Gara-gara Contoh Guru
¤POV. Nara
Awal hari memang baik-baik saja. Ketika tiba saatnya bagian pelajar IPS. Kami diabsen seperti biasa. Saat itu, ibu sedang menjelaskan tentang 'Interaksi Sosial'.
"Nah anak-anak. Hari ini kita akan belajar Interaksi Sosial. Interaksi Sosial adalah...." Bu Guru menjelaskan dengan rinci dan mudah dipahami, jadi karena itu tidak aku ceritakan.
Akhirnya tiba pada saat contoh yang membuat satu kelas ricuh.
"...contoh lain tentang sugesti adalah semisalkan Nara curhat ke Sera. Masalahnya karena Nara putus dengan Andri–"
"Ciee!" ejek satu kelas, memotong pembicaraan Bu Guru.
Aku yang mendengar nggak ngeh dan setelah ngeh langsung ketok kepala sambil bergumam, "Pamali-pamali." Sedangkan Andri, dia cuma terdiam sambil sedikit nyengir.
"Ya kan namanya juga contoh. Setelah itu, Nara curhat kenapa Andri putusin Nara. Sera pun kasih saran, karena Nara suka marah, jadi Nara harus kurangin sifat mudah marahnya. Nara pun setuju. Itu contohnya," jelas Bu Guru.
Semuanya berjalan dengan baik sampai akhir pelajaran pun tiba. Kami pun pulang.
ΦFlashback
¤POV. Andrian
"...contoh lain tentang sugesti adalah semisalkan Nara curhat ke Sera. Masalahnya karena Nara putus dengan Andri–"
"Ciee!" ejek satu kelas, memotong pembicaraan Bu Guru.
'Kalo lo mau tau Nar, gue emang udah suka sama lo dari dulu. Tapi, gue gatau gimana cara ngungkapinya. Karena lo cewek yang memiliki aura yang berbeda,' kata gue dalam hati, sambil tersenyum.
ΦEnd Flashback
¤POV. Nara
Aku yang lelah akhirnya memutuskan untuk tidur dan melupakan hari yang paling menyebalkan ini. "Sebenernya, aku anggap ini hari keberuntunganku, sih. Soalnya aku dipasangin sama Andrian awww, meski contoh, hehe."
Aku merebahkan diriku ke kasur empuk yang ku kangenin setiap lelah. Ada banyak hiasan dinding dan juga skincare routine yang berjejer di meja rias. Aku memang termasuk anak 'Orang Berada'.
"Non geulis. Makan dulu atuh, Non. Kan Non Nara teh belom makan. Yuk Non, makan dulu. Bibi udah siapin makanan kesukaan Non geulis," ajak Bibi Dayuk, babby sitter kesayanganku.
"Bibi, nanti aja. Nara belom laper. Nara mau bermeditasi dulu. Tapi sambil tiduran".
"Jéh, ai Non geulis. Ya udah atuh, Bibi mau beberes dulu kalo gitu mah. Tapi Non nanti harus makan."
"Iya My Bibi My Bestfriends," balasku.
Sebelum aku menjalankan meditasiku, tiba-tiba ada suara notifikasi pesan dari HP aku. Aku pun mengambilnya dan mengeceknya. Aku kaget ketika men-cek HP ku. Yang ternyata adalah Andrian.
Andrian : Hai
Andrian : Save nomor gw, gw Andri
Andrian : Lo Nara Novita Wayuningtyas kan?
Nara : Bener, gw Nara
Nara : Ok, gw saveback
Andrian : Eh, ngomong2x, Lo ikutan ekskul apa aja?
Nara : Drumband, Paskibra sama bola volly, kalo Lo apa?
Andrian : Gw sih futsal, bola volly, drumband
Nara : Dih samaan. Tapi cuma 2, wkwkwk
Dan begitulah akhirnya aku pun terus chatting-an sama Andrian. Kami dekat dan makin dekat.
2 bulan kemudian...
Disekolah aku dan Andrian ke kantin. Liat deh akhirnya :
"Nara!" panggil Andrian.
"Ya, Ndri. Ada apa?" tanyaku.
"Gue mau bahas sesuatu. Sesuatu yang gue pendam dalam-dalam dulu. Tapi, kini gue mau ungkapin ke Lo."
"Apa sih, Ndri? Jangan bikin gue penasaran, deh!"
"Janji gak marah?"
"Nggak lah, Ndri. Gue janji gak akan marah dan ngamuk."
Andri menarik nafas berat. Dan mengeluarkan nafasnya dengan kasar. "Gue cinta Lo dari dulu. Mau gak, Lo jadi pacar gue?"
Aku kaget karena dia nembak aku to the point. Tapi aku senang, akhirnya dia mau mengungkapkan perasaannya.
"Aku mau. Aku mau jadi pacar kamu," jawabku sambil tersenyum.
Akhirnya, kami pun jadian. Aku ingin sekali mengucapkan terimakasih kepada Bu Guru IPS waktu itu. Karena tanpa jasa Ibu Guru, aku gak bakalan jadian dengan gebetanku.
~The End~
Edit: Udah di revisi, nih. Semoga harap maklum yang dulu pernah baca tapi tanda bacanya acakadul. Kalo masih acak-acakan, mohon kritsarnya, ya❤