Ada sebuah legenda tentang cincin di masyarakat jaman dulu. Tentang cincin bertuah. Siapa yang bisa memiliki cincin itu, ia akan bisa menjadi penguasa.
Semua pria berlomba-lomba mencari cincin itu. Tapi tidak ada yang pernah melihatnya atau menyentuhnya.
"Mungkin itu cuma kabar bohong. Iya, kan, Kek?" Joshua remaja melihat kakeknya.
"Cerita itu benar adanya."
"Kakek pernah melihatnya?"
"Pernah."
"Di mana?"
Kakek Joshua memperlihatkan jari telunjuknya yang putus 2/3. Menyisakan 1/3 saja.
"Kakek pernah memakainya."
Joshua tertarik dengan cerita kakeknya. Walaupun ia merasa kakeknya sedang berbohong.
"Saat itu kakek masih muda. Kakek juga mencari cincin itu. Kakek ingin menjadi penguasa. Kakek ingin memiliki seluruh dunia ini. Tapi saat kakek berhasil mendapatkannya, semuanya ingin mencelakai kakek. Cincin yang saat itu kakek kenakan di jari telunjuk kakek dipotong oleh seseorang. Cincin itu jatuh beserta separuh lebih jari kakek. Sejak saat itu cincin itu tak pernah lagi terlihat."