Disalahsatu kota di jepang,Tokyo.Hiduplah sepasang sahabat bernama Fukiko dan Ren.Mereka memang sudah bersahabat sejak sekolah dasar,ditambah lokasi rumah mereka yang berdekatan,memungkinkan mereka untuk berteman baik.
Fukiko mempunyai bakat bermain Harpa,sedangkan Ren mempunyai bakat bermain biola,sungguh alat musik yang indah.Mereka sering memainkan alat musik itu secara bersama sama,bahkan mereka sering tampil di 'cafe' atau sekedar di depan umum,dan hasilnya akan disumbangkan ke orang yang membutuhkan di pinggir jalan.
Sampai suatu hari,Ren meminta bermain alat musik dengan Fukiko di tempat favorite mereka.Jangan tanya dimana Fukiko akan menyimpan harpa nya,karena Ren membawa mobil.Mereka pun memainkan lagu-lagu anime favorite mereka,suasana benar-benar mendukung dimana sakura-sakura mulau gugur di atas mereka,karena kurang dari 2 minggu, Jepang akan memasuki musim salju ditambah angin sepoi sepoi yang menerpa mereka memberikan kesan tenang.
Sekitar 2 jam mereka bermain,mereka pun beristirahat dan berbaring di rerumputan sembari melihat langit yang disempurnakan oleh awan putih.
"Fukiko,apa kau selalu menikmati saat saat bersamaku?"tanya Ren pada Fukiko.
"Apa maksudmu?aku salelu merasa tenang saat bersamamu Ren."jawab Fukiko sembari menoleh ke kanan nya,kearah Ren.
"Begitukah?"tanya Ren sekali lagi.
"Ren!tentu saja aku selalu menikmati waktuku bersamamu!karena aku sangat menyayangimu!"kata Fukiko bangun dari rerumputan dan duduk menghadap ke Ren sambil menatap pupil mata Ren.
"Aku juga menyayagimu fukiko."kata Ren memperlihatkan lesung nya.
8.00 PM
Sekarang mereka sedang berada dirumah Ren,lebih tepatnya di atap rumah.Mereka memang sering seperti ini,jadi tidak heran jika Fukiko kerumah Ren malam malam begini.Mereka kini sedang melihat bintang yang bertaburan di langit malam.
"Fukiko,menurutmu bintang apa yang cocok denganku?"tanya Ren tiba tiba.
"Ehm.."Fukiko tampak berfikir sejenak,tapi kemudian ia menjawab"Betelgeus?".
"Kenapa kau memilih Betelgeus?"tanya Ren ke Fukiko.
"Entahlah,menurutku itu cocok untukmu.Sedangkan aku?menurutmu aku cocok dengan bintang apa?"tanya Fukiko ke Ren.
Kemudian Ren menunjuk salah satu bintang paling terang di langit malam"Rigel."jawab Ren dengan pasti.
"Kenapa kau memilih itu?"Tanya Fukiko penasaran.
"Karena menurutku,kau yang paling bersinar dihidupku."jawan Ren sembari menatap mata Fukiko,yang membuatnya salah tingkah.Sementara itu,Ren sedih.Karena sahabatnya memilihkan bintang Betelgeus,karena Betelgeus merupakan bintang yang sekarat.
6.00 AM
Kini Fukiko bangun lebih awal karena ia akan mengajak Ren bermain bersama di Cafe sebrang jalan,walau sekarang hari Minggu.Ia sudah memasak untuk hari ini,tentu hari ini merupakan hari bersih bersih bukan?ia juga tak lupa membersihkan rumahnya sendirian,iya.Orangtuanya sekarang sedang bekerja diluar kota jadi ia hanya sendirian dirumah yang besarnya setengah lapangan bola.Setelah selesai membersihkan rumah ia pun mandi dan menggunakan baju yang ia beli couple dengan Ren,waktu itu.
Saat Fukiko sedang melajukan mobilnya untuk menuju kerumah Ren,ia ingin menelepon Ren agar ia bersiap-siap dulu.Tapi sudah lebih dari 20 kali teleponya tidak diangkat,sampai ibu Ren menelepon Fukiko.Memang bukan hal yang aneh untuk Fukiko,biasanya ia akan menanyakan tentang Ren tapi sekarang,Ren sedang tidak bersamanya.
"Halo,bu Kaori."kata Fukiko dalam telepon.
"Hiks..H-halo Fukiko."jawab bu Kaori dengan nada terisak.
"Ibu!ibu kenapa?kenapa nada ibu terisak."tanya Fukiko khawatir.
"Lebih baik kamu segera ke rumah sakit *** saja,agar kamu mengerti."Fukiko bingung,kenapa ia menyuruhnya ke rumah sakit?apa ia sakit?pikir Fukiko,ia pun langsung tancap gas ka rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit ia melihat bu Kaori dan pak Katsumi,Fukakiku langsung menghampiri mereka dan bertanya apa yang terjadi. "Ibu,apa yang terjadi?"tanya Fukiko cemas.
"Lebih baik kau ke ruang mayat sekarang."kata Pak Katsumi,sementara Fukiko?ia hanya menuruti mereka dan berjalan keruang mayat ia melihat ada seorang mayat yang baru saja ditutup kain,ia pun berjalan mendekati mayat itu dan alangkah terkejutnya.Ia adalah..
"Ren!?apakah dia Ren?"tanya Fukiko dengan nada bergetar.
Lalu perawat dengan masker disampingnya menjawab"Iya,onnichan.Dia bernama Ren."Alangkah terkejutnya,tiba tiba air matanya pecah ketika perawat itu menyebutkan namanya.
"Hiks..Ren?kau kah itu???tidak!kau bukan Ren!!Ren sedang bersiap untuk tampil di Cafe bersamaku!!"kata Fukiko tidak percaya.
"Onnichan,dia benar benar Ren.Aku tau ini sulit,tapi ini sudah takdir tuhan."kata sang perawat sambil memegang pundak Fukiko.
"Lebih baik kita biarkan ia sendiri saja."kata perawat satunya ke perawat yang tadi berbicara kepada Fukiko.Kemudian mereka pergi dari ruangan itu.
"REN!!!!Kau tidak mungkin meninggalkanku kan!!!?"kata Fukiko sambil memeluk jasad Ren dengan tangisan.
Tiba tiba ada tangan yang menyentuh bahu Fukiko,dia orang tua Ren.
"Fukiko,Saya tau ini sulit tapi ini sudah takdir tuhan nak."kata Katsumi menenangkan Fukiko.
"Iya,nak.Sebelum Ren pergi,ia menitipkan surat ini untukmu Fukiko,ia meminta agar kau membacanya tanpa tangisan"kata Kaori memberikan sebuah surat kepada Fukiko.
Fukiko pun membuka surat itu dan mebacanya dalam hati.
------------------------------------------
Untuk sahabat terbaik Ren😊
Fukiko,sebenarnya aku sakit kanker otak stadium akhir dan aku tidak memberitahukan mu karena kau pasti akan sedih.Oh,ya pasti ibu sudah memberitahukan mu untuk tidak menangis saat membaca surat ini kan?maka penuhilah😊.Fukiko,aku sangat menyayangimu,bahkan melebihi segalanya.Dan aku tau kau juga menyayangiku,tapi tuhan berkata bahwa aku harus pulang dan meninggalkamu...Aku sudah mengidap penyakit ini dari 3 bulan yang lalu,saat kita selesai tampil di Cafe terakhir kali.Aku juga tidak lupa,hari ini kita harusnya tampil bukan?hahaha maaf ya tidak bisa menemanimu😂,sebenarnya aku ingin,hanya tidak bisa 😊.Berjanjilah agar selalu bahagia dan jangan bersedih atas kepergianku ini,aku menyayangimu.
REN
------------------------------------------
Selesai membaca surat itu,Fukiko langsung menangis dan memeluk jasad Ren.Walaupun tak ada yang melihat arwah Ren yang berada di samping Fukiko,tapi Fukiko merasakan keberadaanya.
"Ren?kau disini?"kata Fukiko sembari mencari cari keberadaan Ren yang jelas jelas tidak bisa dilihat manusia biasa.
"Iya,Fukiko.Aku disini"kata Ren tersenyum ke Fukiko,tapi Fukiko sama sekali tidak bisa bisa mendengar atau melihat .Fukiko pun hanya berlutut dan menangisi kepergian Ren.Padahal hari ini harusnya menjadi hari yang spesial untuknya tapi apa??semua berubah 360 derajat.
END