cerpen ini berhubungan dengan cerpen sebelumnya yang berjudul ' aku manusia setengah kucing ' kalau belum baca baca aja nanti tahu alur cerpennya
di taman Luna dan Roni membawa anak kembar mereka yang bernama Lana dan Lani
" kak Lana yuk main ayunan " ajak Lani
" ok, tunggu bentar ya " jawab Lana
mungkin sekilas mereka tidak kembar namun mereka tetap anak kembar
Lana lebih mirip ibunya yang mempunyai telinga kucing sedangkan Lani lebih mirip ayahnya yang manusia
" aaahhhh" jerit Lani yang jatuh dari ayunan
" Lani kamu gak apa apa kan? " tanya Lana khawatir
" gak apa apa tapi kakiku sakit " jawab Lani
" bentar kamu tunggu sini aku panggil mama papa dulu " kata Lana
Lana berlari menuju Luna dan Roni
" ma pa Lani jatuh dari ayunan " kata Lana
" apa, Ron ayo tunggu apalagi " cemas Luna
mereka bertiga berlari menuju ayunan
terlihat Lani sedang menahan sakit dikakinya
" Lani kamu gak apa apa kan? " cemas Luna
" aku gak apa apa ma, tapi kakiku berdarah " jawab Lani
" Ron, kamu beli plester di warung sana ya" suruh Luna
Roni langsung berlari menuju warung dan membeli plester
" kamu tahan ya sayang " hibur Luna
" ini plesternya " kata Roni sambil menyerahkan plester kepada Luna
Luna segera mengobati luka Lani
" udah kita pulang aja ya " kata Luna
" iya kita pulang aja kasihan Lani " ucap Lana
sesampainya di rumah
" kalian mandi dulu nanti baru makan " kata Luna
" ok mama Luna " jawab Lani dan Lana bareng
setelah mandi dan makan malam, Luna datang ke kamar si kembar
" Lana Lani ini mama bawain gaun " kata Luna
" gaun buat apa ma? " tanya Lana
" kita malam ini akan menghadiri pesta kostum, kalian cepat pakai ya " tambah Luna
"ma, bentar deh kenapa punyaku gaun hitam sedangkan punya Lani kok gaun merah " kata Lana protes
" sini mama bilangin ya " kata Luna
" kamu kalau pakai gaun merah nanti telinga kucingmu yang hitam itu gimana? " tambah Luna
" masa pakai jaket " ditambah lagi sama Luna
" ok ma " jawab Lana
setelah berganti baju kini mereka tampak lebih manis, Lana terlihat seperti Luna waktu ke pesta kostum Dewi ( kalau gak tahu baca cerpen sebelumnya ya)
saat mereka masuk Lana yang menjadi perhatian karena dia seperti kucing hitam yang lucu
mereka semua berpesta bersama sama hingga jam 12 malam
setelah berpesta mereka pulang ke rumah hanya saja Lani menjadi agak cemburu karena kakaknya jadi pusat perhatian
" ma, aku mau tanya apa kak Lana lebih cantik dari aku " tanya Lani
" nggak Lani kamu itu kembar sama Lana " jawab Luna
" aku gak bakal biarin kakak jadi pusat perhatian " guman Lani
10 thn berlalu rasa benci didalam diri Lani semakin menumpuk dan bertekad untuk mengambil telinga kucing milik Lana.
malam hari di kamar si kembar.
Lani memegang pisau ditangan dan bersiap untuk mengambil telinga kucing Lana
" kak Lana kamu telah menjadi lebih populer dari aku karena telingamu itu " bisik Lani
namun sebelum Lani mengambil telinga Lana tiba tiba asap keluar dari tubuh Lana dan di bawah cahaya rembulan Lana menjadi siluman kucing yang cantik lalu melompat melewati jendela dan pergi meninggalkan rumah. Lani yang menyaksikan itu langsung memanggil Luna
" mama..... mama.... bangun ma" teriak Lani
" ada apa malam malam begini " kata Luna
" kak Lana berubah menjadi siluman kucing lalu pergi dari rumah melalui jendela " panik Lani
"Lana sudah kembali nak " ucap mama sedih
" maksud mama apa? " tanya Lani
" Lana adalah siluman kucing yang akan kembali ke hutan tanpa penghuni dan bertapa sampai akhir hayatnya " jelas Luna sedih
" dan alasan kenapa akhir akhir ini mama lebih perhatian sama Lana karena mama tahu Lana sebentar lagi akan" mama tak melanjutkan kata katanya
" iya aku tahu kok ma, semoga kak Lana bahagia disana " ucap Lani
TAMAT
semoga suka ya 😄😄😄