Hari ini,tepat satu tahun Hanum dan Dimas berpacaran.Hanum berencana membuat kejutan dengan mengajak kekasihnya makan malam romantis disebuah cafe yang sering mereka kunjungi.Gadis berperawakan subur itu tidak malu selalu mengambil inisiatif terlebih dahulu dari pasanganya.Toh,hal itu umum dilakukan oleh kaum hawa yang hidup di zaman serba moderen seperti sekarang ini.
Makanan dan minuman favorit Dimas sudah tertata apik diatas meja.Begitu juga dengan kue dan kado khusus yang sudah Hanum siapkan sejak jauh hari.Harusnya,malam ini akan menjadi malam yang paling indah dalam sejarah hubungan Hanum dan kekasihnya itu.
Dua jam berlalu dari jam awal janjian,Dimas tak kunjung datang.Hanum terus menelpon kekasihnya dengan perasaan campur aduk.Sedih,khawatir,kesal,semua menyatu menjadi satu.
"Apa Dimas lupa ada janji sama aku ya?"gerutu Hanum kesal.Dia memasukan kembali ponselnya kedalam tas dan menutupnya rapat rapat.
"Hanum,"panggil seseorang dari arah samping.Gadis itu menoleh,senyum manis langsung mengembang diwajahnya saat mendapati Dimas sedang berjalan pelan kearahnya.
"Kemana aja sih?kok datengnya telat?"tanya Hanum manja.
"Maaf,jalanan macet"alasan klasik keluar dari bibir tipis Dimas.
"Macet?"Hanum menatap ragu.
"Ia,macet.Ngomong ngomong,ada yang mau aku omongin nih sama kamu"Dimas mengalihkan topik pembicaraan.
"Soal apa?"Hanum penasaran.
"Soal hubungan kita.Maaf,kayaknya kita harus putus"ucap Dimas enteng.
"Lho,kok bisa tiba tiba kamu minta putus dari aku?alasanya apa?"Hanum terlihat syok dan kaget.Wajar saja,Selama setahun menjalin asmara hubungan mereka selalu berjalan mulus tak pernah ada masalah sedikitpun.
"Aku udah punya pacar baru,dia lebih cantik dan lebih menarik daripada kamu.Satu lagi,dia nggak gendut"ucap Dimas tanpa ekspresi rasa berdosa.
"Apa?"Hanum mengernyitkan dahi.Menunjukan rasa kecewanya yang besar tanpa harus berbicara.Keadanya saat ini benar benar buruk,bahkan lebih buruk dari pasien IGD yang sedang dirawat intensif.
Jantung gadis berusia 21 tahun itu terasa sakit,dadanya sesak hingga sulit untuk bernafas.Tubuhnya terasa lemas tak ber energi,seolah dia sedang berpuasa sebulan penuh tanpa sahur dan berbuka.
"Maaf,aku nggak bisa lama lama disini.Aku ada urusan lain.Sekali lagi,maaf ya"Dimas pamit pergi.Dia berlalu begitu saja meninggalkan Hanum seorang diri dengan setumpuk makanan diatas meja dan kekecewaan yang dalam dilubuk hatinya.
Dimas,sosok laki laki yang Hanum kenal baik dan mau menerima segala kekurangan Hanum dengan tulus telah berubah.Semua karena Hanum kurang cantik,kurang menarik dan gendut.Astaga,Dimas benar benar kejam !!
Hanum menundukkan wajahnya,dia menangis sesenggukan disana.Apa dia tidak merasa malu?tentu saja Hanum merasa sangat malu karena menangis didepan umum.Tapi dia harus melakukan hal itu agar beban berat dihati dan otaknya sedikit berkurang.
"Aku nggak terima diperlakukan seperti ini.Aku manusia bukan makanan sisa yang bisa se enaknya saja dia buang.Aku harus balas dendam"ucap Hanum dengan nada lirih tapi penuh dengan rasa benci.
*****
Enam bulan berlalu,Hanum muncul dengan wajah dan penampilan baru.Tubuh ramping,wajah mulus tanpa jerawat dan kulit yang lebih cerah dari nona nona Belanda.Diet dan skincare rutin yang rajin dia lakukan membuahkan hasil.Balas dendam pun dimulai.
Siang itu,Hanum datang ketempat kerja dimas.Tepatnya dipusat percetakan Jaya Utama Sejati.Dia hendak mencetak buku nota penjualan untuk bisnis barunya.Yang Hanum inginkan pun terjadi,Dimas terlihat kaget dan takjub dengan penampilan barunya.
"Kamu,Hanum kan?"tanya Dimas.
"Ia,masa kamu lupa sama mantan sendiri sih?"goda Hanum.
"Nggak kok,aku nggak lupa.cuma sedikit pangling aja,soalnya sekarang kamu jadi cantik banget"Dimas merayu.
"Masa sih?"Hanum pura pura tersipu malu.Padahal didalam hati muak,muak dengan gombalan playboy cap ikan teri seperti Dimas.
"Mau bikin apa?"
"Ini,tolong bikinin nota penjualan buat toko kue aku ya.Nama toko dan alamatnya ada disini,nomor telfonya juga ada"ucap Hanum sambil menyodorkan selembar kertas berwarna putih.
"Berapa pis?"
"Tigaratus pis"
"Oke,nanti kalo udah jadi aku telpon kamu"Dimas melempar senyum manis kearah Hanum.
Percakapan antara Hanum dan Dimas pun berakhir.Hanum pergi meninggalkan Dimas yang masih menatapnya dengan tatapan kagum.
Malam harinya,tak disangka tak diduga Dimas datang berkunjung kerumah Hanum.Dia memakai pakaian rapih dan membawa seikat bunga mawar berwarna merah.Entah apa yang akan dilakukan oleh laki laki berakal bulus itu,tapi sepertinya Hanum harus lebih hati hati.
Dimas mengetuk pintu berkali kali,Hanum tidak juga muncul dari dalam untuk membukakan pintu.Gadis itu hanya mengintip dari balik tirai kamarnya.
Tak lama,hujan pun turun.Angin bertiup kencang dan petir menyambar nyambar.Dimas masih saja berdiri diteras rumah Hanum dengan wajah pucat dan tubuh mengigil kedinginan.
"Konyol,dulu waktu aku jelek kamu nggak pernah ngelakuin hal konyol kayak gitu buat aku.Mau berdiri sampe pagi disitu juga aku nggak bakal mau bukain pintu buat kamu"sloroh Hanum sinis.
*****
Aksi konyol Dimas berdiri didepan rumah Hanum sambil membawa bunga ternyata berlangsung sampai beberapa hari.Laki laki itu seolah sedang menunjukan ketulusan dan penyesalanya yang dalam pada Hanum.Malu dengan ocehan para tetangga akhirnya mau tidak mau Hanum harus keluar rumah untuk menemui mantan kekasihnya itu.
"Dimas,kamu lagi ngapain sih?"Hanum emosi.
"Aku lagi nyoba buat meraih hati kamu Hanum"ucap Dimas dengan nada lembut.
"Apa aku nggak salah denger?"Hanum tersenyum sinis.
"Hanum,aku minta maaf udah jahat dan bersikap buruk sama kamu.Aku bener bener menyesal"
"Nggak usah berlebihan,aku udah maafin kamu dari dulu kok"
"Serius?bagus lah kalo begitu.Emh...kamu mau nggak balikan sama aku lagi?"Pertanyaan yang paling ditunggu tunggu oleh Hanum akhirnya muncul.
"Dimas,aku memang udah maafin kamu tapi aku nggak mau balikan lagi sama kamu.Dulu kamu mutusin aku karena aku jelek,dan sekarang gantian aku yang nolak kamu karena aku udah berubah jadi gadis cantik"jiwa sombong seorang gadis yang pernah disakiti muncul.
"Tapi num,"Dimas meraih tangan kanan Hanum dan meremasnya.
"Dimas,tolong denger ini baik baik ya.Apapun yang kamu lakuin buat ngambil hati aku itu nggak ada gunanya,hati aku udah tertutup rapat buat kamu.Rasa cinta,sayang,dan rindu yang dulu pernah ada buat kamu udah sirna.Jadi mendingan sekarang kamu pergi deh dari sini,kamu cari gadis bodoh yang mau kibulin setiap hari"Hanum memotong ocehan Dimas dan menyambungnya dengan kalimat sadis.
Dimas tertunduk malu,dia menjatuhkan bunga mawar merahnya ke lantai kemudian di injak injak sampai remuk.Hanum tau Dimas kecewa berat,tapi penolakan yang Dimas dapatkan hari ini benar benar setimpal atas perbuatan yang telah dia lakukan pada Hanum dimasalalu.
Kalau kamu tidak mau disakiti,janganlah kamu menyakiti orang lain.Karena apa yang telah kamu tanam,kamu jugalah yang akan menuainya.Jadi,berpikirlah sebelum melakukan sesuatu agar tidak menyesal dikemudian hari.