LABIRIN CERMIN
7 NOVEMBER (DAY 19)
Oh labirin ini sangat menyulitkan. Semua terbuat dari kaca. Bayangan diri juga terlihat. Dimana-mana. Pada satu sudut. Semua bayangan nampak. Pada samping, juga di depan. Semuanya memperlihatkan gambaran aku yang kebingungan. Seperti menampilkan kehidupan ini. Dimana pada suatu ketika akan merasa bingung. Dalam memutuskan satu keputusan penting. Yang mana keputusan tersebut sangat meragukan. Apalagi jika dilihat dari kemungkinan penting tidaknya, maka akan memperlihatkan satu yang ruwet. Seperti di labirin ini. Kaca yang Nampak hanyalah kiasan. Bayangan diri yang terpantul. Bukan nyata. Yang nyata adalah diri ini. Dengan segala kebingungannya. Sehingga butuh solusi. Labirin ini solusinya. Dimana satu pilihan tepat, yang membebaskan. Kehidupan ini adalah tanpa solusi. Segalanya membingungkan. Dan keputusan satu bukanlah yang benar. Dan akan terjerumus pada satu lorong panjang tak bertepi, untuk menentukan pilihannya. nAmun mesti tepat. Sebab kalau keliru, akan mengulang dari awal. Dari pintu masuknya sebuah permasalahan. Dan penentuan akhirnya membutuhkan waktu. Tepat, maka akan cepat. Dan keliru akan menguras banyak waktu. Hingga pada akhirnya. Itu akhir perjalanan kita. Hidup akan tuntas. Se tuntas memecahkan labirin yang memang dibuat sulit. Kalau tak sulit itu hanya lorong jalan saja. Belum lagi jika ruangan dibuat gelap. Semakin membuat gelisah. Tak jua keluar.
Pada awal masuknya sudah sangat sulit. Mencari titik masuk. Seperti pada piramida. Yang mencari pintu masuknya sangat sulit. Setelah ketemu, baru lebih menyulitkan lagi. Karena memang tujuannya untuk mempersulit orang. Yang mudah tentu pemiliknya. Yang jelas sudah mengetahui pemetaannya. Dan bagi para pengunjung akan diberi satu kebingungan. Dari luar sudah sama. Tak ada jalan masuk. Istilahnya. Agar tak bisa masuk. Sebab pada bagian inti dari ruang ini menyimpan satu misteri indah. Yang sangat berharga. Itulah inti dibuatnya bangunan misterius tadi. Agar tak hilang. Tak ditemukan. Dan pemiliknya yang tahu. Dia akan langsung pada sasaran. Dimana misteri itu tak misterius lagi.
Semuanya nampak serupa. Bahkan pintu masuk tadi tak kelihatan. Aku kebingungan. Dikala bisa masuk, tapi tak bisa keluar. Itu sebuah perangkap. Layaknya bubu ikan. Yang dibuat untuk memerangkap ikan agar tak bisa keluar. Sebab bagian dalam memang untuk menangkap mangsa. Sehingga ikan-ikan nikmat yang masuk untuk mendapatkan makanan, justru akan terperangkap dan menjadi makanan. Labirin ini layaknya demikian. Hanya saja labirin kaca ini tujuannya hanya untuk mengeluarkan manusia yang kebingungan dari ruang membingungkan. Sehingga yang berhasil keluar akan senang. Dan yang gagal akan menderita. Sampai titik tak jelasnya luruh.
Terus jalan. Sampai jalan terputus. Ada simpang tiga. Mesti membelok. Dan mencari yang tepat. Kalau keliru, maka akan berada pada simpang - simpang yang lain. Terus melangkah, ternyata tembus jalan yang tadi. Hanya berputar-putar pada satu ruangan membingungkan. Berikutnya mengambil lorong yang berbeda. Dan menembus pada simpang yang lain dan masih membingungkan.
Belum lagi kalau ada simpang empat. Maka akan lebih sulit lagi. Hingga kelelahan tak jua ketemu pintu keluarnya. Andai ketemu, dan Cuma satu, maka akan memudahkan. Terkadang sama pemilik yang psikopat akan dibuat jalur keluar yang lebih dari satu. Sehingga mesti ada pilihan lagi yang sangat tepat. Kalau pintu itu dibuat jebakan lagi, maka akan membuat kita sulit keluar. Dan bertemu dengan sosok menyeramkan penjaga pintu salah itu. Bisa saja dijaga oleh raksasa merah. Atau justru jatuh pada lubang kolam penuh racun sehingga akan menggelepar, seperti ikan kena jebakan.
Barulah setelah menemukan pintu keluar, akan merasa sangat lega, bahkan puas telah menjadi pemenang di kehidupan ini.