~ Tabir Kalbu
Kau tau, apa yg lebih menyenangkan dari hidup?
Kau tau, apa yg lebih indah dari hidup?
Jika kau tau, berarti engkau pernah sulit sebelum nya..
Yah, benar, kau pasti merasakan nya..
Kala hidup mu susah, kau selalu tabah saat kalbu mu ingin mengerang untuk berhenti..
Kala hidup mu senang, kau selalu membancang saat kalbu mu ingin meninggikan atma..
Dirimu hebat, benar - benar hebat..
kau mampu untuk menjaga kalbu, disaat berbagai macam masalah merundung mu..
~ Untuk teman ku yang hilang arah
Teman, aku tak menyangka, pertemuan kita ini akan jadi hal luar biasa..
Jelas, sejak mengenal mu, aku mulai mengerti arti pertemanan..
Tapi, kenapa?, sejak kejadian tempo hari kau berubah..
Dirimu yg dulu, sungguh tak seperti pertama kita bertemu..
Bahkan, kau sekarang cenderung bak buntala yang tak kena sasaran..
Kawan, ingatlah selalu..
Walaupun, seluruh manusia di mahitala membencimu..
sampai kapan pun, kau adalah teman ku...
~ Dalam diam
Kamu, yah kamu, orang yang bisa membuat ku jadi seperti ini..
membuat ku bak pilau yang terombang - ambing di samudera..
Yah, hanya dengan mendengar suara mu saja, aku merasa seperti grahita ini terbang melayang di angkasa..
Tanpa kau sadari, dalam diam aku mulai mencintai mu..
Tapi, sungguh, bibir ini tak mampu mengucapkan kata suka pada mu..
Bukan tak bernyali, hanya saja, aku lebih memilih cara ini agar bisa terus bersama mu..
Untuk mu, ku sampai kan sekali lagi..
Aku, mencintai mu dalam diam..
~ Berahi persahabatan
Pernah kah kau sadari, selama ini, kita memiliki tujuan yang sama?
Iya, tujuan yang sama..
Tapi, mengapa seakan - akan kita terbelenggu dengan lingakaran ini?
Lingkaran persahabatan yang seperti bui di antara amaraloka..
Hmm, jujur, aku benci ini...
Benar - benar benci..
Aku harap, suatu hari nanti, ada secercah harapan di masa depan...
Untuk rasa ku, dan juga untuk rasa mu...
~ Dialog palsu
Aku tak menyangka, semua ini akan menjadi seperti ini...
Aku pun tak menyangka, engkau akan sumarah dengan mudah..
Bak benang yang halai - balai, semuanya, seakan tak ada cara untuk di kembali kan..
Semua yg ku katakan, seperti genta yg me-rundung di telinga mu..
Lantas, untuk apa semua dialog kita yang dulu?
Dialog yang pernah kau iya kan, dialog yang pernah ku iya kan?
Oh, aku tau, mungkin dulu kita hanya ber - dialog palsu..