Namaku Kim, Aku adalah ketua OSIS di SMA MING. Sebagai ketua OSIS, tentu aku populer di kalangan para siswi. Terlebih lagi aku memiliki perawakan yang manis, meski aku mengenakan kaca mata. Mereka malah mengatakan bahwa aku terlihat imut dan lebih ganteng saat menggunakan kaca mata, tentu aku semakin bangga.
Tapi di balik kesempurnaan itu semua, aku memiliki ketakutan jika berada di dekat wanita. Aku pria normal, hanya saja aku selalu merasa gugup dan canggung saaat berada di dekat seorang wanita. Mungkin karena aku terlalu fokus pada organisasi dan sibuk dengan buku, aku bahkan tidak memiliki pacar sampai sekarang di usiaku yang sudah 18 tahun.
Sampai pada suatu hari, aku tertarik pada salah satu siswi pindahan. Gadis itu sangat anggun dan memiliki rambut panjang yang selalu di biarkan terurai. Awalnya aku berusaha mengabaikan rasa tertarikku karena aku tau aku tidak akan berani mendekatinya, tapi salah satu sahabatku seperti mengetahui perasaanku pada Yian. Dia selalu menasehati ku dan terus membuat kesempatan agar aku dekat dengan Yian.
Dari kesempatan itu, aku berusaha untuk berteman dengan Yian. Bahkan sekarang, gadis itu tidak segan untuk mencariku ke kelas. Meskipun aku dan dia sudah cukup dekat, tapi aku masih tidak bisa mengungkapkan perasaan padanya.
"Kim, aku ingin berbicara sesuatu." Yian datang ke kelas ku. Dia sedikit mengamati situasi kelas, dan lumayan sepi. Hanya ada beberapa teman kelas yang berada di sini.
"Ada apa?" Tanyaku melihat Yian duduk di sampingku. Sungguh, meskipun ini bukan yang pertama kalinya dia duduk di dekatku, tapi aku masih merasa gugup.
"Apa kau mau berkencan di akuarium bersamaku?" Tanya Yian.
Aku yang sedkit kaget tidak bisa langsung menjawab tawaran Yian. "Kenapa kencan?" Tanyaku seperti orang bodoh.
"Apa kau keberatan? Bukankah selama ini kita cukup dekat." Yian memperlihatkan wajah kecewanya.
"Tidak bukan begitu maksudku, biarkan aku yang menyiapkannya." Ujar Kim merasa bersalah.
"Tadinya aku yang akan mempersiapkan, baguslah jika kamu yang ingin melakukannya. sampai jumpa nanti malam.?" Yian pergi keluar dari kelasku sembari melambaikan tangannya.
Apa? Nanti malam?
Kenapa Yian bisa mendadak meminta nanti malam, aku belum menyiapkan apapun.
Aku melangkah mencari sahabatku yang bernama Sian, Aku harus meminta bantuannya karena aku belum pernah berkencan.
"Sian." Panggilku padanya yang sedang duduk meneguk minuman.
"Kenapa?" Tanya Sian yang melihat aku berlari ngos-ngosan.
"Yian mengajakku berkencan, apa yang harus aku siapkan?" Tanyaku padanya.
"Begitu saja kau tidak tau, kau harus mengajaknya makan malam yang romantis. jangan lupa persiapkan hadiah agar dia bahagia, dan jangan pernah terlambat saat menjemputnya di kencan pertama. Dia akan menilaimu sangat buruk mengerti?" Ujar Sian memberitahu.
"Tapi aku harus memberikan kado apa?" Tanyaku bingung.
"Berikan saja dia kalung. Dan kalau dia meminta sesuatu yang khusus, kau harus memberikannya."
Aku berpikir keras dengan maksud perkataan Sian, sesuatu yang khusus seperti apa?
Ahhh, aku jadi ingat Yian meminta kencan di akuarium. Aku pasti akan menyiapkannya nanti.
"Baiklah aku pergi dulu." Aku segera pergi dari sana dengan senyum bahagia, akhirnya aku akan mengungkapkan perasaanku pada Yian.
Akhirnya malam yang aku tunggu sudah tiba, Yian memintaku menjemputnya jam 7. Dan tepat jam 7 aku sudah berdiri di depan gerbang rumahnya.
"Kau sudah siap?" Tanyaku pada Yian, dia sangat cantik malam ini.
Sian mengangguk malu dan menggandengku, aku sebisa mungkin menutupi perasaan gugup ku ini.
Kami berdua segera melesat menuju restauran yang sudah aku persiapkan. Saat kami datang, mereka menyambut kami dengan lagu romantis dari sebuah biola. Restauran ini memang sudah aku sewa selama satu malam khusus untuk kami berdua, tentu tidak akan ada yang bisa mengganggu kami.
"Ternyata kamu bisa romantis." Ucapnya dengan tersenyum tanpa melepaskan gandengan tangannya.
Aku hanya membalasnya dengan tersenyum, dan membawanya untuk duduk di tempat yang sudah di siapkan.
Yian tampak sangat bingung dan melihat sekelilingnya berulang kali. Aku pikir mungkin dia tidak menyukai dekorasi tempat ini, padahal aku sendiri yang merancangnya.
"Kim, knapa di sini sangat banyak akuarium? Apa di sini memang begini?" Tanya dia kebingungan melihat banyak akuarium bersama ikan-ikan dan beberapa hewan lain di dalamnya.
"Bukankah kau ingin kencan di akuarium Yian? Apa aku salah?" Aku semakin bingung dengan pertanyaan Yian.
"Hahahhahah, apa kau benar-benar menyiapkan ini?" Tanya Yian tidak bisa berhenti tertawa, entah apa yang lucu menurutnya.
"Yian, jika kau tidak menyukinya kita bisa pergi." Aku menarik tangan Yian.
"Tidak tidak, bukan begitu maksudku Kim. Aku menyukai tempat ini, tapi yang aku maksud bukan akuarium seperti ini." Ujarnya.
"Apa kau butuh yang lebih besar? Aku akan segera pesan." Jawabku bergegas meraih ponsel.
"Kim maksudku, aku ingin berkencan di akurium SLAIN. Mereka baru saja meresmikan pembukaan di sana dan ada pertunjukan di dalam akurium itu."
"Maaf Yian, aku benar-benar tidak tau jika ada seperti itu." Aku merasa kecewa dengan diriku sendiri, kenapa aku sebodoh ini.
"Tidak Kim, disini juga bagus. Kita bisa pergi kapan-kapan, kau jangan bersedih." Ucapnya menggenggam tanganku.
"Yian, aku mencintaimu. Apa kau mau menjadi kekasihku?" Entah keberanian dari mana aku mengucapkan hal ini tanpa ragu.
"Benarkah? Aku juga mencintaimu Kim, aku sudah lama menunggumu mengatakan hal ini." Yian tampak sangat gembira mendengarnya.
Aku bangkit dari tempat duduk dan menghampiri Yian, Aku mengeluar kalung yang sudah aku beli tadi untuk dirinya. Aku memakaikannya ke leher Yian, dan aku sangat menikmati perasaan ini.
"Ini sangat bagus, terimaksih kim." Ucap berdiri menatapku.
Aku menarik pinggangnya dan mecium singkat bibir Yian. Ini adalah perasaan terhebat yang aku dapatkan. Meskipun terdapat sedikit kesalahan, Yian sama sekali tidak mempermasalahkannya. Dia memang perempuan yang tepat untukku.
Terimakasih Yian.
.
.
.
.
.
.
Budayakan like setelah membaca, dan silahkan komentar... gratis kok kak...
mohon dukungannya.🙏🙏