" Selamat ulang tahun Egha ", pesan yang ku kirim untuk Egha ditanggal 11 April pagi melalui WA. Tepat di ulang tahunnya yang ke-34.
Entah kenapa di ulang tahunnya kali ini aku ingin mengucapkannya.
Aku dan Egha adalah teman SMA.
Kami sudah lulus dari sekolah itu 15 tahun yang lalu.
Dan selama itu pula, kami sibuk dengan kegiatan masing-masing. Aku sudah menikah dan keseharianku sibuk dengan aktivitas rumah tanggaku. Sedangkan Egha, setahuku dia bekerja di salah satu perusahaan BUMN.
Kami sama-sama ada di satu grup WA alumni SMA, tapi kami tidak pernah saling bertegur sapa, sekedar bertanya kabarpun tidak.
" Hahh.. Egha pasti sedang sibuk bekerja, dia tidak ada waktu untuk membalas pesanku ", gumamku.
Tiba-tiba notifikasi hpku berbunyi.
" Ehh, Din.. Trimakasih yaa..", Egha membalas pesanku, aku merasa senang karena Egha tahu kalau itu pesan dariku.
" Iya, sama-sama.. Sehat dan bahagia selalu yaa Eg..", balasku.
" Amin.. Kamu kok inget sii.. Ehh, Dina kamu apa kabar? ", tanya Egha.
" Aku baik Eg, kamu juga apa kabar?", aku balik bertanya.
" Yahh, kabarku masih gini-gini aja sii.. masih jomblo, wkwk..", jawab Egha.
Hmm...dalam hatiku merasa kalau apa yang dikatakan Egha sepertinya menyesakkan.
" Teman-teman yang lain sudah menikah, mereka bahagia dengan pasangan. Bahkan anak mereka kebanyakan juga sudah SD..", lanjutnya.
" Eg, pernikahan itu bukan perlombaan kan? Gapapa kamu masih berada di posisi sekarang ini, nanti pasti akan ada waktunya untuk kamu..", balasku mencoba menenangkan Egha.
" Hehe..iya, bener kamu. Doain aku yaa Din..", pintanya melalui pesan itu.
Tiba-tiba aku mempunyai keberanian untuk menanyakan hal yang selama ini aku pendam, rasa penasaranku yang sudah bertahun-tahun aku simpan.
" Eg, boleh aku ngomong sesuatu dan bertanya sama kamu? "
" Ngomong aja Din, mau nanya apa? ", balas Egha.
" Dulu waktu SMA anak-anak sekelas ngeledek kita, mereka anggap kita saling suka, sampai aku malu dan diemin kamu, itu membuat kita tidak berbicara sampai kita hampir lulus. ", aku memberi jeda untuk pesanku.
" Dan di akhir semester kelas 3, aku ngomong ke kamu, kalau aku ga suka sama kamu. Hanya karena aku ingin kita bisa kembali saling berbicara sebelum kita berpisah, berharap kebekuan selama hampir 3tahun mencair. Tapi nyatanya tidak, kita tetap ga saling bicara.. " , aku menjawab pesan Egha dengan panjang.
Aku melanjutkan menulis pesan.
" Tapi waktu itu aku bohong Eg, seiring berjalannya waktu, aku benar-benar menyukaimu. Tapi aku diam, aku pendam, aku malu, aku tahu diri.. ", emosiku mulai bergejolak saat mengirim pesan itu.
Egha tidak membalas pesanku, dia hanya membacanya.
" Aku cuma mau bertanya sama kamu, jawaban kamu ga akan merubah apapun yang ada di kehidupan kita saat ini. Aku hanya ingin tahu aja Eg. Aku ingin tahu perasaanmu waktu itu. Kamu ada perasaan juga ga sama aku? ", tanyaku.
Kurasa ini adalah pertanyaan gila dan ga tau malu yang terlontar dariku, tapi aku ingin melegakan hatiku, dengan mengakui perasaanku terdahulu, pun ingin mengetahui perasaan Egha.
" Apa selama ini kamu pernah lihat aku mempunyai pasangan/kekasih? ", balas Egha.
Setahuku Egha memang belum pernah punya pasangan selama ini. Aku hanya terdiam, aku tidak lagi melanjutkan chat itu.
Berakhir saja seperti angin yang berhembus, berlalu.
Pertanyaanku dibalas dengan pertanyaan, dan aku tidak pernah mendapat jawaban iya atau tidak sampai sekarang.
Lalu sebenarnya seperti apa perasaan dia terdahulu kepadaku?
Jawabannya, apa ?