"Selamat pagi dunia , selamat ulang tahun ADIVA GAZBIYYA” sapaku pada sang mentari yang baru saja muncul dari tempat persembunyiannya. Hari yang special untuk ku , ya…, tepat umurku 17 tahun. “sweet seventeen gak yah ” tanyaku pada burung-burung yang asik bernyanyi lagu selamat ulang tahun untuk ku dengan fersi mereka .
“div, cepet bangun udah siang” suara seseorang dari balik pintu kamarku.
“iya bunda , diva udah bangun kok :)” jawab ku sambil membuka pintu, namun saat aku membuka pintu bunda malah pergi tanpa memandang ku. Aku mengikuti bunda sampai di ruang makan.“bunda lupa hari ini hari apa??” Tanya ku pada bunda yang sedari tadi sibuk menyiapkan sarapan pagi dan mengacuhkan ku.
“sabtu” jawab bunda singkat.
“tanggal berapa??” Tanya ku lagi.
“11 Januari “
“terus, jadi hari ini hari apa??”
“haduh diva kamu tuh ribet banget sih, kan tadi bunda sudah bilang hari ini itu hari sabtu. Udah sana mandi !” bantak bunda pada ku.
“bunda bener-bener lupa ” ucap ku lirih nyaris tak terdengar dan langsung berlari ke kamar ku.
Setelah sarapan aku langsung berangkat sekolah bersama sahabatku. “aku berangkat sekolah dulu bunda, ayah , assalamu’alaikum” pamit ku pada bunda dan ayah dengan nada lesu.
“ya, wa’alaikumsalam” ucap bunda dan ayah singkat.
Aku pun berjalan menuju pagar rumah ku yang sepertinya sudah ada penunggunya dari 15 menit yang lalu.
“kemana aja sih lo, capek tau gak nunggunya !” bentak Nazeeha padaku.
“iya maaf tadi di suruh sarapan dulu sama bunda” jawab ku lemas.
“enak ya sarapan, gua aja belum, cepet berangkat.”
“pada kenapa sih hari ini, udah pada lupa sama ulang tahun gua, marah-marah mulu lagi :/” gerutuku dalam hati.
“cepet…, malah bengong !” suara Nazeeha membuyarkan lamunanku
“iya iya” ucap ku pada Nazeeha dan mengikutinya dari belakang.
Di jalan aku masih menunduk dan tidak ku duga, salah satu orang yang special di hidup ku lagi bermesraan di depan ku, bersama sahabat ku sendiri pula..??, “haha kamu tuh yang bawel :p”. ”kamu :p” ucap Ayeisya yang sedang bercanda dengan Alvin Shahrizad.
“cieee cieee yang pagi-pagi udah pacaran hahaha… :D” ledek ku pada mereka, “padahal mah.., SAKIT B.G.T …., tapi gua gak mau jadi PHO mereka , langgeng ya :’)” ucap ku dalam hati.
“diva..???” ucap Ayeisya seperti terkejut
“Ayeisya…???” aku pun menirui Ayeisya.
“dih, kamu tuh apaan, ikut-ikutan kaget”
“ya lo gak biasa liat gua kaya liat setan”
“mirip” ucap Nazeeha yang sedari tadi di samping ku.
“basi” ucapku dan langsung berlalu dari hadapan mereka.
“mimpi apa gua semalem , udah di marahin bunda, di bentak Nazeeha, terus tadi liat dia mesra-mesraan sama sahabat gua lagi !” gerutuku dalam hati.
“ya gua tau kok, gua cuma pengagum rahasia lo, dan gua gak punya hak apapun buat ngelarang lo deket sama siapapun, tapi tolong dong…, se-engganya lo gak usah mamerin kemesraan lo di hadapan gua !” aku masih berbicara pada hatiku yang bergemuru dan sedang terkena badai dan halilintar cetar membahana.
***
Setibanya di sekolah, aku langsung masuk ke kelas dan duduk di tempat duduk ku. “masih gak ada yang inget sama hari lahir gua, ya sudah lah, mungkin gak penting :)”
***
Pelajaran di mulai dan sampai saat nya pulang, aku keluar dari kelas dengan muka lesu dan menundukan wajahku, namun tiba-tiba setiap orang yang berjalan melewati ku memberikan setangkai bunga mawar merah dan menghitung dari angka 1 sampai 16 padaku.
“ehhh, ehh, ehh, apaa nih??” tanyaku pada setiap orang yang memberikan bunga-bunga kesukaan ku itu. Namun saat aku ingin meletakkan bunga itu di rak sepatu depan kelas ku ada seseorang yang mengucapkan angka 17 dari belakang.
“ tujuh belas” ucap seseorang itu sambil memeberikan setangkai bunga mawar merah padaku.
“Alvin ???”
“selamet ulang tahun yah ”
Aku masih terpaku dengan semua ini dan tak mampu berkata apapun.
“woyy, kok diem sih ??” ucap Alvian sambil melambai-lambaikan tangan di depan mataku untuk menyadarkan ku.
“apaan nihh??” ucap ku jutek.
“ya allah div, kapan sih lo baik sama gua, senyum kek setiap pagi kalo ketemu gua ” ucap Alivin menunduk.
“buat apa senyum, gak penting kan, gua mau pulang” ucap ku pada Alvin dan berlalu meninggalkannya, namun tak ku sangka , sebuah tangan menggenggan tangan ku lembut.
“apaan si, lepasin!!!” berontaku pada pemilik tangan tersebut.
“gak akan gua lepasi, kalo saat gua lepasin nanti lo akan ninggalin gua kaya dulu”
“maksud lo apa?”
“gua suka sama lo div, dari dulu, 10 tahun yang lalu” ucap seseorang itu yang sekarang berlutut di depan ku sambil menggenggam bunga dan tangan ku.
“apaan sih, udah deh, itu semua masa lalu kan, sekarang masa depan lo Ayeisya, jangan kecewain dia !” ucap ku dan berbalik ke belakang. Dan tak aku sangka lagi…,
“Ayeisya, Nazeeha, bunda, ayah, tante, om ???” ucap ku terkejut, mengabsen semua orang yang ada di hadapan ku saat ini.
“apa apaan nih, gak lucu“ ucap ku dan langsung meninggalkan mereka.
“DIVA GAZBIYYA GUA SAYANG SAMA LO, GUA CINTA SAMA LO” teriak seseorang dan keluar lah semua temen-temenku yang dari tadi bersembunyi di lorong-lorong kelas lantai satu.
Aku hanya bisa diam, namun tiba tiba Alvin datang dan memberikan 17 tangkai bunga mawar merah tadi.
“17 melambangkan usia kamu yang sekarang bukan gadis kecil lagi yang dulu aku kenal, ribuan temen-temen kamu yang ada di lapangan bawah melambangkan besarnya cinta dan sayang aku buat kamu, ayah bunda kamu dan ayah bunda aku melambangkan keseriusan aku sama kamu, diva.., dulu saat kamu pergi gitu aja ninggalin aku di kota ini, saat itu juga aku baru sadar kamu bukan cuma teman dan sahabat buat aku, dan 6 tahun lalu kamu datang kembali saat aku sedang belajar melupakan kamu”
“terus kenapa lo selalu jutek sama gua”
“gua takut cinta yang dulu gua kubur bangkit dan gak akan pernah mau mati lagi”
Aku hanya diam dan tak menjawab Alvin, namun saat aku akan pergi Alvin mencegah kembali dengan menggenggam tanganku erat.
“please div jawab pertanyaan gua selama 10 tahun ini”
“emang lo pernah nanya apa ke gua”
“oh iya lupa, bentar –bentar” Alvin pergi dan datang kembali dengan membawa kotak kecil berwarna merah.
“will you be my girlfriend, and be friend of my life someday ??” Alvin berlutut dan menyerahkan kotak berwarna merah tersebut padaku yang ternyata berisi cincin putih yang indah.
“emmm, gimana ya…?”
“TERIMA TERIMA TERIMA” suara sorak sorai dari teman-teman ku yang ada di bawah dan menyaksikan kami berdua.
“gila, dia rela dateng ke sekolah gua cuma buat kaya gini ” ucap ku dalam hati.
“maaf vin, tapi gua gak bisa….”
“emmm …, ya udah kalau itu emang kemauan kamu, tapi kita tetep sahabat kan ?” sepertinya Alvin mencoba tersenyum menutupi luka 10 tahunnya yang sekarang terbuka kembali.
“orang ngomong dengerin kek, main jawab aja. maksud gua, maaf gua gak bisa nolak lo Alvin jelek :D”
“yeeeeeeeee” suara penonton setia kami yang ada di bawah.
“serius div, gak lagi becanda kan lo”
“becanda”
“yahhhh” ucap Alvin lemes.
“gak lah, gua serius….” Ucap ku sambil menubit Alvin dan kabur ke bunda dan ayah.
“bundaaa ayaaah, alvinna nakal tuh…” terik ku dan memeluk bunda dan ayah.
“10 tahun yang lalu saat semua masih polos dan gak mengerti arti cinta, sampai sekarang menjadi remaja :)” ucap ku dalam hati.
“hahahaha” tawa mereka bersamaan kecuali Alvin dan Adiva yang sedari tadi masih kejar-kejaran.
“Sudah-sudah ayo turun, kita potong kueh dulu…:)” ucap bunda pada ku. Kami pun turun dan mengadakan sedikit syukuran untuk ulang tahun ku kali ini
***
“tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga…” nyanyian dari teman-teman dan keluarga ku.
“semoga kebahagiaan ini gak sampai disini, dan semoga cinta 10 tahun kami yang terpendam menjadi cinta nyata kami yang sejati untuk selamanya“ ucap ku dalam hati dan meniup lilin ber bentuk angka 17 di kueh ulang tahun ku.
“horeee…” ucap ayah sambil mencolekkan kueh di pipi ku.
“ayaaaahhh” teriak ku dan mengejar ayah.
“selamat ulang tahun ya Adiva, anak ayah sama bunda udah besar ya, apa lagi udah punya pacar :D” ucap ayah dan bunda sambil memelukku. “hehehehe”
“selamat ulang tahun ya calon mantu :D” ucap ayah dan bunda Alvin pada ku.
“ah, om sama tante bisa aja , aku jadi malu haha :D”
kami semua tertawa bersama dan satu persatu sahabat dan teman- teman ku mengucapkan selamat dan doa kepada ku, dan special nya dari BAWEL NYA AKUH
“selamat ulang tahun ya BiKu…”
“apaan BiKu”
“Bidadarinya aKu :D”
Sweet seventeennya jadi nyata, terimakasih ya Allah
Terimakasih untuk semua nikmat yang telah Engkau berikan selama ini padaku dan pada setiap hamba-hambaMu
Semoga kebahagian ini gak musnah begitu saja
Semoga senyuman ini selalu ada di setiap pagi yang menyapa bumi
Dan semoga hari-hari ku kedepan menjadi lebih barokah dan indah
Love is mysterious
Like our lives
Because we will never know
What will happen five minutes to come