Dan di dalam lift yang rusak itu, tersisalah aku dan seorang lelaki yang amat tinggi jika dibandingkan dengan dari diriku yang mungil ini.
Betapa canggungnya kami di dalam sana. Tapi memang tak ada yang bisa kami lakukan selain menunggu pertolongan yang akan diberikan pihak keamanan untuk mengamankan lift ini.
Badan lelaki itu memang tinggi besar, sayang sekali gaya berpakaiannya sangat tidak mencerminkan seorang pegawai di sini karena amat berantakan.
Dengan dasi yang dilonggarkan, kemeja yang tak dilapisi jas kembali juga lengan kemeja yang digulung hingga siku.
Jangan lupakan rambutnya yang agak gondrong dan acak-acakan itu. Sungguh sangat tidak niat berangkat kerja sepertinya.
Walau wajahnya memang tidak terlalu tampan tapi tidak termasuk kategori jelek juga.
Sementara aku hanya melirik dirinya sedikit-sedikit dari samping. Sementara dia masih sibuk dengan urusannya sendiri dengan memegang ponselnya daritadi.
Ah aku hanya menghela napas, meski aku mengagumi otaknya tapi tidak dengan sikap bodo amatnya ini.
Yah semoga saja aku bisa segera keluar dari lift ini, agar aku tidak selalu terjebak lama di situasi seperti ini.
Beberapa menit kemudian terdengar ketukan dari arah luar dan menanyakan apakah ada orang atau tidak di dalam..
Setelah memberikan kepastian bahwa memang ada yang menggunakan lift ini, sepertinya mereka langsung bergerak cepat.
Karena berikutnya terdengar suara mesin pemotong dari bagian atas lift membuatku mau tak mau memperhatikan bahwa sudah ada yang berhasil menolong kami.
Karena itulah, aku bergerak sesuai instruksi saja dari yang lebih paham soal seperti ini.
Setidaknya beberapa waktu kemudian, aku dan dia berhasil meloloskan diri dari lift yang rusak ini mengikuti si penolong meninggalkan lift yg mendadak rusak itu 😢
FIN~~