Jauh di masa depan,dunia semakin kacau.terdengar mustahil tapi banyak monster bermunculan karena itu banyak sekali asosiasi terbentuk dengan kemajuan teknologi tidak mustahil monster dibinasakan.
Ada kelompok yang membinasakan Monster itu,mereka disebut Exeter dari banyaknya asosiasi,ada banyak Exeter jumlah mereka tak terhitung.Salah satunya adalah aku,namaku Ari sebelum menjadi Exeter aku adalah gadis SMA biasa pada umumnya.Menjadi Exeter itu tidak mudah.Seperti yang aku jelaskan setiap Exeter pasti memiliki asosiasi,aku berasal dari asosiasi baru bernama Avery yang dipimpin Astoria,dia yang merekrut ku dengan aku sebagai anggota pertama dan satu-satunya,dia bilang "aku tidak ingin ada orang tidak berguna di asosiasi ku" dia memang keras kepala dan semaunya sendiri tapi soal kemampuan jangan diragukan lagi.
Astoria salah satu dari top 10 Exeter terhebat di dunia,umur kami tidak beda jauh.Astoria berperawakan tinggi dengan kulit putih dan rambut panjangnya dia sangat cantik,apalagi dia berasal dari keluarga kaya.Tempat asosiasi kami cukup besar dengan fasilitas lengkap, sebenarnya banyak yang ingin mendaftar tapi Astoria menolaknya.
"Ri gue bawa anggota baru nih." ucap Astoria yang membuat sangat terkejut.
"Ha?Lo tadi pagi makan apa?" Tanyaku spontan.
"Sushi,emang kenapa?"
"Lo yang selalu nolak anggota tiba-tiba bawa anggota baru?"tanyaku
"Ya karena mereka hebat,gue gak mau numpuk beban di asosiasi gue."
Ucapnya dengan santai.Dia membawa dua orang bersamanya seorang perempuan dengan tubuh pendek dan seorang pria dengan wajah cukup tampan.
"Gue dengar kita seumuran,panggil aja Tia"Ucap perempuan bertubuh pendek itu,berlawanan dengan wajah imut dan tubuh pendeknya,gaya bicaranya sangat dewasa.
"Gue Max"ucap pria yang menurut gue sedikit tampan itu sambil tersenyum.
"Hai Tia and Max gue nama gue Ari"ucapku dengan ekspresi senyum terbaik yang kumiliki.
Sekitar sebulan berlalu semenjak kedatangan Tia dan Max ,beban pekerjaan gue berkurang sedikit.Akhirnya gue gak harus pergi ke pembasmian monster berdua aja sama Astoria selama sebulan itu juga hidup ku damai-damai aja.Itu yang aku pikirin sebelumnya.
"ARI AWAS!!"Teriak Astoria, serangan Ku dan Astoria gagal monster itu nendang tubuh Astoria sampai terpental,aku malah membeku disana kaki tajam monster itu hampir menembus di kepala gue,banyak tubuh manusia menancap yang tak terbentuk lagi.
"Bodoh"ucap Max,dia langsung lari kearah gue narik tubuh gue untung aja gue selamat.
"Ha..ha...makasih"ucap gue sambil kehabisan nafas dia diam aja lalu lari ke arah monster itu,tongkat kecil yang dia pegang berubah menjadi panjang dia lalu melompat dan menancapkannya tepat dikepala monster itu, tongkat itu berhasil menembus kepala monster itu.
Lagi-lagi monster itu lari kearahku,saatnya tidak pas kakiku keseleo sedangkan Astoria sudah terbaring pingsan, tubuhnya penuh dengan luka sedangkan Tia dia hanya diam melihat kami.Max lari dia menyambar tubuhku lalu dia melemparkan Tia ke monster itu,dia gila!!.Monster itu mencabik-cabik tubuh Tia dia teriak kesakitan Max memegang tanganku lalu membawaku meninggalkan Tia dan Astoria.
"Woyy Max gila mereka gimana oyyyy"Ucapku sambil memukul punggung Max.
"Gue gak peduli,Lo lebih penting"ucapnya.
'byurr' wajahku diguyur air "Max gila-"
"Siapa Max?bangun Lo kebo udah siang juga" ucap Devan kakak ku.
"Loh ganggu mimpi gue anjir"ucapku.
"Loh kok kurang aja ya,lagian siapa Max?"tanyanya.
"Kepo loh"jawabku.