"Sulit sekali bertemu denganmu akhir-akhir ini sayang.”
Aku membelai rambutnya yang hitam legam, dia seorang lelaki tapi kenapa bisa rambutnya sehalus ini.
“Aku memang tak pandai memasak, tapi aku berusaha, belajar masak untukmu, walau aku tidak tahu apa makanan kesukaanmu, tapi berdasarkan jejak isi lambungmu, aku tahu makanan apa yang terakhir kau makan, anggap saja itu makanan favoritmu. ”
“Aku menemukanmu 3 bulan lalu, kau termasuk korban tanpa identitas, aku disuruh mengotopsimu, aku sebenarnya suka pekerjaanku, mengotopsi mayat, tapi entah kenapa saat pertama kali melihatmu, aku merasa bahwa kau bukan mayat, tanganmu tidak sedingin mereka.”
Aku memandangnya, dia mengenakan setelan kemeja dan celana milik almarhum papaku, dia tampan sekali, hidungnya mancung, wajahnya memiliki rahang yang halus, alisnya tebal, bibirnya memang berwarna kebiruan, tapi tubuhnya tidak sedingin mereka, aku percaya akan ada keajaiban.
Hari pertama dia datang, aku memeriksa seluruh kondisinya, prosedur sudah kujalani, memang tidak ada tanda kehidupan, tidak bernafas, tidak berdetak jantungnya dan tentu otaknya dinyatakan mati.
Hari kedua ketika tubuh matinya di ruang otopsi, aku tidak bisa tidur, aku memikirkannya, aku merasa dia menggenggam tanganku, makanya hari ketiga tubuh mati itu kubawa ke rumah dan aku tahu semua resikonya.
Tapi dibanding resiko yang harus kuhadapi karena mencuri mayat, aku lebih takut kalau aku benar dan membiarkan dia disana sendirian, tubuh itu akan kedinginan dan akhirnya mati tanpa seorang pun keluarga.
Walaupun surat kematiannya bahkan telah di terbitkan, tapi entahlah, saat memegang tangannya, aku merasa dia tidak sedingin mereka, makanya aku menculiknya dan kuberi nama Andri, aku melakukan apapun untuk membuat tubuhnya tidak membusuk, aku seorang Dokter Forensik tapi tidak cukup mahir untuk mengetahui tentang mati otak, aku memperdalam ilmu tentang orang yang koma, aku bahkan menghabiskan seluruh tabunganku untuk membeli peralatan penunjang hidup, aku menabung untuk pernikahanku, tapi apa gunanya tabungan itu jika tidak ada mempelai laki-lakinya.
makanya aku mengalokasikan tabungan itu untuk membeli alat bantu nafas, asupan nutrisi dan semua hal yang bisa membuat tubuhnya seolah hidup, aku akan menganggapnya koma.
Aku bukannya tidak mampu bertemu dengan pria 'hidup' yang normal, aku hanya merasa berbeda dengannya.
"Aku merawatmu setiap hari. Setelah pulang kerja aku akan membasuh tubuhmu, memastikan kau tidak kedinginan, sampai 3 bulan sudah kita menghabiskan waktu bersama."
"Dan setelah 3 bulan aku berhasil merawatmu, akhirnya hari ini aku tertangkap, mereka melayangkan surat penggeledahan, hari ini mereka akan menggeledah rumahku, aku takut Andri, aku takut kita akan terpisah sayang." aku memeluk tubuh Andri dan mengecup keningnya, lalu pipi dan terakhir bibir birunya dengan kecupan yang hangat, ingatlah ini Andri.
"Aku tidak bisa menyembunyikanmu di tempat lain karena alat penunjang hidupmu terlalu rumit untuk disembunyikan, tapi di sisi lain jika aku dipenjara, ya berdasarkan pasal 180 KUHP, maka aku akan dipidana maksimal 1 tahun 4 bulan, ditambah aku adalah tenaga medis, maka mungkin hukumanku akan lebih berat."
"Selama itu aku meninggalkanmu, pasti tubuhmu tidak akan ada yang merawat, mereka akan menaruhmu kembali di ruang mayat, sampai batas waktu mereka tidak menemukan keluargamu maka kau akan dikuburkan."
"Hanya ini satu-satunya jalan untuk bisa bersamamu sayangku Andri."
"Aku akan lebih dulu pergi ke sana, temui aku jika mereka sudah menguburmu." Aku memeluk Andri dengan sangat erat.
Tepat setelah itu pintu depan rumahku di dobrak, samar-samar kudengar mereka berteriak, mereka kaget melihat genangan darah yang berasal dari leherku.
....
POV Andri
"Suster, apakah ada seorang perawat perempuan yang suaranya lembut sekali, yang dulu merawatku? "
"Hanya kami semua yang kau temui yang merawatmu disini, jantungmu berdetak kembali tepat setelah satu hari tubuhmu dibawa ke ruang mayat dan seluruh tubuhmu pulih dengan sendirinya, itu keajaiban, kau adalah tubuh yang kecelakaan dan tanpa identitas, itu yang kami ketahui, tidak ada catatan apapun mengenaimu, kau juga hilang ingatan makanya kami masih kesulitan menemukan keluargamu."
"Aku merasa ada seorang perempuan yang mengecup kening, pipi dan bibirku, lalu memeluk dengan hangat, semua masih terasa Sus, apakah benar tidak ada seorangpun yang merawatku, seperti istri atau keluargaku Sus?"
"Tidak ada, karena seperti yang aku katakan sebelumnya, kamu kecelakaan dan ditemukan tanpa identitas."
"Ok Sus, aku hanya merasa selalu mendengar suara seorang perempuan, suaranya lembut dan menenangkan, walau aku tidak ingat apa saja yang dia katakan, aku hanya ingat kecupannya."
---------------------
Catatan Penulis :
Bukankah cinta sejati menembus batas ruang dan waktu, jangan terlalu serius menanggapi sebuah fiksi tapi belajarlah dari ceritanya, bahkan dia masih bertahan pada keyakinanannya atas tubuh yang dinyatakan mati.
Lalu kalian bilang menyerah pada tubuh2 yang jelas masih hidup, ah dasar lemah.