perkenalkan sebelumnya nama saya farhan Munawar sebut saja farhan ini baru pertama kali memposting cerita ini di di noveltoon dan mohon ijin untuk mempublikasikan nya.
Pengalaman nyata yang pernah saya alami. Waktu itu ketika saya masih bersekolah di SMP di Bogor. Saya sekolah di sana juga karna pindahan masuk kelas 9 itupun mau pertengahan semester pertama di karenakan saya membuat masalah terus di sekolah yang dulu dan akhirnya orang tua saya pun memindahkan nya. Sekolah itu berbasis pesantren modern. kebetulan posisi yayasan sama sekolah itu menyatu seperti leter L dengan bangunan 3 tingkat. Aturan di sana sangat ketat dilarang memainkan hp ataupun alat elektronik lainnya.
Kita lanjut ke pembahasan....
saya sebagai murid pindahan yang sering melakukan onar/masalah dan seringkali mengajak anak lain untuk melanggar aturan.
Pada waktu itu ketika saya dan teman saya ingin mojok di balkon sekolah tepatnya di lantai 3 karna saya mau merokok dan takut ketauan pengawas poisisi tempat itu tidak terpandang langsung dari yayasan karna terhalang tembok. Kejadian itu terjadi sekitar jam 11 malam ketika orang lain sudah pada tidur.
saat itu saya bedua dengan teman saya sebut saja dia Rudi.
Ketika saya dan Rudi sudah membeli cemilan dan minuman untuk merokok pas mau menuju tempat itu tiba tiba ada cicak jatoh ke pundak saya. Saya kaget dan takut karena baru pertama kalinya cicak jatoh tepat di kepala saya. Aneh nya cicak itu berwarna coklat keputihan hampir seperti warna susu tidak seperti cicak pada umumnya.
Rudi malah menakuti saya dan berkata.
Awas loh hati hati kalo ketimpa cicak jatuh tuh menandakan bahwa salah satu orang tua kita bakal meninggal dengan waktu dekat
. Gue juga sebelum ayah gue meninggal gue di jatohin cicak,ujar Rudi. Setelah mendengar perkataan temen saya, saya jadi takut dan cemas. Tapi saya berpikir takdir kematian itu cuma tuhan yang nentukan. Lalu kita berjalan lagi ke pojokan tempat itu dan tidak menghiraukan apapun.
Setelah sampai kita langsung menyalakan rokok dan bercerita kemana mana membahas apapun layaknya bercerita dengan teman. Seling 1 jam kemudian hujan turun dan di barengi angin kencang. Teman saya sudah mengantuk dan ingin tidur namun saya masih mau ngerokok. Dia pun pergi ke yayasan dan meninggalkan saya yang masih mojok di tempat itu. Setelah di tinggalkan teman saya, tidak ada hal yang janggal apapun tapi angin dan hujan semakin kencang di tambah lagi belakang saya ada pohon rambutan, mangga dan kelapa. Saya belum merasa ketakutan.
Setelah beberapa menit kemudian ada suara ketukan di dalam kelas. Saya mulai takut dan tidak berani untuk mengecek nya. Hujan mulai reda namun angin semakin kencang. Ketika arah pandangan mata saya melihat ke jendela tiba tiba ada sosok bayangan putih yang sangat besar berambut panjang gimbal namun dia membelakangi saya. Sontak kaget dan takut saya langsung berlari kencang dan meninggalkan cemilan dan rokok di tempat itu.
Setelah berlari dan sampai di kamar yayasan nafas saya sedikit sesak, teman saya sudah tidur pulas.
Saya masih syokk dan badan gemetar saya mencoba untuk beristirahat dan tidur.
Saya berniat besok akan menceritakan kejadian itu kepada teman saya yang tadi.
Waktu pagi tiba pengawas yayasan membangun kan seluruh orang untuk sholat subuh berjamaah.
Setelah sholat subuh berjamaah dan tadarus bersama selesai, suasana di luar sudah mulai terang saya kembali ke tempat tadi malam karna disana banyak makanan dan rokok berserakan takut ketauan sama pengawas.
Skip waktu....
Di sekolah saya sebelum belajar itu ada guru khusus membimbing seluruh siswa untul hafalan juz amma. Dan juga siswa siswi itu di pisah menjadi dua per angkatan nya. Siswa laki laki di sebut kelas rijal dan perempuan disebut kelas nisa.
Sebelum hafalan di mulai semua murid membaca surat yang mau di hafalkan terlebih dahulu.
Tiba tiba.... Ada satu siswi perempuan pingsan lalu kesurupan dia berteriak-teriak.lalu nular ke yang lainnya sampai ada 8 siswa yang terpapar kesurupan. Semua guru pun berdatangan untuk menetralisir siswa yang sedang kerasukan. Belum lagi kelas sebelah juga sama ada 11 siswi. Dan lagi yang kelas satu lagi ada 7. Aneh nya siswa yang kerasukan itu cuman menimpa murid perempuan saja. Semua orang panik dan heboh akan kejadian itu. Saya bingung lalu saya menyeret teman saya untuk menceritakan kejadian yang menimpa saya semalam.
"Rud.. gue mau cerita setelah lu pergi ninggalin gue sendiri, gue melihat sosok putih berambut panjang di kaca jendela kelas" tanya gue.
" Yang bener lu?" Rudi kaget.
" Iya bener apa ini ada hubungannya sama gue semalam ya? Pertama ada cicak jatuh terus hujan berserta angin kencang lalu gue melihat sosok itu" jawab gue.
"Mana gue tau, sumpah gue pusing ketika melihat banyak yang kesurupan,".
Entah ini suatu kebetulan ataukah pertanda, saya tidak tau dan yang jelas ketika kita melihat sosok makhluk halus kita harus tenang karna makhluk halus lebih takut kepada kita. Cuma perasaan dan pemikiran kita nya aja yang terlalu mengada ngada. Selagi kita tidak menggangu keberadaan mereka, mereka pun tidak akan menggangu kita.
setelah itu mereka semua yang kerasukan sudah di netralisir kembali dan menyarankan agar tidak membuat keributan/kebisingan sampai membuat mahluk halus di sekitar jadi ikut terganggu.