Orang jahat terlahir dari tokoh baik yang tersakiti begitu kata joker.
kami para tokoh antagonis juga pernah menjadi baik karna sebuah alasan kami lelah menjadi baik, apa salah jika kami lelah?, apa salah jika kami menginginkan keadilan?, apa hanya Superhero saja yang benar dan baik, apa hanya Superhero saja yang perasaan nya dipentingkan? .
Namaku Bara yang berarti mawar, nama memanglah mencerminkan diri seseorang, cantik manis tapi berduri itulah diriku, aku adalah pembunuh berantai yang menjadi incaran semua orang, semua orang berusaha menjadi Superhero dengan memburu ku, memangnya aku ini hewan buruan apa?.
selama satu bulan ini aku baru membunuh 10 orang, dan jika ditotal selama setengah tahun kemarin aku baru membunuh 25 orang masih kurang 75 orang untuk membalas dendam ku.
aku bukan hanya asal membunuh, mereka yang ku bunuh adalah orang orang yang menyebabkan keluarga ku mati, telah aku total keluarga mereka dari anak orang tua hingga bayi yang baru saja lahir, aku akan membunuh semuanya agar mereka merasakan apa yang aku rasakan.
Hari ini aku berencana membunuh satu keluarga yang terdiri dari dua anak dan dua orang dewasa, ditengah malam aku mengendara menuju tempat tinggal target, sesampainya disana aku langsung memasuki rumah, tanpa berbasa basi aku menembak mereka yang masih memandangi tv di malam hari, suara teriakan mereka bagaikan musik penenang yang indah, darah mereka bagaikan air hujan yang menyejukkan, dari mereka hanya bersisa satu orang anak kecil yang menangis di pojokan, " to-tolong a-aku masih ingin hidup " katanya merengek ketakutan " apa kau pikir saat orang tuamu menjadikanku gadis malang tanpa keluarga mereka memikirkan rengekan ku?, Tidak b*ngs*t " aku menebas nya dengan pisau dapur.
Pembunuhan malam itu menambah daftar kriminal ku, tapi aku senang melihat wajah mereka yang ketakutan memohon kepada ku hihihi, tapi aku dengar Akhir-Akhir ini ada seorang detektif yang menyelesaikan kasus pembunuhan berantai ku, aku benci dia, dia bilang aku ini kejam dan tidak berperasaan, dia juga berkata aku ini adalah pengecut bagaikan tikus yang selalu bersembunyi, dia juga berkata aku pantas mati, apa hanya aku yang pantas mati apa mereka yang membuat ku begini tidak pantas mati?.
Tapi aku tidak peduli dengan detektif itu, dua hari berikutnya aku kembali merencanakan pembunuhan, kali ini aku akan membunuh mereka di sebuah hotel pinggiran kota yang sepi, aku berjalan menyusuri lorong lorong hotel hingga menemukan kamar 705, aku masuk kedalam kamar yang tidak terkunci bodohnya mereka mengira diriku adalah seorang pelayan, dengan sebilah pisau aku mengoyak leher istri korban, " sayang! " Teriak target utama, " siapa kamu mau apa kamu apa kamu mau uang aku bisa memberikan nya ", " heh,, uang aku tidak menginginkan uang, jika bisa kembalikan kedua orangtuaku yang telah kau bunuh!, Sekarang aku hanya ingin nyawamu sras,, " tebasan kedua mengenai jantungnya, ini menyenangkan.
Ditengah tengah kesenangan ini aku mendengar suara seseorang bayi menangis, " bukankah mereka hanya dua orang kenapa ada satu anak disini,, aku bunuh tidak ya?, Sepertinya kasian lagipula dia bukan target ku " gumam ku sembari mengendong nya dengan tangan bersimbah darah " cup cup cup jangan nangis aku antar kamu ke panti asuhan ya, aku akan sering mengunjungi mu " aku mengendong nya dan membawa nya ke panti asuhan, hanya karena dia bukanlah target ku jadi aku mengampuni nya.
Tak butuh waktu lama keesokan harinya kasus pembunuhan itu telah diusut oleh Seorang detektif hebat, di tv ia berkata bahwa kasus ini adalah kasus pembunuhan berencana yang didasari dendam, dan dia bertanya tanya dimana bayi yang seharusnya ada di keranjang.
Tiga hari berlalu, dengan baju rapi aku mendatangi panti dimana aku meletakan anak kemarin, disana pengasuh dengan ramah mempebolehkan aku masuk, di saat yang sama aku bertemu dengan detektif menyebalkan itu, dia melihat semua anak tanpa terkecuali anak yang sedang aku gendong " nona bolehkah aku melihat nya? ", "Kenapa kau ingin melihat nya dia adalah anak yang akan aku adopsi jangan coba coba merebut nya " kataku berpaling menjauh, " suster siapa dia " tanya detektif itu kepada suster penjaga, " dia adalah nona yang membawa anak itu kemari, dia bilang akan merawatnya tapi setelah umurnya mencapai dua tahun " jawab sang suster " membawa nya kemari? ", " Benar tuan dia membawa anak itu ditengah hujan lebat, saat membawa anak itu sekujur tubuh nya terkena darah tapi dia tidak menjelaskan bagaimana dia bisa terkena darah ".
Dasar suster ember, aku rasa detektif itu mulai curiga kepada ku, dia mulai mendatangi ku dan mengendong si kecil dengan paksa " hei apa yang kau lakukan! ", Mata detektif itu terbelalak melihat sepasang mata biru dan tailalat di leher, sepertinya dia tahu bahwa anak ini adalah anak dari mereka, bagaimana ini, aku harus lebih berhati-hati dalam melakukan pembunuhan selanjutnya.
" Tuan maaf lancang tapi dia anakku! " aku berkata demikian agar ia tidak terlalu curiga, ia menyerahkan si kecil kembali kepadaku, ' dasar detektif b*ngs*t ' didalam hati, setelah dari sana aku mulai merencanakan target berikutnya kali ini target berda di sebuah Vila pribadi yang terletak di pegunungan, hal ini lebih mudah untuku membunuh nya, dimalam hari aku menerobos masuk kedalam vila " wah-wah sedang nonton film horor rupanya, malam ini akan menjadi malam horor untuk keluarga mu b*jing*n " kataku dengan senyuman seringai di wajah dan pisau di tangan.
" Siapa kamu ! Apa maumu ? Jlep,," pisau melayang dan mengenai bahunya yang tebal dan berlemak itu " hehe apa kau lupa dengan gadis yang menangis di bawah kakimu 5th yang lalu? Haru Tamura ! " Jawabku sembari mendekatkan pisau ku ke wajah nya, " apa yang kau mau? " , " Keluarga mu dan nyawa mu! " Kataku berbisik ke telinganya " a-apa jangan jangan bunuh anak dan istri ku ", " maaf aku akan membunuh mereka " dorr aku melubangi kepala nya, "ding dong ding dong kemana kalian hah ketemu adadi lemari rupanya dorr,,,dorr hihi aku membunuh dua orang mana yang satu ya ?, Nah itu dia, adek sini main sama kakak yuk kita main tembak tembakan gimana? ".
Saat aku akan merangkul anak kecil yang sedang bermain di dekat kasur, sebuah tangan memegangi kakiku, rupanya itu tangan sang ibu kenapa dia belum mati? " Ja-jangan sa-ki-ti di-a " katanya memohon kepadaku, " eh masih hidup rupanya, enyah jangan menyentuh ku, aku ingin bermain sejenak dengan anak ini, kepala jantung perut mana yang kau pilih? Emm masih kecil tidak bisa menjawab ya, baiklah sini ku pilihkan, jantung agar kau langsung mati dorr " aku menembak nya satu lagi keluar mati ku bantai, kulihat disana ada begitu banyak mainan, aku membawa mainan mainan itu untuk si kecil saja.
Hari berlalu aku tidak lagi melihat tanda kehadiran detektif itu lagi kemana ya dia?, Tiga hari berlalu aku merencanakan pembunuhan kembali, kali ini tempatnya di dermaga, ada satu keluarga disana yang total semua berisi 3 orang 2 dewasa dan 1 bayi semua berjalan lancar saat aku membunuh mereka, tapi setelahnya.
Detektif itu datang dan menghampiri ku yang tengah bersimbah darah
Detektif :" jadi benar dugaan ku kamu lah pembunuh nya,,, "
Bara. : " ya aku yang membunuh mereka semua bahkan keluarga anak itu aku juga yang membunuh nya "
Detektif : " atas dasar apa kau membunuh mereka, Mereka adalah keluarga tidak bersalah
Bara. : " Tidak bersalah, heh lucu sekali "
Bara. : " Mereka membantai keluarga ku dan kau Bilang mereka tidak bersalah, jika bukan Karena mereka aku pasti sudah hidup Bahagia! "
Detektif : " daripada membunuh mereka mengapa
Kau tidak melaporkan mereka saja?
Bara. : " Apa hak ku melapor?, Aku sudah pernah Melaporkan mereka, tapi apa polisi hanya Mengabaikan ku saja aku sudah muak! "
Detektif : " tapi tindakan mu ini tidak benar!"
Bara. : " Siapa yang peduli? "
Detektif : " lebih baik kau menyerahkan diri secara Suka rela! "
Bara. : " Baik, setelah aku membunuh 62 korban Lainnya "
Detektif : " apa ! "
Dorr suara tembakan yang mengenai perutku, " nona kau tidak memberiku pilihan, aku akan membawa mu secara paksa! " Cih mengancam ku ya , " jangan harap!! ", Aku berjalan menuju pinngir dermaga, " pertemuan kita berakhir disini saja, tolong jaga si kecil ya " aku melompat ke laut.
Detektif itu mengira aku telah mati tapi tidak aku masih hidup dan akan tetap menyelesaikan tugas ku, Seorang antagonis tidak akan pernah mati!.
TAMAT.
kalok ada salah ketik harap komen ya#