Pulang kerja,aku langsung merebahkan tubuh lelahku diatas kasur.Aku berguling ke kanan dan ke kiri,mencoba meregangkan otot otot tubuhku yang terasa linu dan kaku.Andai aku tinggal hanya seorang diri ditempat kost,pasti aku akan langsung tidur tanpa mandi dan ganti baju terlebih dahulu.
"Ka sarah,mandi dulu sana.Jorok tau,badan bau biawak gitu kok malah rebahan nggak langsung mandi"ucap Maya adiku.
"Ia,bawel banget deh"sahutku sewot.
Maya memang sangat menjaga kebersihan,tidak seperti aku.Gadis berkacamata kuda itu juga rajin beres beres dan membersihkan kamar kos.Tidak terbayang kalau aku hidup terpisah darinya,mungkin aku sudah mirip gembel yang tinggal didalam gua.
Aku bangkit dari kasur dan berjalan malas menuju kamar mandi.Malam ini hujan sedang turun rintik rintik,belum terkena air saja aku sudah bisa membayangkan betapa dinginnya air keran kalau menyentuh kulit.
"Peeeettt..."tiba tiba lampu kamar mandi mati.Aku langsung buru buru menyelesaikan ritual mandi malam ku karena takut.
"May,masih ada lilin kan?"teriaku keras.
"Buat apa lilin?"tanya Maya balik.
"Ya buat dinyalain lah,kan lagi mati lampu"aku melilitkan handuk besar ditubuhku dan handuk kecil dikepalaku.
"Mati lampu apanya?orang terang terang begini kok"ucap Maya meyakinkan.
"Masa sih?ko lampu kamar mandi mati?padahal kan baru diganti kemarin"aku mendengus curiga.
Seketika bulu kuduku berdiri,hawa dikamar mandi berubah dingin bak dikutub udara.Samar samar hidung mancung ku mencium aroma kuburan baru yang entah dari mana asalnya.
"Kan aku udah bilang,kamar mandi nggak usah dikasih lampu.penunggunya nggak suka kamar mandi terang.mau diganti seratus kali juga itu lampu bakalan mati terus"sloroh Maya.
"Sial,aku lupa kamu bisa liat hantu"aku lari terbirit birit dari kamar mandi sambil memegangi handuk yang aku pakai agar tidak melorot.Sementara Maya hanya melihatku sambil tertawa geli.
*****
Sedikit cerita.Sejak kecil,Maya sudah bisa melihat hantu.Dia mewarisi kemampuan ayah kami yang berprofesi sebagai dukun di desa.Anehnya,dari ketiga anak ayahku hanya Maya yang bisa melihat hantu.Sementara aku dan kakak laki lakiku yang sudah menikah tidak bisa melihat hantu.
hari hariku selama tinggal seatap dengan Maya menjadi kelabu.Terlalu banyak larangan dan aturan.Nanti hantu beginilah,nanti hantu begitu lah,dan bodohnya aku selalu menuruti kemauanya.Semua aku lakukan agar terhindar dari gangguan hantu yang ada disekitar kami.
Selesai berganti pakaian,aku dan adiku makan malam bersama.Seperti biasa,Maya menyuruhku untuk membaca do'a terlebih dahulu.Katanya agar makanan yang kami makan tidak di ilerin hantu.
Apa aku percaya kalau hantu itu ada?tentu saja aku percaya.Aku pernah minta dibukakan mata batin oleh ayahku karena penasaran dengan apa yang adiku lihat.Hasilnya,aku sakit typus dua Minggu dan harus dirawat dirumah sakit.Aku syok berat,saking syoknya aku sampai tidak nafsu makan dan minum.Sejak saat itu,aku tidak mau melihat hantu lagi.
"Jadi,hantu jenis apa yang ada dikamar mandi?"tanyaku penasaran.
"Kunti"jawab Maya.
"Kuntilanak maksudnya?"tanyaku lagi.
"Ia,kuntilanak bermata merah"jelas Maya.
"Setidaknya jenis kelaminnya sama dengan kita.Jadi aku tidak perlu malu kalau dia melihatku saat sedang buang air atau sedang mandi"ucapku asal.
"Dasar,konyol.yang penting ingat baca do'a saat mau masuk atau keluar dari kamar mandi.Karena semua kamar mandi yang ada didunia ini pasti berhantu"jelas Maya panjang lebar.
Selesai makan,aku langsung melanjutkan ritual malamku sebelum tidur yaitu memakai skincare.Saat melihat ke cermin aku melihat pesona wajahku yang masuk kategori cantik.Tiba tiba saja aku langsung teringat pada hantu yang menghuni kamar mandi kami.
"Maya,"panggilku.
"Apa Kunti itu cantik?"aku menatap wajah Maya serius.
"Ia,dia cantik.Hanya saja wajahnya sedikit terlihat pucat,sedih dan kesepian.Sepertinya dia mati dengan cara yang tidak wajar"
"Tidak wajar?Aku jadi penasaran dengan cerita hidupnya dimasa lalu.Apa kamu bisa sedikit bertanya padanya?"
"Kakak tanya saja sendiri,aku tidak mau"Maya memajukan bibir tebalnya hingga menyerupai moncong bebek yang sedang kelaparan.
Ya,gadis itu memang bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu.Tapi dia enggan ber urusan dengan kehidupan pribadi hantu dimasa lalu.Pokoknya,aku harus mencari cara agar adiku mau mengobrol santai dengan kuntilanak itu.Rasa penasaranku yang besar ini harus terjawab dalam waktu dekat.
"Pyukkk..."lampu kamar mandi pecah.Aku menatap Maya,maya pun menatapku.Sepertinya hantu itu tidak suka kami membicarakanya.Aku yang diserang rasa takut berlebih langsung melompat keatas kasur dan menutup tubuh tipisku dengan selimut tebal.Sementara Maya masih berdiam didepan tv,duduk manis sambil ngemil keripik pisang.