Azkia Delena yang akrab disapa Kia, gadis cantik yang sangat membenci pelajaran Fisika. Bukannya benci sih hanya saja melihat rumus-rumus fisika membuat kepalanya pusing, matanya berkunang-kunang dan berakhir mengantuk lalu tertidur dikelas ,dibanding belajar Fisika Kia lebih suka disuruh lari keliling lapangan, lumayan kan bisa cuci mata. Hehe
Suatu hari pak Anto guru Fisika di SMA Garuda yang terkenal killer memanggil Kia ke ruangannya, pak Anto sudah kehabisan akal bagaimana caranya mengajari Kia karena nilai fisika gadis itu yang selalu di bawah KKM.
"Kia, mulai hari ini kamu harus ambil kelas tambahan"
"Apa pak? Kelas tambahan, tapi pak..."
"Tidak ada tapi, bapak sudah meminta Aiden untuk mengajari kamu setiap pulang sekolah. Bapak ga mau tau pokoknya ulangan semester bulan depan kamu harus lulus"
Mata Kia terbelalak, Aiden? Aiden Ravendra si gunung es juara olimpiade fisika se-jabodetabek itu. Demi planet Saturnus, Uranus dan Neptunus Kia tidak ingin berurusan dengan Aiden.
"Pak..."
"Wajib hukumnya Kia"
Kia menghela nafas pasrah membantah pun percuma, tapi masalahnya kenapa harus Aiden, dari ratusan murid di SMA Garuda kenapa harus seorang Aiden Ravendra???
Sesuai perintah pulang sekolah Kia menunggu Aiden di kelasnya, lelaki itu datang 10 menit setelah bel berbunyi dengan membawa setumpuk buku ditangannya.
"Gue udah tandain yang harus loe pelajarin. Besok pagi kasih jawabannya ke gue."
Kia melongo, Aiden pergi setelah mengatakan itu dan meninggalkan Kia dengan setumpuk buku dihadapannya
"Dasar cowok sinting!!!!"
Kia pulang dengan setumpuk buku yang di berikan Aiden padanya. Ia membuka buku itu membacanya perlahan ada beberapa catatan dan tips yang ditulis Aiden didalam buku itu.
Walaupun masih bingung tapi Kia terus mencoba dan berhasil mengerjakan beberapa soal.
Kerjain aja, bener atau salah urusan belakangan, pikir Kia
Keesokan paginya Aiden sudah menunggu Kia didepan kelasnya, lelaki itu tidak mengatakan apa-apa tapi Kia tau tujuan utamanya adalah meminta tugas yang diberikannya kemarin.
Aiden memeriksa jawaban Kia, jawaban yang membuat lelaki itu kadang geleng-geleng kepala, lalu berdecak bahkan mengeluh.
"Ck!"
Kia pasrah memang begitu adanya, ia benar-benar tidak menyukai pelajaran Fisika.
Aiden pergi setelah memeriksa jawaban soal-soal yang ia berikan pada Kia tanpa berkata sepatah katapun.
Pulang sekolah Kia menunggu Aiden, di kelasnya seperti kemarin. Lelaki itu datang dengan membawa buku yang sama lalu menarik kursi dan duduk disebelah Kia, mulai membuka buku.
"Yang mana yang ga ngerti?"
"Semuanya..."
Aiden menghela nafas, lalu mulai menjelaskan pada Kia dari awal. Kia mendengarkan penjelasan Aiden yang menurutnya lebih mudah dipahami dari pada penjelasan yang pak Anto berikan.
****
Hari terus berlalu tak terasa ulangan semester tinggal beberapa hari lagi, Kia terus belajar bersama Aiden sepulang sekolah.
Hari itu mereka belajar hingga sore, saat akan pulang hujan turun dengan lebatnya terpaksa mereka menunggu hingga hujan reda.
"Masih ada yang ga loe ngerti?" Tanya Aiden
"Hmm. Hukum Newton gue bingung bedainnya sama yang 1 , 2 sama 3"
Aiden mengangguk "Gue kasih contoh yang gampang buat loe pahami. Hukum Newton 1 itu suatu objek akan tetap diam atau bergerak dengan konstan jika ada gaya yang bekerja padanya. Simpelnya kaya gini, loe suka sama cowok tapi ga berani buat deketin dia. Ya sampe kapanpun hubungan loe sama dia ga bakal ada perubahan kalo loe cuma diem aja ga ada usaha buat ngelakuin sesuatu yang menarik perhatian dia" jelas Aiden
Kia terdiam sebentar lalu berdecak kagum, bagaimana bisa Aiden bisa kepikiran sampe ke sana coba, pikir Kia
"Yang ke dua, percepatan dikali masa benda. Kalo loe mau hubungan loe berkembang loe harus berusaha lebih tapi jangan berlebihan takutnya dia ilfeel"
Kia mengangguk paham, "terus?"
"Yang ketiga, aksi sama dengan min reaksi. semakin loe maksa semakin besar loe bakal di tolak. Sama halnya kaya loe berusaha buat lupain seseorang tapi semakin loe berusaha semakin loe ga bisa ngelupain dia." Aiden berubah sendu menatap Kia, "sama kaya gue yang ga pernah bisa lupain loe"
Kia membulatkan matanya tak percaya, bagaimana bisa jelas- jelas Aiden yang menolaknya dulu terus kenapa sekarang dia bilang begitu?
"Gue tau gue pernah nolak loe dulu, itu semua karena gue ga pengen persahabatan gue sama Keenan hancur, tapi sekarang Keenan udah bahagia sama pacar barunya dan gue pengen ngulang semuanya dari awal. Apa loe mau ?"
Kia hanya tersenyum, walaupun ia kesal pada Aiden yang pernah menolaknya tapi perasaan itu nyatanya masih utuh untuk lelaki itu.
Aiden balas tersenyum, ia anggap senyuman Kia sebagai persetujuan.
jangan lupa baca Karya author yang lainnya ya, happy reading