Namaku Anindira,biasa dipanggil Anin.Umurku 19 tahun.Saat ini aku bekerja sebagai karyawati toko pakaian yang ada disebuah Mall.Banyak yang bilang aku cantik dan menarik.Dengan kulit berwarna sawo matang,tinggi 165 cm dan berat 45 kg,aku menjadi seorang gadis yang enak dipandang mata.
Banyak laki laki yang tertarik padaku,mulai dari yang muda,tua,sampai yang sudah bau tanah sekalipun.Delapanpuluh persen dari mereka berparas tampan,kaya dan mapan.Sayangnya,sembilan puluh sembilan persen dari mereka berotak mesum jadi tak seorangpun dari mereka yang aku terima cintanya.
Aku terlahir dengan kemampuan spesial yang jarang dimiliki oleh orang biasa.Aku bisa membaca isi pikiran dan hati seseorang.Karena kemampuanku ini aku pernah hampir gila,aku mengetahui semua orang yang ada di sekitarku ternyata munafik,padahal didepanku mereka terlihat sangat baik.Sejak saat itu aku jadi pendiam dan sedikit menarik diri dari lingkungan sekitar.
Dua hari yang lalu bosku kehilangan sejumlah uang dilaci toko.Semua karyawanya panik karena takut dituduh sebagai pencuri.Wanita paruh baya yang akrab kami panggil Cici itu pun menggeledah tas dan barang bawaan kami satu demi satu.Anehnya,sejumlah uang yang bos kami cari tidak ditemukan.
Dalam diam,aku dan rekan kerjaku saling melempar pandangan satu sama lain.Hati kami bertanya tanya,siapa pencuri yang sebenarnya?Sudah lama kami bekerja ditempat ini,baru kali ini Cici kehilangan sejumlah uang.Cici menangis,wajahnya terlihat penuh dengan keputus asaan.Bagaimana tidak?uang itu rencananya akan dia pakai untuk membayar sewa toko selama satu tahun kedepan.
Aku merasa kasihan padanya,selama ini Cici sangat baik pada kami.Dia jarang mengomel,suka memberi bonus lebih dan tidak pelit dengan makanan.Akhirnya,aku berinisiatif untuk membantunya.Meskipun keselamatan dan pekerjaanku harus menjadi taruhannya.
Aku menyentuh pundak rekan kerjaku satu persatu,mencoba mencari tahu isi pikiran dan hati mereka.Ternyata,tak ada satupun dari mereka yang mencuri.Kemudian,aku menghampiri Kania Putri bos kami dan menyentuh pundaknya."Semoga ibu tidak tau aku yang mengambil uangnya,aku benar benar sangat membutuhkan uang itu untuk membayar hutang hutangku.Aku tidak mau disiksa dan diteror oleh para rentenir itu terus menerus"Begitu kira kira isi hati dan pikiran Kania yang bisa aku dengar.
Langsung saja,aku mengutarakan niatku pada Cici dan Kania untuk bicara enam mata saja.Mereka langsung menyetujuinya.
"Ada apa nin?Apa kamu tau siapa yang mencuri uang saya?"Tanya Cici.
"Ia,saya tau"Sahutku singkat.
"Siapa orang sudah mencuri uang saya nin?Saya mau laporkan dia kepolisi biar dipenjara"Ucap Cici gemas.Sorot matanya terlihat serius dan berapi api,aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku dan Kania setelah ini.Mungkin dia akan menganggap aku gila,atau langsung mencoret nama Kania dari Kartu Keluarga.
"Siapa yang mencuri?Kamu tau dari mana kalau dia yang sudah mencuri uang mama saya?"Kania terlihat sedikit cemas dan takut.Sama seperti perasaanku saat ini.
"Kania yang sudah mencuri uang Cici"Ucapku pelan.
"Apa katamu?Kania?"Cici tersentak kaget.
"Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti"Kania mencoba membela diri.Aku yang terus terusan mendengar kata sepatu,celana dalam dan saku jaket dari kepalanya mencoba untuk membeberkan segalanya.
"Buka saja sepatu boothnya,Kania menyembunyikan uangnya disana.Sebagian lagi dia simpan didalam celana dalam dan saku jaketnya"Ucapku berani.
Tak butuh waktu lama,ucapanku terbukti.Tentunya setelah bosku menggeledah tubuh putrinya dan menjamah tiga titik Yang aku sebutkan tadi.Cici terduduk lemas,dia memandangi wajah putrinya lekat lekat.
"Untuk apa kamu mencuri uang sebanyak ini?"
"Maaf ma,Kania kepepet.Kania punya hutang banyak sama rentenir"
"Hutang?Untuk apa?"
"Untuk membelikan James motor dan iPhone"
"James?Pacar bulemu itu?"Cici terperangah dan terkaget kaget.
"Bodoh sekali kamu Kania.Kamu itu wanita,dimana mana laki laki yang royal sama wanita bukan kebalikanya"sambung ku setengah memaki.Kania menatapku denga tatapan penuh Emosi.Samar samar,aku mendengar ocehan dihatinya yang ingin menghancurkanku untuk balas dendam.
"Anin,kamu tau dari mana kalau putri saya yang mencuri uangnya?Ditoko ini kan tidak ada cctv"Tanya Cici penasaran.
"Anggap saja aku punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain"Sahutku santai.
"Oh..ya?Baik lah.Aku sangat berterimakasih padamu"
"Sama sama ci,"
Aku kembali melanjutkan pekerjaanku,meninggalkan Cici dan putrinya disudut toko hanya berdua.Aku tahu betul Cici sangat menyayangi putrinya,dia pasti tidak akan memasukan Kania kedalam penjara.
*****
Malam harinya,saat aku sedang berjalan seorang diri menyusuri gang kecil menuju kontrakan.Tiba tiba Kania muncul dihadapan ku,dia membawa dua orang preman bertubuh tinggi kekar dengan banyak tato ditangan mereka.
"Kania,"Sapaku dengan perasaan yang tidak enak.
Jantungku berdegup kencang,saking kencangnya seperti mau melompat keluar.Tubuh kurusku sedikit gemetaran karena didekap erat oleh rasa takut yang luar biasa besar.Aku menarik nafasku panjang,lalu mengeluarkannya secara perlahan.Berharap cara sederhana ini bisa membuatku sedikit tenang.
"Jadi,kamu punya kemampuan spesial ya?Coba tebak,apa yang akan dua laki laki ini lakukan padamu"Kania mengetes kemampuanku.
"Kamu membayar mereka dengan harga tinggi,lalu menyuruh mereka untuk menghabisi ku"Ucapku lantang tanpa ragu.
"Aha..ha..ha..ha...Tebakanmu benar.Ternyata kamu memang punya kemampuan spesial ya?Tapi,bisa kan kamu tidak mencampuri urusan orang lain?"Mata Kania memerah.Terlihat jelas dia sedang sangat marah.
"Kania,kamu dan Cici bukan orang lain bagiku.kalian bosku,sudah seperti teman dan keluarga bagiku.Aku tidak mungkin membiarkan kamu berbuat jahat pada mamamu sendiri"Jelasku dengan nada halus dan pembawaan setenang mungkin.
"Banyak bicara.Kalian,cepat hajar dia"Perintah Kania.Dua laki laki itu hanya berdiri mematung,kemudian saling melempar pandangan satu sama lain.Kania kebingungan,dia menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Mereka tidak akan mau menghajarku,"Ucapku pede.
"Kenapa?"Kania penasaran.
"Aku membantu mereka menang lotre seminggu yang lalu.Uang yang mereka dapatkan sangat banyak,bahkan lebih banyak dari uang pemberianmu.Dengan kata lain,mereka punya hutang Budi padaku"Jelasku panjang lebar.
Aku bersyukur,Dewi Fortuna sedang berada dipihaku saat ini.Kania salah memilih preman bayaran.Kalau tidak,aku pasti sudah dihabisi oleh mereka dan dibuang ke kali.Orang yang sedang marah dan emosi memang bisa melakukan apapun untuk memuaskan nafsunya,termasuk menghabisi nyawa seseorang.Makanya,ada nasehat bijak yang berbunyi"Jangan pernah mengambil keputusan saat kamu sedang marah,kalau tidak mau menyesal dipenghujung hari".
"Sudah lah,lebih baik kalian pulang saja.Lihat tembok disisi kanan dan kiri kalian,banyak cctv.Dan rumah besar yang ada disamping kita ini adalah milik seorang perwira polisi,kalian tidak mau kan masuk penjara?"Aku mencoba menakut nakuti mereka.
Kania menoleh kekanan dan kekiri,mencoba mencari tau apa ucapanku benar.Tentu saja benar,banyak cctv dikomplek perumahan milik orang kaya itu.Tapi soal rumah besar milik perwira polisi aku hanya mengarangnya saja,Kania pasti percaya karena dia sedikit bodoh dan mudah ditipu.
Setelah kejadian menegangkan itu,aku memutuskan untuk mengundurkan diri dan pindah keluar kota.Aku harus pergi ketempat yang jauh agar Kania tidak bisa menemukanku dan melakukan rencana jahat lagi padaku.Aku sudah pernah beruntung satu kali,belum tentu aku bisa mendapatka keberuntungan lagi untuk kedua dan ketiga kalinya.