sellyn menuju ke Revan
"Van balikan yok" menggandeng tangan Revan
"Apaansih Lo ,kenapa lo gakbawa kayu?" Tanya Revan kepada Sellyn
"Tuhh babu dibelakang" menunjuk ke arah Alyn yang sedang mengangkat kayu banyak
"Astaghfirullah,lepassin" menjauhkan tangannya dari tangan Sellyn,lalu berbalik membantu Alyn
"Sini biar gue bantu" memngambil kayu dari Alyn
"Gakpapa gausah" menjauhkan dirinya dari Revan "saya kan babu juga disini"
"Hah babu?" Sambil berjalan mengikuti Alyn "kata siapa?"tanyanya lagi
"Pacarmu" jawab Alyn singkat
"Hemm...sini biar gue bantu" berusaha mengambil kayu dari Alyn lagi
"Udah gue bilang gausah!!" Bentak Alyn , tiba-tiba... "Awww" Alyn melihat ke kukunya
"Astaga Lo gapapa??" Tanya Revan
"Gapapa" jawab Alyn masih berjalan
"Ighh sini-sini biar gue ,Lo bawa tiga aja" menarik paksa kayunya
Alyn pun memberikannya dan mereka kembali ke perkemahan
Usai kami mandi Maghrib telah tiba ,Alyn pun mengambil air wudhu,dan sholat terlebih dahulu,selagi Alyn sholat temannya yang lain hanya melihat saja ,lalu Revan mengajak teman-temannya untuk sholat Maghrib juga,tapi hanya sebagian cowok saja saja yang sholat,3 cowok lainnya malah asik berpacaran,dan seluruh cewek malah sama sekali tidak sholat kecuali Alyn,selesai sholat Maghrib merek lalu membakar kayu ,dan seluruh cewek hanya duduk bermain hp dan joget-joget tiktok tanpa membantu menyiapkan apapun ,Alyn pun membantu memasak ikan bakar,sayuran dan lauk lainnya,lalu yang cowok-cowok menyiapkan tempatnya untuk makan malam bersama,pukul 20.00 telah tiba mereka pun makan malam bersama
"Ohiyaa nama kamu siapa?" Tanya Daniel
"Alyn kak" jawab Alyn
"Emmm masakkan kamu the best banget" memuji masakan Alyn
"Iyyaa Lyn enak banget sih" sambung Dimas
"Sumpah enak the best banget,yaa nggak beb?" Sambung Nino
"Berarti masakan aku gak enak ya?" Tanya cemberut pacar Nino
"Enak sih ,mienya aja" ejek suara kecil Nino
"Apa?" Tanyanya lagi
"Nggak kok beb.makan lagi yok" ajak Nino ke pacarnya
Alyn hanya lanjut makan saja
~~~~~~~~~~~~~
yang lainnya pada udah masuk ke tenda masing-masing jadi hanya aku yang membereskan semuanya,Revan masih duduk sendiri sambil menyeduh kopinya dan melihat pemandangan, setelah selesai semua aku masih melihat Revan merenung sendiri, aku mengambil kapas dan alat p3k lalu menuju duduk disamping Revan sambil membungkus lukaku yang tadi hingga selesai ,dia tidak sedikitpun menoleh kepadaku ,aku berfikir mungkin dia sedang badmood,lalu aku melihat kedepan wajahnya memandangu matanya ,dan yapp dia pun menoleh kemataku ,lalu aku tersenyum dan langsung berdiri dan pergi ke tendaku ,
~~~~~~~~~~~~
Revan hanya menoleh dan tersenyum melihatnya pergi,lalu ia pun masuk juga ketendanya
Keesokan harinya
~~~~~~~~~~~
"Alhamdulillah udah semua bubur ayamnya tinggal disajikan" ucapku sendiri
Lalu Iqbal membantuku membawa buburnya dan menyajikannya,setelah itu mereka pun mencicipi bubur ayam yang telah kubuat
"Hemmm enak banget Lyn" ucap Iqbal "postur nasinya lembut banget" ucapnl Iqbal lagi
"Yaa kan namanya bubur sayang" sambung Daniel "tapi emangsih nambah enak dari yang semalem" pujian Daniel ke Alyn
Selesai makan ,dan mereka semua sudah selesai juga , kemudian kami berkemas untuk menuju ke bukit dan mencari tempat kemah yang baru
Diperjalanan....
Sesampainya dibukit,Sellyn dan temannya yang lain sibuk berjoget depan kamera , sedangkan yang cowok memasang tenda,kemudian aku disuruh kak Iqbal untuk mencari kayu ,lalu aku bingung mau mencari kayu bakar dengan siapa,dengan ragu-ragu aku mengajak Sellyn untuk menemaniku ,tapi Sellyn menolaknya dan malah memebentakku ,aku pun mengajak Adit untuk menemaniku tapi Adit malah minta maaf karena dia masih memebenarkan tendanya,dengan rasa percaya diri aku pergi sendirian diperjalanan aku melihat 5 kayu di seberang yang ada jembatan kayu tak utuh dan dibawahnya jurang yang tak begitu tinggi karena dibawahnya ada tanah lagi seperti bentuk tanah yang longsor ,aku pun menyebrangi aliran air itu ,kemudian aku mengambil dan mendapatkan kayu itu,hari sudah menunjukkan pukul 6 sore dan adzan Maghrib pun tiba ,aku dengan cepatnya melewati Kemabli jembatan kayu itu Dann...BRAKKK aku terjatuh dan tanganku masih melekat Manahan diatas kayu yang tersisa sedikit itu aku pun lalu meminta tolong "TOLOONGGG!!!!..." jeritku disana ,tidak ada satupun yang mendengar aku masih menahan dengan keringat yang bercucuran
~~~~~~~~~~~~~~
"Ehh Alyn mana woi?" Tanya Daniel
"Ohiya tadikan gue nyuruh dia cari kayu,kok belum kembali sih?" Jawab Iqbal
"Astaghfirullah,dia sendirian?" Tanya Daniel
"Iyaa kayaknya , soalnya dia tadi minta temenin aku ,cuma aku lagi sibuk" jawab Adit langsung
"Ya Tuhan" kepanikan yang muncul tiba-tiba di Revan ,Revan langsung berlari mencari Alyn
"Lo mau kemana Van?" Tanya Sellyn
"Cari Alyn" jerit Revan
Teman-teman Revan pun mengikuti Revan dan membantu mencari Alyn
Pukul sudah menunjukkan ke 18.05,Alyn masih belum ditemukan, tiba-tiba saja Revan melihat kayu runtuh dan ada jari tangan juga dibawahnya,Revan langsung melihatnya dan yaaa...
"Tolong..." Ucap lemas Alyn yang sudha sangat kecapean bergantung disana
"Alyn..,pegang tangan saya!!.." ucap Revan menjulurkan tangannya,lalu Revan memgang tangan Alyn
"Eehhhh...maaf kak aku gak kuat lagi.."ucap lemas Alyn
"Alynn!!!! Revann!!!" Iqbal Melihat ke arah Revan dan langsung berlari menuju mereka , teman yang lainnya pun ikut berlari,Alyn yang tak tahan lagi,lalu ia melepaskan tangannya dan Revan terkejut
"ALYYNNNNN!!!!!" Jerit Revan melihat Alyn terjatuh ke jurang, teman-temannya pun tiba dan melihat juga kalo Alyn terjatuh kebawa sanaa ,dengan tanpa ragu tiba-tiba saja Revan meloncat dan ikut tergelincir bersama Alyn
"Revann!!!" jerit Iqbal "astaga gimana ini??" Tanya Revan panik
Teman-temannya melihat terkejut dan langsung menelpon polisi agar Revan dan Alyn cepat selamat
Lahhhh kok jadi giniii gaess🤣🤣,yaudah yok lanjutt
Teman-teman Revan dan Cewe lainnya berkumpul dibukit dan hanya merenungkan saja apa yang telah dilihat mereka lalu Iqbal berkata "kenapa juga kalian suruh Sellyn sendirian"
"Lahh kan elu yang nyruh dia cari kayu" debat Sisi
"Astagaa....gue denger tadi kalo Alyn ngajak Sellyn cuma Sellyn nolak" kompor Dimas
"Ya Allah Shellyn" jawab Iqbal melihat kearah Sellyn
"Apasihhh kalian ini ,bodoamat gue doain mati tu anak!" Ucap ngegas Sellyn
"Gilak Lo tu yaaa,mantan Lo tuh disana juga ikutan tau nggak!!" Jawab Daniel
"Bangsat lo semua" jawabnya dengan kata-kata joroknya
Pagi telah tiba, Alyn terbangun menoleh ke kiri dan melihat ada Revan di sebelahnya, tiba-tiba dia bangun dan tubuhnya merasakan sakit pegal-pegal,matahari menyinari wajah tampan Revan ,Alyn menutupi wajahnya dengan tangannya, tiba-tiba Revan membuka mata dan terbangun karena melihat Alyn didepannya,badan Revan merasa sakit semua dan ada luka juga dibagian lehernya,Alyn melihatnya dna berkata
"Ituu luka.."menunjukan jarinya ke leher Revan
"Kamu gapapa?" Tanya Revan
"Nggak gakpapa" jawab Alyn
Revan merasakan sakit sekali dilehernya mungkin karena terkena salah satu kayu waktu mereka terjatuh,lalu ia merobek baju dan membungkus lehernya, Alyn menghentikan dia membungkusnya
"Jangan..jangan dibungkus dulu ,nanti busuk" henti Alyn
Alyn mengambil sebagian air ,karena didepan mereka ada sungai kecil,lalu membungkuskannya dan mengikat robekan tadi di leher Revan ,Revan hanya memandangi wajah Alyn saja ,Alyn merasa canggung ketika melihat Revan sedang memandanginya ,selesai membungkusnya mereka berdua sama-sama berdiri ,dan yang benar saja kaki Alyn tergelincir dan kembali terjatuh dengan sigap Revan menangkapnya
"Kamu keseleo?" tanya Revan
"Gaktau ,ini kenapa tiba-tiba sakit"jawab Alyn memegang betis kakinya
"Yaudha sini gue lihat"menjongkok depan Alyn
"Gausah jangan" jawab Alyn menghalanginya agar tidak menyentuh area kakinya
"Gakpapa ,gak bakal due apa-apain juga kok" jawab Revan melihat mata Alyn
Alyn menganggukkan kepalanya saja ,dan Revan memijat kakinya ,setelah itu Revan menyuruh berdiri dan Alyn pun berdiri ,tapi kaki kiri Alyn masih belum bisa bejalan
"Yaudah sini ,gue pegangin" menjulurkan tangannya
Alyn memegang tangan Revan dan tersenyum
"Maaf ngerepotin..., gara-gara saya kamu ikutan jatuh" ucap Alyn merasa bersalah
Revan hanya menganggukkan kepalanya saja, tiba-tiba Alyn melihat dari jauh ada satu rumah didaerah itu
"Lihat-lihat ada rumah" menunjuk ke arah rumah itu "ayo kita kesana" ucap Alyn mengajak Revan ,tak sadar Alyn ingin berlari tapi dia malah terjatuh karena hambatan kakinya
"Awww.."ucap Alyn kesakitan
"Tuhhkannn jatoh lagi" jongkok Revan didepan Alyn "sini naik ke punggung gua" menunjukkan bokongnya
"Nggak aa malu kek anak kecil" jawab Alyn
"Yaudah kalo gamau ,berdiri sendiri Sono" ucap Revan
"Ighhh...yaudah iya" jawba Alyn cemberut
Alyn menaiki punggung Revan dan Revan menggendongnya dipunggungnya lalu Revan membawanya berlari
"Pelan-pelan aja nanti jatuh" nasihat Alyn
"Udahhh nihh-nih gue jatuin loo!!" Gretak Revan sambil menggoyang-goyangkan punggungnya
"Ighh kamu mah" gebuk Alyn dikepalanya
"Ehh main gebuk kepala nih yaa" ucap Revan sambil tersenyum "okee aku akan lari yang kencangg sekali!!" Jerit Revan
Revan berlari sangat kencnag hingga sampai di rumah yang ditunjuk tadi
"Aghhh capek,kamu berat,banyakan dosa ya?" Ledek Revan sambil terguling depan rumah tersebut
"Ih sembarangan kalo ngomong..,kamu tuh ribet lari-lari segala" balas Alyn
"Hahahaaa...,kebanyakan makan" ledek Revan sambil tertawa
"Hahahaha... lembek" ledke Alyn kembali sambil tertawa
Mereka berdua sama-sama menoleh dan tersenyum,lalu Alyn tersadar tiba-tiba dan langsung berdiri berjalan dengan pelan-pelan ke arah rumah itu
"Assalamualaikum" ucap Alyn lembut
"Weii malu-maluin ,minta sama orang" ucap Revan dari jarak jauh tempat Meraka terguling tadi
"Syutt"ucap Alyn agar diam
"Wa alaikumsalam" ucap anak kecil tiba-tiba menjawab
"Permisi dek ,mamanya ada?" Tanya Alyn
"Ibu saya belum pulang kak ,2 hari lagi baru pulang" jawab anak cowok usia 10 tahun tadi "masuk dulu kak duduk ,kakinya keseleo ya?" Tanya adek itu
"Iyaa dek" jawab Alyn
Mereka berdua pun mausk ke rumah adek itu yang dimana ada ruang tamu kecil dan 1kamar lalu 1dapur yang begitu kecil
Lalu kami berdua diberinya air putih,kami pun meminumnya
"Makasih ya dek" ucap Alyn
"Iya kak" jawabnya
"Ehh berani banget sih" ucap Revan bisik kepada Alyn
"Biarin tulah kalo artis emang gak bisa toleran" ledek Alyn kepada Revan
"Okh iya dek ,kami bisa numpang disini dulu gak dek?,soalnya kami berdua tersesat,kami gak ngapa-ngapain kok seriusan kami hanya tersesat saja" ucap Alyn seperti memohon
"Ohh...gapapa banget sih kak ,kalo kakak tahan tinggal dirumah kecilku ini" jawabnya sambil tersenyum
"Beneran?,..gapapa kok dek makasih banyak ya"jawab Alyn senang
"Iya kak sama-sama"
"Lahh kok tinggal sini?"tanya Revan
"Kita kan gaktau jalan ,emang kamu mau kalo jalan kaki terus sesat lagi dan tidur ditanah lagi gitu?" Jawab Alyn
"Yaa nggaklah ,mending disini ajalah sampe nunggu yang lain ketemu kita" jawabnya kembli
"Yaudah ,sana mandi" ucap Alyn kepada Revan
"Dibawah ya kak kamar mandinya,kalo mau mandi disungai juga gakpapa udah ada sabun kok disana"ucap adek tadi
"Mandi disungai lebih asik tuh dek" ucap Alyn
"Iya kalo kakak mau sihlakan" jawabnya
"Yaudahlah aku mau mandi di sungai kecil itu aja,bayy kamu mau ikut?"tanyanya kepada Revan
"Emm oke ayo"jawab Revan
"Hemm kak Revan.." panggil Alyn lembut kepada Revan
"Apa?,gendong?" Jawab Revan sudha tau isi hati Alyn
"Ho'oh" jawab Alyn smabil tersenyum
Revan pun menggendong Alyn di bokongnya hingga sampai,lalu Alyn mengambilkan gayung untuk Revan dan memberikan sabunnya di Revan lalu menyuruh Revan pergi ke toilet sebelahnya agar Alyn mandi dengan sendirinya,Alyn menutup pintu tradisional itu dna mandi ,setelah mereka usai mandi adek yang tadi hanya terus tersenyum sambil menyiapkan santapan lezat untuk mereka
"Wahhh makasih ya dek" ucap Alyn lembut
"Iyaa kak selamat makan" ucapnya tersenyum
"Maaf ngerepotin" ucap Revan
"Nggak gakpapa" jawab adek itu
Sambil makan Alyn bertanya nama kepad adek itu
"Ohiya dek namanya siapa?" Tanya Alyn
"Eza kak" jawabnya
"Owhh..indah sekali ,Insya Allah kapan-kapan kakak mampir lagi kesini,sekalian mau lihat mama adek" ucap Alyn smabil tersenyum manis
"Emmm jangan kak gak usah" jawab adek itu tiba-tiba
"Kenapa?" Tanya Alyn
"Gakpapa" jawabnya
"Lo tuh banyak tanya amat sih" oceh Revan ke Alyn
"Biarin" lanjut makan
Eza tersenyum melihat mereka berdua dari tadi seperti pasangan yang tidak akur
"Coba aja papa mamaku seperti mereka" ucap Revan batin
~~~~~~~~~~~
Selesai makan dan waktu terus berjalan , kami membantu mencuci piring dan Revan yang membilasnya,Eza menyapu rumah hingga bersih dan Eza mengajak kami menuju ke warung pamannya,Revan sambil menggendongku ,disana Eza memperkenalkan kami berdua ke pamannya dan kami mengobrol lalu aku dengan penasarannya bertanya kepada pamannya, karena Eza sedang bermain bersama teman-temannya
"Paman...mama papa Eza mana ya?" Tanyaku ke pamannya
"Owhh.. sebenarnya mama papa Eza sengaja mengirim Eza kesini sendiri karena tidak mau membebani biaya hidup Eza dikota,dari Eza kecil sampai sekarang mamnya gakpernah lihat dia,hanya saya yang merawatnya disini,rumah disana itu hanya rumah dia ketika ingin main saja,jadi kalo kalian mau tinggal dirumah itu gakpapa"
"Owhh..gitu yaa" jawabku dengan mengerti
"Jadi Eza bohong ya?" Ucap Revan tanpa basa-basi
Aku meninjak kaki Revan dan memberi aba-aba
"Hemm maafkanlah dia emang seperti itu kalo ada orang dtangan" jawabnya tersipu
"Owhhh.." ucap Revan
Sudah lama mereka mengobrol..
"Ini nak dibawa ya untuk makan malam"ucap paman itu kepada Revan dan memberi bungkusan 2kotak nasi dan minuman teh segar, setengah 6 tiba mau menuju Maghrib,lalu kami berdua pulang kerumah yang tadi dan sebelum itu aku menyuruh Revan untuk mengambil air wudhu dulu , karena kan dirumah itu kamar mandinya dibawah ,usai mengambil wudhu aku menaiki tangga rumah itu sendiri karena jangan sampai menyentuh Revan , selesai sholat imamman kami membuka sinetron tv yang telah disiapkan disana
"Ohiyaa hp-hp ,dari tadi gak kepikiran kalo ada hp" ucap Revan
"Hemm hpku mana ya"tanyaku sendiri "hemm nihdia ,wihhh untung gak rusak"ucapku sendiri
"Lahhh hp gue lobet lagi,aaa sial" ucap Revan sambil mengeluh
"Hahahhahaaaa kasihannn ,makanyaJan beli iPhone" ucapku ledek ke Revan
Revan hanya membanting hpnya dan mengambil bantal lalu tertidur sambil menonton tv ,aku sibuk mencari pertolongan dan tidak menemukan apa-apa,lalu Revan mengambil hp ku
"Sini" mengambil hpku
"Buat apaa!!" Ucapku marah
"Syutt diem,,hallo gaess ini gue ,Revan" ucapnya ditelpon kepad teman-temannya
"Aghhh Revan syukurlah Lo ngububungin kita" jawab temannya dengan rasa legah
Dengan panjang lebar Revan menjelaskan lewat hp sampai selesai,lalu ia memberikan hpku
"Besok kita dijemput" ucapnya dan membabit hpku dengan tidak ikhlas
"Seluu kalii ,nih hp gini-gini berharga" ucapku mengelus hpku
"Bodoamat" ucapnya santuy
"Ighh.." aku menaruh hpku dan langsung mengambil bantal dan menggepukkannya ke kepala Revan yang sedang tidur
"Woii sakit anjirr" ucapnya menahan bantalku "owhhh mau main babit bantal yaaa...,ayo siapa takut" ucapnya berlaga sok iya
"Okeee ayoo" jawab Alyn yang langsung memukul kembali kepalanya
~~~~~~~~~~
Lalu mereka berdua pun perang bantai hingga kapas-kapas dari bantal itu berterbangan,taksadar sambil berlari-lari mereka berdua pun terjatuh bersamaan dan yang benar saja snagking soswitenya Alyn terjatuh diatas dada memesona Revan cuyy😻
BRAAKK...terjatuh dan saling memandang 10detik saling berpandangan tiba-tiba perut Alyn berbunyi,lalu Revan melmparkan tubuh Alyn ke lantai
"Awww" ucap Alyn melihat ke arah Revan
"Hemm kalo laper tuh ngomong" cerocos Revan "duduk aja lu disini biar gue ambilin"
"Aghhh maaciihh" ucap Alyn dengan kata-kata imut
Sembari Alyn menunggu Revan ia mengambil hp dan melihat foto-foto cogan selebgram yang hot itu , walaupun ia rajin sholat tapi ia juga punya mata yang tergila-gila kepada seleb
"Hemmm gue gak bakal ngedapetin Lo" menunjuk ke Instagram postingan Revan
"Gue juga sadar sih derajat gue sebagai apa" ucapnya sendiri ,tanpa sadar Revan terkejut kalo yang lagi dilihat Alyn adalah fotonya,tanpa mengusiknya Revan langsung memberikan makanan itu kepada Alyn ,Alyn terkejut dan langsung mengambil hpnya lalu mematikannya,lalu mereka berdua makan makanan yang diberikan oleh paman tadi
Lalu Revan pun bertanya
"Lu suka selebgram ya?" Tanya Revan
Alyn langsung terkejut dan hampir keselek nasi yang sedang dikunyangnya ,lalu langsung menelannya dan minum teh terlebih dahulu lalu menajawab pertanyaannya
"Em??.. apa-apa?" Tanyanya kembali
"Lupain" ucap Revan
"Hemm kalo iya gimana?" Ucapnya menatap wajah Revan
"Dahlah kamu beresin ya ,aku mau tidur" ucap Alyn singkat lalu mengencot masuk kedalam kamar. Alyn duduk diatas kasur dan melamun melihati gambar yang ada dikamar itu ,lalu ketika ia mau berbaring ketempat dan
'Tekk..'bunyi pintu kamar tiba-tiba terbuka
~~~~~~~
"Astaghfirullah,baru aja mau tidur"ucapku sambil terkejut,dan tak disangka tiba-tiba saja Revan menyelonos masuk lalu ikutan tidur diatas kasur sebelahku "mau ngapain?" Ucapku bertanya
"Tidurlah" jawabnya singkat
"Makruh tau nggak ,lu tuh cowok tau nggak" jawabku memarahinya
"Lahh sejak kapan gue ganti kelamin?" Tanyanya dengan candaan
"Astaga Revan Alazka Devantara!!" Ucapku tak sengaja menyebut nama panjangnya
"Wihh lu hapal nam panjang gua?" Mendekatkan wajahnya ke wajahku
"Lahh lu kan seleb gaada fans lu yang gaktau ama nama panjang lu." Jawabku keceplosan
"Lu suka sama gue?" Tanyanya mendekatkan lagi wajahnya ke wajahku
"Kalo iya ..kenap.." sambil memundurkan kepalaku, tiba-tiba saja Revan mendekatkan hidungnya ke hidungku
"Paansih Lo" memegang wajah Revan dan memundurkannya dari hadapanku ,lalu aku on the way keluar kamar itu ,dan tiba-tiba saja dia menrik tanganku dengan kuat ,lalu menidurkanku diatas tempat tidur sebelahnya ,aku berusaha melepaskan tanganku tapi dia malah mengikat erat tanganku dengan tangannya,ia mendekatkan wajahnya lagi aku berfikir dia akan sembari menciumiku,karena aku masih ingat Tuhan aku langsung berbicara
"Gue nangis nih" ucapku cemberut
"Hah?..nangis¿" Jawba herannya "lu suka kan ama gue?" Tanyanya lagi
"Emang kamu suka sama saya?" Tanyaku kembali kepadanya ,Revan langsung mencium keningku,dan aku terkejut memandangnya
"Dari pertama ketemu udah suka sih" jawabnya kepadaku,Aku langsung mengeluarkan air mataku lalu menangis tanpa malu dihadapannya,ia malah langsung memlukku dan mengusap air mataku
"I Love You" ucap Revan kepadaku "kenapa nangis?" Tanya Revan
"Kamu sih cium saya" aku mengusap kembali air mataku dan memeluk tubuh hangat Revan tanpa ragu
"Udah jangan nangis lagi" bujuk Revan
"Aku gak yakin kamu suka sama aku orang rendahan kekgini, nanti aku malah dihujat Sellyn ama fans kamu" ucapku sembari merutuk
"Hemmm biar gak Ngambek lagi ,mau gimana?" Tanyanya memanjakanku
"Nggak aa gaada yodah kamu keluar sana saya ngantuk"jawabku singkat kepadanya
"Lahh-lahh ngambek ,nanti aku cium bibir kamu biar nangis" gretaknya kepadaku
"Ighh kok main ama kelemahan" jawabku
"Yaa ininih kalo gapernah ciuman" ledeknya kepadaku
"Bomat,gue gatertarik Ama yang gitu"jawabku
"Srius?"tanyanya sambil mendekati wajhnya lagi "kalo aku yang cium?" Menempelkan keningnya ke keningku
"Hemm"aku hanya tersenyum
Dengan tiba-tiba aku yang terkejut ,dia langsung mendium bibirku dengan bibir memesonanya ,astaga aku tidak bisa berbuat apa-apa karena bibirku sudha dilekatkan dengan bibirnya,aku diam saja hanya dia yang memainkan bibirku tiba-tiba dia mengigit bibirku dan membuat ku tidak terima aku langsung mengepun balik bibirnya dan mengigitnya kembali ,dan yang benar saja di menggulingkanku diatas tempat tidur itu lalu mencium bibir cantikku dengan ciuman hangatnya ,usai dari sana kami berdua tersenyum sama-sama dan ia mencium hidung pipi kiri kananku beserta daguku ,lalu mencium-cium terus bibirku ,aku disana hanya tersenyum....~~~
Keesokan harinya ternyata kami sudah satu tempat tidur ,lalu aku meranjak dari tempat tidur dan sebelum itu aku kembali mencium balik pipi Revan ,dan aku pun bisa berjalan kembali seperti semula lalu aku mandi usai mandi aku mendengar suara air juga dikamar mandi sebelah dan ketika aku kembali kekamar Yap benar itu Revan yang kutebak dikamar mandi tadi karena Revan dikamar sudha tak ada , tiba-tiba klekson mobil dari depan berbunyi dan aku cepat-cepat memakai hijabku ,lalu aku melihat kalo Revan sudah dijemput oleh teman-temannya
"Revann!!"ucap Sellyn yang langsung menuju memeluk Revan
"Apaansih Lo ,meluk-meluk gue" usir Revan ,sambil melihat ke wajahku
"Dan setelah itu kami berdua pun pulang ,lalu aku ke rumah paman dan adek Eza tadi dan mengucapka terimakasih bersama Revan kepada mereka berdua,lalu aku memberi uang jajan tak banyak kepada Eza dan kakeknya
"Hati-hati kak Alyn kak Revan" ucap Dek Eza
"Hati-hati ya nak kalian berdua ,semoga Allah melindungimu" ucap paman kepadaku dan Revan
"Iyaa paman" jawab kami berdua kompak
Kemudian kami pun pulang ,tasku dan yang lainnya sudah dibawakan oleh Adit, kemudian hari ini pula kami pulang,lalu bus kemarin mengantar kami pulang ,dan seperti biasa para cogan dan cecan itu di stopkan tempat kemarin ,Revan pun menitipkan pesan kepadaku
"Jaga diri ya ,sayang aku akan kembali untukmu" ucapnya lembut kepadaku
"Janji ya"menunjukkan jari kelingkingku dan dia menyatu dan kmi berdua tersenyum ,lalu ia pun pergi
"See you" ucapku tersenyum sedih kepadanya
"Aku suka kamu" ucapnya bisik dikupingku "bayy" lamabai tangannya kepadaku
Kemudian bus kembali berjalan dan mengantar 2 penumpang lagi lalu aku diturunkan ditempat ku lama dijemput ,akupun tersenyum dan menangis. ~~~
Dring-dring-dringggggg...nada alarm hpku berbunyi, 'blak' terbangun dari tidur ,dan melihat jam sudah pukul 09.00 pagi ,Yapp aku terbangun dari mimpi ,mimpi itu hanya rekayasa ucapanku
"Astaghfirullahal'adzim" aku beranjak dari tempat tidur dan mandi dengan bersih
"Alyn makan nak,dari tadi dering hpmu bunyi" ucap ibuku sambil menyiapkan santapan
"Ini Bu otw" ucapku sambil menuju ke meja makan
Yaaa benaarr aku tidak pernah tinggal dijakarta bersama bibiku ,tapi aku tinggal di Palembang bersama Ibu Ayahku
"Mimpi apa hayyoo ,lama banget tidurnya" ucap ayahku smabil bercanda
"Hemmm indah banget yah" ucap sombongku
Kami bertiga kemudian makan ,dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah
"Biar aku saja Bu" ucapku menyuruh ibu kembali duduk
"Iya siapa?" Tanyaku sambil membuka pintu,dannn..."Revan??"
"Iyaa Revan" tersenyum kepadaku
"Jadi kamu seriusan mau kesini?" Tanyaku padanya
"Iyalah sesusai janji ,sebagai cogan idamanmu apapun." Ucapnya menggodaku
"Siapa Al?" Ibuku keluar dan melihat
"Masya Alloh"ucap ibu ku
"Masya Allah" ucap ayahku
"Masuk nak" ajak ibuku menyuruuh Revan masuk sebagai tamu
"Ntar ya Tante ,ada orangtuaku juga,,Umi Abi sini" panggilnya kepada ortunya
Ia dan orangtuanya pun masuk lalu berkata,Revan akan melamarku sebagai istrinya ,ibuku terkejut senang dan alhamdulillah Masya Allah padahal Instagram hanya membuat sebuah foto undian 'Ta'aruf online bersama selebgram Indonesia,dan jika ada yang terpilih lelakinya akan langsung datang kerumahmu' aku yang awalnya mencobanya dan tidka percaya akal hal itu ,tidak menyangka mimpiku yang bersama Revan terwujud akhirnya kami pun menikah dan kami berjalan-jalan dan menghabiskan malam berdua bersamanya,sembari aku selalu menatapi ketampanan Revan yang begitu menakjubkan, setelah kami sudah melakukan semua bulan madu , kami berdua sama-sama kecapean dan malah langsung terguling diatas kasur berdua sambil tertawa entah karena apa kami tertawa hanya kami berdua sangat senang dan tiba-tiba saja ia mencium lembut bibirku dan aku membalas ciumannya itu ,sambil berpelukan kami merasa tersenyum selalu hingga akhir hayat....
TAMAT
MAAF YAA GENGSS KALO AGAK KURANG BAGUS GITU CERITANYA ,CUMA CERPEN UNTUK KALIAN YANG GABUT AJA ,JAN LUPA LIKENYA YAAA JOIN JUGA DI NOVEL PERTAMA DAN KEDUAKU OKKEYY
~KOREAN BOYS IN LOVE
~LOVE IN SILINCE
BYE-BYE SEE YOU NEXT TIME YA GAES ^_^♡(> ਊ <)♡