Minggu pagi adalah harinya Jevando untuk cari muka ke istri. Dia akan tiba-tiba rajin mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari ngepel sampai cuci baju. Rere setiap minggu pagi pasti akan mengeluarkan semua kasur dan bantal untuk di jemur, mengganti sprei dan sarung bantal juga mencuci selimut. Jadi Jevan selalu membantunya setiap dia ada waktu.
sama seperti hari ini, matahari bersinar cerah tanpa awan. Lebih cenderung untuk panas seharian ini makanya Jevan dan Rere memutuskan untuk menjemur semua bantal sekalian kasurnya juga. Rere menggelar alas bersih di halaman rumahnya sedangkan Jevan sedang melepasi sprei dan sarung bantal di dalam kamar.
"Cantik bantuin dong. Kalo sendirian nggak bisa nih," kata Jevan setengah berteriak agar Rere yang masih berada di halaman dengar.
"Ya bentar."
Rere melangkah masuk lalu membantu suaminya itu mengangkat kasur berukuran king size yang biasa mereka pakai untuk tidur. Jevan dan Rere mengangkatnya dengan berhati-hati sampai ke halaman dan meletakkannya di atas alas yang sudah Rere siapkan tadi. Jevan kemudian kembali masuk untuk mengambil bantal sedangkan Rere menuju ke belakang dan lebih dulu mengisi mesin cucinya dengan air dan sabun.
"Cantik, ini mau dimasukin ke mesin sekalian semua atua gimana?"
"Satu-satu Mas, spreinya dulu sama sarung bantal nanti selimutnya terakhir," kata Rere yang mulai nyicil menjemur pakaian yang tadi sudah dia cuci lebih dulu.
Jevan memasukkan sprei kotor dan sarung bantalnya ke dalam mesin cuci. Setelah semuanya masuk, dia langsung menyalakannya. Jevan memastikan mesin cucinya menyala dan berfungsi dengan baik kemudian mendekati Rere dan membantunya menjemur pakaian.
"Hari ini enaknya makan apa ya?" tanya Rere.
"Cantik, jajan di luar aja yuk sekalian nengok ke percetakan," ajak Jevan.
"Ok."
Jevan dan Rere dengan mudah membuat kesepakatan. Pasangan kekasih yang menikah 2 tahun lalu ini memang tidak pernah mendebatkan perkara mau makan apa. Selain Rere yang pemakan segala, Jevan juga bukan tipe orang yang terlalu pilih-pilih. Kadang kalau keduanya malas makan ya hanya beli cemilan atau membeli jajanan berat untuk mengganjal perut.
Jevan kembali menilik mesin cucinya kemudian segera mengganti airnya dengan yang baru untuk membilas sprei yang tadi mereka cuci.
"Mas, selimutnya diinjek-injek aja gimana? Kayanya asik sambil olahraga," kata Rere.
"Siapa yang mau nginjek-injek?"
"Kamu lah. Hitung-hitung bakar lemak," kata Rere.
Jevan sebenarnya tidak begitu gemuk awalnya, dia juga sama kurus dengan Rere, tapi semenjak menikahi gadis pujaan hatinya ini berat badan Jevan naik secara signifikan. Jevan memang mengimbanginya dengan rajin workout tapi tetap saja pipinya tidak bisa membohongi. Wajah tirus Jevan semakin hari semakin berisi dan semakin fluffy. Padahal yang ingin sekali dia buat gemuk adalah Rere.
"Semangat gembul kesayangan," kata Rere menyemangati Jevan yang mulai memasukkan kakinya ke dalam ember lebar berisi air sabun dan menginjak-injakkan kakinya ke selimut yang harus di cuci.
"Ah kamu doyan banget ngerjain suami," kata Jevan.
"Sekali-kali lah, udah lama nih nggak ngerjain kamu soalnya. Kangen aku," kata Rere sambil terkekeh.
Jevan hanya geleng-geleng tapi kakinya tidak berhenti bergerak. Dia terus menginjak selimut itu hingga air sabun yang tadinya bening mulai berubah kecoklatan.
"Kotor banget gila," kata Jevan.
"Ya kan minggu lalu kita skip bersih-bersih."
"Wah pantesan kamu bilang suruh diinjek-injek aja nggak masuk mesin cuci, pinter ya Reva sekarang. Istri siapa sih kok gemesin banget jadi pengen gigit," kata Jevan.
"Gigit aja kalo berani. Habis itu kugigit balik biar tahu rasa," kata Rere menyusul Jevan yang sudah lebih dulu tertawa karena tingkah manis istrinya yang mulai menirukan suara harimau lengkap dengan dua tangan yang seolah-olah memiliki cakar.
Selesai mencuci semuanya, Jevan dan Rere melangkah masuk kembali ke dalam rumah. Niat hati ingin melepaskan lelah, tapi gagal lagi karena tidak lama kemudian mendung menyapa. Rere dan Jevan langsung memasukkan kembali kasur dna bantal yang tadi mereka jemur. Lumayan lah sudah dapat panas selama beberapa jam.
Rere langsung meraih satu set sprei beserta sarung bantalnya dari dalam lemari kemudian menggantinya sekaligus mengeluarkan selimut bersih dari dalm lemari juga.
"Harus banget pink semua gini?" tanya Jevan yang agak terkejut melihat kamarnya kini di dominasi dengan warna pink pastel yang begitu kontras dengan suasana kamar mereka.
"Hmm..., aku baru beli. Bagus kan? lucu gitu gambarnya cupcake," kata Rere sambil mengangkat bantal yang sudah dia pasangi sarungnya untuk diperlihatkan pada Jevan yang masih tidak habis pikir dengan pilihan istrinya.
"Ya bagus sih, asal Jojo sama Iyus nggak tahu aja."
"Ahh kalau soal itu, kamu harus lihat ini dulu...," Rere memperlihatkan sesuatu dari handphonenya pada Jevan. Itu adalah foto Junius yang tertidur begitu lelap dibalik selimut berwarna magenta bergambar mini mouse dan foto Jovan yang terlihat memeluk sebuah boneka beruang berwarna ungu muda begitu erat.
"Wahh bener-bener ya kalian, Allah menutup aibmu tapi istrimu modelan Momon Rere sama Lia," kata Jevan geleng-geleng tidak percaya jika ternyata istri dan kedua iparnya itu suka berbagi moment lucu bin memalukan semacam ini.
"Nggak papa kan?" tanya Rere.
"Nggak papa, asal masih dalam kalangan Kuduma Family pt. 1 aku nggak masalah tapi kalau sudah keluar dari situ aku nggak setuju ya...," kata Jevan.
"Nggak akan kok, aku juga nggak mau image suamiku jatuh," kata Rere kembali melanjutkan kegiatannya.
"Cantik..., di luar mulai hujan," kata Jevan yang sudah berdiri di sebelah Rere dan menggenggam tangan Rere.
"Ya terus? Kan kita perginya pakai mobil Mas nggak akan kehujanan kok," jawab Rere.
"Hmm okey...," Jevan tidak melanjutkan niatnya lagi begitu mendengar Rere menjawab seperti itu. Dia langsung berjalan menjauh dan meraih handuk juga pakaian bersih dari dalam lemarinya dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi dengan wajah datar. Rere tertawa, dia akhirnya sadar juga dengan yang dimaksud oleh suaminya.
"Mas Jevan...," panggil Rere tepat sebelum Jevan menutup pintu kamar mandi.
"Apa?" tanya Jevan masih dengan wajah datar sok-sokan marah.
Rere berjalan mendekati Jevan, kemudian mengecup sekilas bibirnya lalu tersenyum. Baru akan melangkah menjauh, Jevan malah menarik Rere untuk ikut masuk ke dalam kamar mandi dan memaksanya untuk mandi berdua.