Kaila sedang terduduk diam di hamparan rumput, dia terlihat hanya menatap lurus dengan sorot mata yang kosong, di hadapannya terdapat pemandangan yang sangat indah.
Pemandanga yang membuat setiap mata akan menatap dengan kagum,
Itu adalah menara Eiffel, menara Eiffel dengan lampu kelap - kelip yang megah dan mewah, membuat setiap hati orang yang melihatnya akan bahagia.
Tetapi tidak dengan hati kaila, hatinya sekarang sedang merasakan patah hati
Yang membuat nya sulit menikmati hidup nya lagi, seperti seeakan ada satu bagian diri nya yang hilang.
Sudah 2 tahun sejak kaila menginjakkan kaki di tempat ini, kota yang kata orang penuh dengan cinta romantis.
Tetapi bagaimana kaila bisa merasakan patah hati di tengah kota yang penuh cinta romantis ini?
Sejak kecil kaila bercita-cita ingin berkuliah di kota paris, kota yang diimpikannya. Dia begitu giat ikut kursus bahasa prancis sebagai bekal untuknya berkuliah di paris.
Setelah lulus SMA kaila langsung mendaftar kuliah di beberapa kampus di sana, dan dia diterima di kampus ENS paris saclay salah satu kampus yang sangat bergengsi di paris.
Dengan semangat yang membara kaila pergi ke paris menjemput impian nya, yaitu berkuliah disana.
Semua terasa menyenangkan bagi kaila dia menikmati kehidupan di tempat ini, begitu bahagia hingga bisa menutupi rasa rindu dengan keluarganya.
"Ya, ma,, kaila baru sampe supermarket, mau beli makan malam, mama jangan khawatir kaila makan teratur kq" kaila sedang bertelepon dengan ibu nya, yang selalu menantikan kabar anak nya.
" kayanya kaila mau masak nasi goreng aja de ma, abis uda lama ga makan nasi goreng" kaila masi melanjutkan teleponnya
" oke, kaila mau belanja dulu ma, byee,, i love u " kaila mengakhiri telepon dengan mamanya,
Kaila tidak tahu sedari tadi ada seseorang yang mendengar pembicaraannya dengan mama nya di telepon, orang yang berusaha mendekati kaila.
Lalu dengan ragu-ragu dia mendekati kaila dan bertanya,
"Kamu dari Indonesia ya?" Seorang pria bertanya sambil menghampiri kaila.
"ahh, ya benar aku dari Indonesia, kamu juga dari Indonesia? Balas kaila.
"Iya, aku juga dari Indonesia" pria itu tersenyum kepada kaila,
"Ohya kenalkan nama saya, Reino," kata pria itu.
"Saya kaila, senang bertemu", balas kaila
Tidak butuh waktu lama bagi kaila dan reino untuk menjadi dekat, karena mereka ternyata berkuliah di kampus yang sama.
Kaila senang bertemu dengan orang dari negara yang sama dengan nya. Paling tidak dia merasa tidak sendirian di tempat ini, meskipun kaila senang berkuliah di paris tapi terkadang kaila juga rindu dengan negara terutama keluarga nya.
Bila ada waktu luang reino selalu mencari kaila, mereka sering menghabiskan waktu bersama, cinta pun bersemi diantara mereka.
Kaila dan reino menjadi sepasang kekasih, menjalani kehidupan percintaan romantis ditengah kota paris yang indah, benar- benar membuat kaila bahagia.
Selain berkuliah kaila juga bekerja part time disalah satu cafe di dekat kampusnya, terkadang reino menjemput kaila saat selesai bekerja.
Kaila anak yang periang dan ramah, dia memiliki banyak teman, teman- teman nya mengatakan bahwa kaila anak yang cantik, kulitnya yang sedikit gelap tapi terlihat halus, lalu rambut hitam nya yang panjang dan terurus.
Kaila memiliki mata yang besar, hidung yang mancung dan bibir yang sedikit tebal, membuat nya populer di kalangan mahasiswa.
Berbeda dengan kaila, reino adalah pria yang pendiam dan jarang berbicara, meskipun wajah reino sangat tampan tetapi dia tidak mempunyai banyak teman seperti kaila
Reino hanya menghabiskan sebagian waktunya diapartemennya ataupun menemui kaila.
kaila harus bekerja part time untuk menambah uang saku, sedangkan reino tidak pernah khawatir dengan uang, karena Reino adalah anak salah satu pejabat di Jakarta.
Hari ini seperti biasa reino menjemput kaila di cafe tempat kaila bekerja part time. Dia mengenakan mantel coklat yang yang membuatnya semakin tampan.
Reino mengajak kaila makan malam bersama di sebuah restoran, kaila sangat senang.
"kaila, aku mau bicara" kata reino
"kamu mau bicara apa" keila terlihat penasaran dengan reino.
"aku mau mengajak mu untuk pulang ke Indonesia" kata reino.
"hah,,?? Kenapa,? Kq mendadak,?" Kaila terlihat terkejut dengan perkataan reino.
"Sebenarnya ini ga mendadak buatku, aku memang sudah ingin pulang dari dulu" kata reino
"Tapi kita kan masi kuliah, kuliah kita belum selesai", kaila beralasan.
"Kita bisa daftar kuliah di jakarta, kamu tinggal pilih kampusnya aku akan ikut" balas reino,
"tapi ini impian ku, aku ingin berkuliah disini, aku ga mau pulang sebelum lulus, kata kaila sambil menunduk.
Setelah mereka selesai dengan makan malam mereka, reino mengantar kaila pulang.
" aku mohon, kamu pikirkan dengan baik kaila" kata reino sebelum kaila menutup pintu apartemen nya, reino berdiri didepan pintu itu beberapa saat.
Akhirnya reino berjalan dengan lirih menuju apartemen nya, reino tahu kaila pasti tidak akan setuju dengan keinginnanya, dan benar saja, mereka bertengkar karena hal ini,
Ini membuat hati reino sangat sakit,
Sebelum bertemu dengan kaila, reino sudah mantap ingin pulang ke Indonesia, reino sudah bosan bahkan muak dengan kota ini, rasa kesepian akan negara dan keluarga nya membuat reino tidak nyaman berada di kota ini.
Kota paris yang sibuk tapi juga romantis tidak bisa mengobati rasa rindu reino akan Jakarta kota kelahirannya, dia begitu rindu dengan keluarga, dan teman-teman nya,
Awalnya reino hanya ingin berkuliah di jakarta saja, tapi papanya memaksa harus berkuliah di luar negeri, maka reino memilih kota paris untuk tujuannya.
Semula semua baik-baik saja setelah reino tinggal di paris, tapi menjadi begitu membosankan untuk nya setelah sekian lama, dia tidak punya teman, reino orang yang sulit untuk memulai pertemanan
Dia menjadi kesepian berada di kota ini sendirian, dan akhirnya rasa rindu akan tempat tinggal dan keluarga nya membuat reino memutuskan untuk kembali ke jakarta dia tidak peduli bila papa nya akan marah.
Malam sebelum reino berkemas untuk pulang ke Indonesia, dia mampir ke sebuah supermarket, lalu dia melihat seorang wanita yang sedang bertelepon wanita yang cantik pikir reino,
Tetapi betapa terkejutnya dia saat mendengar suara wanita tersebut, wanita itu menggunakan bahasa Indonesia, bahasa yang sudah lama tidak dia dengar dan bahasa yang sangat ia rindukan.
Seketika reino langsung menghampiri wanita tersebut yang ternyata bernama kaila, kaila anak yang sangat menarik, menurut reino tidak hanya cantik tapi kaila juga sangat dewasa dan ceria.
Hari-hari yang di lewati reino dengan kaila sangat menyenangkan, sehingga reino melupakan keinginanya untuk pulang ke Indonesia.
Tetapi akhir- akhir ini rasa kesepian kembali datang ke hari-hari reino setelah kaila bekerja part time. Reino ingin meminta kaila untuk tidak bekerja part time tentu saja itu tidak mungkin.
Reino kembali merindukan teman dan keluarga nya, dia ingin pulang tapi dia tidak bisa meninggalkan kaila, karena reino mencintai kaila,
Apakah kaila akan menerima bila reino mengajaknya pulang ke Jakarta?
*****
Sudah 1 minggu kaila dan reino tidak bertemu, kaila seperti masih marah dengan reino, kaila tidak membalas pesan-pesan dari reino.
Ini membuat hubungan ke duanya menjadi rumit, reino yang ingin pulang dan kaila yang ingin tinggal menjadikan mereka saling menunjukan egonya masing- masing.
Hari ini reino mencari kaila di cafe tempatnya part time
"Kaila, kamu tidak mau ikut aku pulang ?" Reino memulai pembicaraan
"Aku tidak bisa reino,aku ingin melanjutkan kuliahku disini" kata kaila
"Bukankah kau mencintaiku seperti aku mencintaimu, aku tidak bisa pulang tanpamu" balas reino
"Makanya untuk apa kamu pulang, kamu juga harus lulus kuliah disini dulu" kaila menjelaskan kepada reino.
"Aku sudah tidak betah di sini, aku merindukan keluarga dan teman ku, aku ingin pulang" balas reino,
" kau benar ingin pergi reino?" - kaila
" iya, aku sudah tidak nyaman berada di sini, tetapi Aku tidak bisa memaksamu, bila kamu tidak mau ikut, aku akan pulang sendiri" -reino
"Bila kami pulang kita putus" ancam kaila.
Setelah itu Kaila begitu sulit untuk di hubungi, dia tidak mau menjawab telepon ataupun pesan dari reino.
Hingga keberangkatan reino ke Jakarta, reino dan kaila tidak pernah bertemu, reino sangat sedih karena kaila seperti benar- benar memutuskan hubungan dengan nya.
6 bulan setelah itu Reino melanjutkan kuliah di jakarta, sesuai keinginannya, dan dia masih sering merindukan kaila.
Sedangkan kaila melanjutkan hidupnya di paris, tapi tidak seperti sebelumnya, dia begitu kesepian saat ini setelah kepergian orang yang di cintai nya rasanya seperti separuh hati nya di bawa pergi oleh orang itu.
Seharusnya kaila menemuinya sebelum dia pergi sesal kaila, lalu menengok ke arah menara yang dulu sangat diidamkannya itu, sangat indah tetapi tidak dapat membuat hatinya bahagia.
Kaila menaruh kedua tangannya di ujung bibirnya dan berteriak
" Eiffel,,,, !! IAM BROKEN HEART,,!!!
Kaila berteriak cukup kencang, lalu dia melihat sekelilingnya.,
Paris yang dulu menjadi impiannya tetapi sekarang berada disini seperti membuat kaila sesak, tiba-tiba air mata menetes di kedua pipi kaila,,
Kaila menangis,,
Setelah menangis dia menyadari sesuatu, kaila langsung berdiri dan berlari kearah apartemen nya, bermaksud berkemas dan menyusul seseorang,
Seseorang yang telah pergi membawa separuh hati nya.
Hari ini reino sedang berada di kampus nya, dia bermaksud untuk pulang.
Dia berjalan kearah mobil nya, tiba-tiba mata nya terpaku melihat seseorang.
Seseorang yang telah memutuskan hubungan dengannya, seseorang yang tak mau berbicara dengannya. Tiba-tiba hadir di depannya.
"kamu merindukan mantanmu ini,?"
Kata kaila,
"kq kamu ada disini,?"
"Aku merindukan kamu reino", balas kaila
Reino langsung berlari memeluk kaila
Pelukan yang erat untuk melepas rindunya.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi reino" kata kaila
"jangan memutuskan hubungan dengan ku kaila" reino membalas
🌸the - end🌸
Jangan lupa vote dan comnet yaaa