DEAR MANTAN
"Maaf, Der! Aku nggak bisa. Dulu aku mencintaimu, tapi itu dulu," tegas Serena.
Namun, Derren tak menyerah! Dirinya harus bisa kembali meyakinkan hati Serena, bahwa hanya Derren-lah yang pantas mendapatkan cintanya. Jauh-jauh Derren dari Jakarta ke Solo untuk menemui Serena dan membujuknya kembali merajut cinta bersama.
Sore ini, di Alun-alun Kota, ia akan kembali memperjuangkan cintanya. Bertemu dengan Serena, meski gadis itu hanya memberi waktu satu jam.
"Tolong beri aku kesempatan, kita perbaiki sama-sama, Serena! Aku tahu, kita hanya berselisih paham, aku dan Dera cuma teman." Ia menggenggam tangan Serena.
Serena menepis tangan Derren dengan paksa.
Muak, benci dan sesak. Itulah yang dirasakan Serena, dua tahun kisah cintanya bersama Derren yang sempurna telah kandas karena orang ketiga.
Sebulan sebelum putus, Serena harus meninggalkan Jakarta, dimana dia dan Derren sama-sama berjuang meraih impian, sama sekali tak menyangka dari situlah titik awal tahu kebusukan Derren Aldav, sang kekasih. Kencan setiap malam dengan sahabatnya, hingga tidur bersama! Lantas apa yang harus dimaafkan?
Ada gurat sesal di mata Derren, Serena tahu laki-laki itu sudah menyesal dan menuai karma.
Jelas Serena marah, disaat dirinya sudah hampir membuka hati, Derren kembali. Dan kini, setahun terlewat, Derren datang dan mengatakan bahwa dirinya masih sangat menyukainya? Tentu Serena menolak keras untuk kembali.
"Serena, Aku tahu, luka yang aku torehkan begitu sempurna dan mungkin tak akan ada makhlum dan maaf darimu, tapi aku sadar, sampai detik ini. Kamulah, satu-satunya wanita yang bertahta. Maaf pernah melukis kecewa, membuat hatimu patah dan terluka, tapi percayalah! Aku sungguh menyesal dan ingin mengulang kisah kita hingga tua bersama."
Derren Aldav-
"Kita pernah berencana, meski pada akhirnya tak jadi bersama. Pergi, hilang dan lupakanlah! Aku masih Serena yang dulu, hanya saja aku takut akan kepatahan yang terulang." ucap Serena sebelum akhirnya pergi meninggalkan Derren sendiri.
Dua tahun berkomitmen dan berakhir, setahun yang terlewat sudah cukup bagi Serena.
Lebih baik mengobati dengan yang baru dari pada membuka luka lama.
End~