Mencoba tuk bertahan di kepungan badai cobaan. Warna pelangi hanyalah semu yang di rasakan. Hilang tersalip awan awan biru yang menderu. Lupakan semua kenangan Dan janji hati.
Menanti harapan melepas masa-masa kelam. Melangkah maju menuju sebuah harapan. Cinta sejati sudah jauh dan pergi. Berlalu pilu di telan oleh sang waktu.
***
Aku barusaja membuka Handphone ku untuk mengecek tugas dari guru. Tidak disangka, aku malah mendapatkan sebuah pesan yang menimbulkan rasa sesak yang amat sangat di dadaku.
Sebuah pesan 'kembali' dari seseorang yang pernah singgah di hatiku 5 tahun lamanya. Kami sudah berpisah, mengapa dia mengatakan ingin kembali? Ini tidak benar, aku tidak percaya. Apakah aku harus menjawabnya?
Mengumpulkan keberanian untuk menjawab sebuah pesan itu, sangat sulit.
Aku menjawab pesan itu dengan sangat hati-hati dengan tanganku yang bergetar. Suhu Panas dingin menyelimuti tubuhku.
***
Awal yang manis. Hari-hari yang kita jalani bersama dengan perasaan gembira. Betapa merindukan nya aku dengan itu. Aku juga rindu kamu, sangat sangat rindu. Dari beberapa tahun lalu yang kita habiskan bersama selama 5 tahun. mana mungkin aku bisa dengan mudah melupakan mu.
Kini kau ada di hadapan ku, mengatakan ingin kembali. Aku senang, tetapi ini sesak. Kita sudah berpisah. Tidak mungkin kembali lagi. Hubungan kita sudah renggang. Meski aku teramat sangat merindukan mu, aku tetap sadar diri. Kita bukan jodoh. Aku ingin kau melupakanku. Dan aku juga, sedang berusaha melupakan mu. Melupakan kenangan kita di waktu bersama.
Berat rasanya merelakan semua itu. Aku mengubur dalam-dalam semua perasaan ku padamu yang masih ku simpan ini. Aku tidak akan kembali padamu. Ini demi kebaikan kita.
Perih.. perih rasanya hati ini.. . Terimakasih untuk mu yang sudah mengatakan ingin kembali padaku. Terimakasih untuk semua kenangan indah yang pernah kau berikan padaku. Terimakasih untuk segalanya. Inilah akhir kisah kita.
Maaf ya, kita tidak bisa kembali. Kita harus merelakan semuanya.
Aku menangis karena keputusan ku sendiri. Aku merasa, keputusan ini memang benar. Merelakan nya yang jelas-jelas bukan untukku. Aku tidak boleh terlalu egois, aku harus menahan perasaan pribadi ini.
Aku juga rindu kamu.
Maaf ya..
Catatan penulis:
Walau kamu suka dia, sebesar apapun perasaanmu ke dia.
Kalau kamu tau dia bukan jodohmu, Lupakan lah, jangan menikmati hari dengan pasangan yang jelas-jelas bukan jodohmu.
Kamu tidak di pertemukan oleh jodohmu, karena ada beberapa alasan.
Berdoalah, dekatkan diri pada yang maha kuasa. Bahagiakan orang tuamu dulu.
Insyaallah, kamu akan di dekatkan oleh jodohmu.
(Terimakasih sudah membaca~)