Cinta tidak pernah salah dan jatuh cinta bukan lah pilihan, kedatangan mu di hidupku membawaku kedalam surga dunia dimana aku menjadi seorang ratu yang kau angkat menjadi permaisuri di kerajan cintamu “kau bahagia?” Tanya dani saat aku bersandar di bahunya.
“tentu aku bahagia kau adalah pria kecil ku tersayang” jawabku yang membuat dani sumringah “ibu bora kau bisa saja?” kini giliran ku yang tertawa saat melihat wajah dani bersemu merah dan membuatnya tampak menggemaskan.
“apa yang kau ingin kan bu?” Tanya dani tiba tiba yang membuat ku sejenak berpikir “kita harus jaga rahasia kalau kita pacaran!” dani langsung menganggukan kepalanya lalu tangannya memegang pipiku.
“cup..” ya lagi lagi bibirnya yang mungil mencium keningku dengan lembut sungguh apa aku salah jika aku mejalin hubungan dengan siswaku sendiri? Aku mengabaikan pikiran ku itu karena bagiku omongan orang lain tidak lah penting.
“ibu aku pulang dulu ya?” sebenarnya aku masih ingin bersamanya setidaknya sampai malam ini tiba namun dani masih berumur 16 tahun sehingga orang tuanya tidak mungkin mengizinkan nya lebih lama lagi berada di kosan ku “baik lah kau hati hati ya?” dani menganggukan kepala dan dirinya pun keluar dari kosanku.
“sudah 3 bulan berlalu tidak aku sangka aku benar benar sangat mencintainya?” aku dan dani belum lama jadian dan pertemuan kami unik karena aku yang berprofesi menjadi guru les bahasa inggris telah di kontrak kedua orang tuanya untuk menjadi guru privat dani dan sekarang aku bukan hanya menjadi gurunya namun juga kekasihnya.
“tot tot tot..” aku meraba atas meja “tit..” tanganku memencet tombol of supaya alaram jam beker berhenti “huaah..”aku langsung bangun walaupun berat dan selesai berwudu aku langsung melaksanakan solat dan bersiap siap berangkat ke sekolah.
“lah ini kenapa sepi banget padahal sudah jam 7?” aku terkejut karena kantor belum di datangi guru “kejutaan..” teriak adel lalu aku pun membalikan tubuhku dan benar saja sosok pria tampan itu berada di depanku sekarang dengan para guru di sampingnya.
“eh ada apa ini?” kata hatiku karena kebingungan dan para siswa pun ikut berkumpul lalu adel mendekatiku lalu berlutut sambil memberikan bunga mawar kepadaku.
“bora maukah kau menikah dengan ku?” ya tentu aku terkejut sampai tidak tahu harus bagaimana aku pun tidak bisa membuka mulutku sedang adel dan yang lainnya menungguku bicara.
“ah ak aku.. maafkan aku tapi tap..” adel langsung tersenyum saat melihatku gugup dan bicaraku terbata bata lalu dirinya langsung berdiri “semuanya aku di terima!” teriak adel yang membuat ku terperanjat lalu para siswa dan guru itu pun bersorak “Deg..” mataku membelalak saat melihat dani di sana tatapan matanya layu dan wajahnya merah padam.
“tidak.. tidak kau salah paham dani aku bisa jelaskan nanti” teriak hatiku saat mata kami masih bertambrakan tiba tiba dani langsung berlari dan aku hendak mengejarnya namun tangan adel mendekap tubuhku.
“jangan buat aku malu! Kalau kau gak mau menerima ku aku akan memecatmu?” bisik mulut adel di telingaku yang membuatku tidak bisa berbuat apa pun kecuali mengangguk setuju karena aku butuh uang dan begitu banyak untuk pengobatan penyakit ibu sedang salah satu sumber pendapatan tertinggiku adalah berkerja di sekolah ini.
“maafkan aku dani” kata hatiku yang kini hancur aku tahu bagaimana perasaan dani pasti dirinya sangat terpukul dan akan membenciku dan akhirnya aku pun benar benar menerima lamaran adel selaku kepala sekolah.
“apa dani ada?” Tanya ku pada teman sekelasnya “dia di uks bu katanya sakit kepala gitu” mendengar jawaban itu aku langsung melangkah kan kakiku ke ruang uks.
“ceklek” aku membuka pintu dan masuk kedalamnya, benar saja dani tengah membaringkan tubuhnya di tempat tidur “dani..” panggilku yang membuat dani langsung membuka matanya dan kini dirinya sudah duduk.
“kita putus” aku tersenyum ketir saat mendengar dani mengucapkan kalimat itu dan matanya yang besar itu sama sekali tidak mau menatap wajahku.
“baik lah, maafkan ibu ya” sahutku lirih yang membuat kepala dani terangkat dan kini matanya menatap tajam wajahku yang tampak murung.
Tiba tiba dani langsung berlari lalu mendorong tubuhku sampai membentur tembok dengan kasar “brukk.. Ak..” rasanya sakit namun dani tidak perduli “cup..” mataku membelalak saat bibirnya mencium bibirku dengan kasar.
“da.. Mmm!” kini ciuman kami semakin dalam dan membuat lidah kami bergulat di dalamnya “huh huh huh..” napasku memburu saat bibir dani akhirnya menjauhi bibirku dan kini matanya yang besar tengah menatap wajahku penuh kasih.
“ibu I love you! Suatu hari nanti aku akan datang kepadamu lagi dan saat itu aku pastikan kau akan menjadi milikku sekarang mari kita putus karena aku gak mau terlalu banyak membebanimu dan jika kau memang mencintai dia…”
dani tidak menyelesaikan perkataannya lalu tubuhnya menjauhi ku dan dani akhirnya keluar dari ruangan ini meninggalkan aku “maafkan aku..” aku menangis mengucapkan kalimat itu sungguh aku bisa merasakan cintanya namun aku tidak bisa membalasnya lebih dari ini.
Sejak kejadian itu aku sudah tidak lagi melihat dani di sekolah ini karena dirinya pindah tanpa mengucapkan sepatah katapun kepadaku dan minggu depan aku akan menikah dengan adel.
Sekarang aku pun tidak tahu harus bagaimana? Aku tahu hatiku merindukan pria kecilku namun diriku sebentar lagi sudah menjadi milik pria lain “bukk..” aku membaringkan tubuhku di tempat tidur rasanya lelah dan penat apa pun yang aku lakukan rasanya tetap saja bosan.
“aku benar benar merindukan mu dani..” kata hatiku sungguh jika aku sudah pulang kekosan kenangan tentang pria kecilku itu terputar di kepalaku seperti kaset film.
“drtt drtt..” tiba tiba ponselku bergetar sehingga aku langsung mengambilnya dari tas “bor buru ke rumah sakit pak adel kecelakaan..” aku langsung terduduk karena sangat terkejutnya diriku.
“baik aku segera kesana?” aku langsung mengambil tasku dan bergegas kerumah sakit “hiks hiks” aku semakin ketakutan sampai di ruang UGD keluarga adel sedang menangis “bibik bagaimana keadaan adel?” tanyaku hati hati sehingga mata mereka menatapku.
“sayang hiks.. adel meninggal” aku pun tidak bisa menggambarkan lagi keadaan saat itu karena aku pun juga ikut merasakan kesedihan walau pun aku tahu aku tidak menyukainya namun melihatnya meninggal itu bukan lah keinginanku.
Pada akhirnya semua kembali seperti sedia kala, aku tidak jadi menikah dan kehilangan orang yang aku cintai berdekatan.
Hari hariku terasa membosankan dan begitu sunyi kesepian ini menemani ku bertahun tahun sampai kini usiaku menginjak 30 tahun namun aku belum juga menikah, entah mengapa setiap pria yang mendekati ku tiba tiba mereka menghilang atau mati karena kecelakaan sehingga aku pun menutup hati.
“tok tok tok..” aku langsung tersadar dari lamunanku saat mendengar pintu kosanku di ketuk tangan seseorang sehingga aku langsung membukanya.
“deg..” apa ini mimpi? Wajah pria kecilku kini berhadapan dengan wajahku yang tampak gembira saat mataku berbinar menatap wajahnya yang tampan “dani..” kataku dan dani pun langsung melangkah kan kakinya masuk kedalam kosanku lalu kakinya mendorong pintu supaya pintu itu tertutup.
“I miss you so much ibu guru” suara beratnya benar benarnya nyata dan aku pun langsung memeluk tubuhnya yang kekar itu “kau kemana saja aku sangat merindukan mu tahu?” kata ku yang membuat bibir dani tersenyum lalu kedua tangannya memegang pipiku.
“cup..” aku membiarkan bibirnya melumat bibirku kini aku tahu betapa cintanya aku pada pria kecilku yang tampan ini tiba tiba dani berhenti menciumku lalu matanya menatap lekat mataku yang mengeluarkan air asin.
“jangan nangis, aku sudah tepati janji ku kan? Besok kita menikah ya?” aku langsung menganggukan kepala ku dan dani pun kembali mencium ku kali ini dirinya lebih nakal dan aku suka itu karena pria kecilku sekarang menjadi liar.
Setelah menikah aku baru tahu kalau dani adalah seorang mafia kejam yang memiliki banyak anak buah bringas namun lagi lagi aku mengambaikan semuannya dan berusaha supaya membuat suamiku bisa insyaf karena aku tahu masa lalu boleh kelam namun masa depan jangan setelah aku dan dani hijrah akhirnya kami di karuniai empat anak yang cantik dan tampan.
SELESAI
STAN talent STAN jiayou 🐼