Ara menangis dengan sangat kencang melempar Semua barang-barang tentang dia mungkin sama Rara sekarang sudah seperti kapal pecah.
seharusnya hari ini hari kita memperingati hari jadi kita yang ke-6 tahun tapi kenapa kenapa dia tidak mutusin hubungan kita secara sepihak Apa kurangnya aku aku cantik aku kaya aku pintar apa enggak ada cinta lagi buat aku.
Dia Kana Saputra pria tampan permainan perasaan aku
Nggak gampang kita jalanin hubungan ini dari cinta monyet sampai sekarang kenapa dengan mudahnya Dia melontarkan kata-kata keramat itu.
sudah seharian ini arabella menangis dan kata-kata itu selalu terlintas di kepala Ara kata-kata manis sampai yang menyakitkan.
"Ara, kamu mau nggak jadi pacar aku, memang aku belum ganteng banget belum setinggi papa kamu, aku juga masih minta uang ke orang tua tapi please kamu mau ya jadi pacar aku" kata-kata itu yang mampu meluluhkan hati Ara yang masih labil dan belum mengerti apa arti cinta sesungguhnya
Dan kata-kata ini yang mampu menghancurkan hati Ara dan harapan besar didalam nya
"Ara maafin aku, seharusnya aku nggak bilang hari ini, tapi mau bagaimana lagi aku harus bilang sama kamu"
Ara Pikir Kana akan memberikan nya kejutan atau kata kata manis tapi dia salah, dia malah melontarkan kata itu.
"Aku mau kita putus!!!"
"Tapi kenapa? aku punya salah sama kamu...kalo aku punya salah aku minta maaf" menggenggam tangan kana
"Enggak kamu gak punya salah sama aku, justru aku yang banyak salah sama kamu"
"Terus...terus kenapa kamu mau mengakhiri hubungan kita Kana??"
"Aku pikir hubungan kita udah saatnya berhenti, kamu sama aku itu udah enggak cocok Ra"
"Enggak cocok dari mana hubungan kita udah 6 tahun lamanya kana" ucap Ara sambil mengelap air mata nya
"Maka dari itu...kita udah dewasa dan saatnya menikah dan aku gak mau nyakitin lebih dari ini ke kamu, dengan kenyataan keluarga aku enggak setuju"
"Kamu jahat Kana...kamu udah janji sama aku mau memperjuangkan cinta kita bersama, tapi kenapa kamu ingkar janji kamu" memukul mukul dada bidang Kana
"Janji hanyalah janji Ra...dan satu lagi aku udah enggak cinta lagi sama kamu"
kata-kata itu itu yang mampu meluluhlantakkan hati Ara dan fikiranya, yang mampu membuat Ara bagai menangis darah.
Ara semakin menangis histeris bahkan anggota keluarganya mulai berdatangan ke kamarnya
"Ara, kamu kenapa nak?" tanya ayah setelah memasuki kamar Ara dan betapa terkejutnya beliau melihat kamar Ara sudah tidak berbentuk
Beliau duduk disamping putrinya mencoba menenangkan dengan cara mendekap tubuhnya
"Kenapa Ara?" tanya beliau setelah anaknya tenang
"Kana...yah dia mutusin aku" menangis tersedu sedu
"Apa kurang nya aku"
"Semua orang memiliki kekurangan Ra, mungkin kamu dan Kana sudah tidak berjodoh, Coba lah untuk ikhlas seperti ayah mengiklaskan ibu kamu" Mengelus punggung putrinya menyalurkan ketenangan
Mendengar kata kata Ayahnya Ara jadi tenang, dia menatap manik mata ayahnya lalu memeluk beliau Erat
Beberapa Tahun kemudian
Ara sedang duduk-duduk santai ditaman kota, memandang rerumputan hijau, melihat betapa harmonis nya orang orang yang berlalu lalang dia jadi ikut tersenyum, ternyata bahagia itu gampang.
Sesosok gadis kecil berlari kecil menghampiri Ara
"Kakak cantik?"Pandangan Ara langsung menelisik ke arah gadis kecil tersebut seolah olah bilang"Apa"
"Kakak cantik liat Papah aku gak?" tanya gadis kecil tersebut
"Enggak" ya jelas enggak Wong Ara gak kenal
"Kamu duduk aja disini" menepuk kursi disampingnya lalu gadis kecil tersebut langsung duduk anteng "Biar papah kamu kalo nyariin gak pusing" gadis kecil tersebut mengangguk
Beberapa saat kemudian suara bariton terdengar di gendang telinga Ara "Billa!!!" Ara mendongak melihat si pemilik suara dan betapa terkejutnya Ara, dia mengenali orang tersebut
"Ara" ucap si pemilik suara lirih
"Kana" sejenak mereka tertegun dan Ara langsung memutus kontak mata duluan
Laki laki tersebut menghampiri gadis kecil tersebut mensejajarkan tumbuhnya agar sama
"Billa, kamu kesana dulu ya " menunjuk kearah baby sister
Billa mengangguk dan berlari ke arah pengasuh nya
Kana duduk disamping Ara dan mulai berbasa basi
"Hi Ra apa kabar?
"Aku baik" jawab Ara singkat tanpa menatap kearah lawan bicaranya
"Aku ikut seneng dengernya" menatap intens wajah Ara dari samping, Ara tau kalo ia sedang ditatap tapi ia berusaha untuk acuh
mencoba menggenggam tangan Ara tapi wanita tersebut menepisnya
"Ra sebenernya aku masih cinta sama kamu" what apa mantan satu ini gila baru bertemu setelah sekian tahun langsung mengutarakan cinta nya lagi
Ara menengok ke samping dimana Kana duduk manik matanya bertabrakan dengan manik mata Kana
"Kayaknya Kamu udah enggak waras" ucap Ara pedas
"Aku serius Ra, aku masih cinta sama kamu, aku menyesal telah menerima perjodohan dulu Ra" menunduk sedih
"Dulu ya dulu, sekarang ya sekarang"
"Please Ra, aku udah nyari kamu dari dulu dan akhirnya kita dipertemukan lagi"
"DENGERIN YA, DISAAT KAMU BILANG PUTUS SAMA AKU HATI AKU BUAT KAMU TUH UDAH HANCUR" kata Ara tegas
"Dan apapun alasannya, aku udah gak mau tau"
Ara beranjak dari duduknya tapi Kana menahan lengan Ara
"lepasin" menepis tangan kana
"aku mau kita kaya dulu Ra"
"Aku udah gak tertarik sama ajakan kamu, tapi kalau kamu mau ngajak aku berteman aku bisa pikiran" kata Ara lagi
Tiba tiba ada yang memeluk pinggang Ara posesif
"Siapa?" tanya orang tersebut
"Kak gama, bukan siapa siapa kok kak" ucap Desi lalu tersenyum hangat kearah gama
"Oh iya kenalin Gama tunangannya Bella" gama mengulurkan tangan nya ke arah Kana tapi tidak disambut oleh Kana
Kana hanya diam memperhatikan kedua "Ara bukannya dia kakak sepupu kamu?" tanya Kana bingung
"Iya, dan kami saling cinta lagian kami tidak sedarah" kata Gama cepat memotong Ara
"Ayuk pulang, kita pulang dulu kan" ajak Ara, mereka berdua melenggang meninggalkan Kana yang berdiri mematung menatap punggung mereka berdua dengan tatapan sulit diartikan
...........
Masa lalu itu perlu diingat sebagai pembelajaran bukan untuk dikenang, seperti halnya mantan
move on bukan berarti melupakan tapi di iklaskan.
Terkadang kita berpacaran dengan seseorang dengan jangka waktu yang lumayan lama tapi putus ditengah jalan, berarti orang tersebut hanya bertugas untuk menjaga jodoh seseorang, Kita tidak tau siapa jodoh kita bisa orang terdekat ataupun orang tersayang tinggal menunggu tanggal maen tuhan menentukan
Seperti halnya Saya
#Pembelajaran Hidup itu penting