Si kupu-kupu malam mulai beraksi di malam hari, menyalurkan mimpi indah dan buruk, kali ini dia akan berkunjung ke alam bawah sadar Monik, si wanita penghalu tinggi.
Setiap wanita pasti punya hayalan, apalagi tentang masa depan, bukanlah main-main, di malam yang sangat indah, si kupu-kupu mulai hinggap di alam kesadaran Monik, ia menyalurkan mimpi indah untuknya.
Seorang lelaki yang di dambakan nya, datang dalam mimpinya.
Sinar mentari menyinari wajah Monik, ia terbangun dengan nafas yang tidak pernah di rasakan setiap bangun, namun kali ini, Monik merasa sangat fit dan bahagia.
sebuah kamarnya kini berubah menjadi sebuah istana, Monik terkejut saat melihat di sekelilingnya, ia beranjak turun dari kasur nya, melihat dari sebuah jendela, terdapat pepohonan yang besar dan indah, angin sepoi yang menjadi sarapan paginya.
"Apakah ini rumahku!! kapan rumahku di bangun setinggi ini!!" Gumamnya sangat takjub dan kaget.
seekor kupu-kupu cantik datang menghampiri Monik dan Hinggap di jendela yang kini Monik di hadap, Monik terbengong melihat kupu-kupu itu, lalu menatapnya tersenyum.
"Wah, kupu-kupu ini sangatlah cantik, dari mana kupu-kupu ini berasal!!"
Kupu-kupu itu terbang kembali dan mengarah ke luar, Monik yang melihatnya seperti ingin mendapatkan kupu-kupu itu, Monik segera mengikuti kupu-kupu itu.
Sampai sudah di luar, kupu-kupu itu hinggap kembali di sebuah bunga yang berwarna merah, dengan pelan dan hati-hati, Monik mulai memainkan tangannya untuk menggapai kupu-kupu itu.
Namun kupu-kupu itu merasakan dengan keberadaan Monik, sehingga kupu-kupu itu terbang kembali dan Monik tidak mendapatkan nya.
"Eh, kau mau kemana!! tunggu" Monik mengejar kembali kupu-kupu itu, dan lagi-lagi kupu-kupu itu hinggap di sebuah bunga, namun kali ini tempatnya seperti hutan dongeng.
Monik melihat sekeliling aneh, dia terbengong dan melirik-lirik sekitarnya, lalu kupu-kupu itu mengalihkan pandangannya Monik, Monik kembali terpukau pada segerombolan kupu-kupu yang berterbangan di atasnya.
"Wah banyak sekali, dari mana semua kupu-kupu itu berasal"
"Hallo Monik, selamat datang di rumah kami" Suara itu mengagetkan Monik, dan suara itu berasal dari kupu-kupu besar di depan nya.
"Hallo" Monik terkejut kembali, ia tidak percaya dengan suara yang berasal sangat jelas dari kupu-kupu itu.
"Kupu-kupu bisa bicara!!" Masih belum percaya.
"Iya saya yang bicara, kau jangan kaget, kau pasti ditugaskan untuk membantu kami kan! Tolong bantu kami, ubah kami lagi menjadi manusia"
"Apa!! maksudnya apa?"
"Kamu adalah orang yang harus bisa mendapatkan ramuan di istana pangeran hitam, di sana terdapat ramuan yang bisa mengubah kami menjadi manusia kembali, dan kamu di utuskan untuk menolong kami"
"Apa!! aku tidak mau, kalian usaha sendiri lah, kenapa harus aku yang membantu mu, kan masih banyak orang yang bisa membantu kalian"
"Tapi kamu yang di utus untuk membantu kami, lalu sampai kamu tidak membantu kami kamu akan.."
"Apa!! Pokoknya aku tidak mau" Monik kesal dan pergi, ia tidak mendengar kan penjelasan kupu-kupu itu yang belum tuntas, karena jika sampai membantu dia juga akan terkutuk menjadi kupu-kupu.
Ketika ia terus berjalan tiba-tiba Monik merasa dirinya tidak menapak saat berjalan, semakin tinggi semakin terheran.
"Eh kenapa aku bisa terbang, eh eh" Melihat dirinya, Monik terkejut karena punggungnya mempunyai sayap, dan pohon yang tadinya kecil terlihat sangat besar.
"A, apa yang sudah terjadi, kenapa aku bisa terbang!!" Gumamnya yang belum terbiasa memainkan sayapnya itu, sehingga Monik tidak punya keseimbangan yang bagus.
"Kau sudah kena kutukan juga, karena kau tidak mau membantu kami"
"Apa, lalu bagaimana aku bisa mendapatkan ramuan itu jika seperti ini!"
"Hanya dengan Satu cara, kau harus bisa dapetin hati pangeran willi, dan kau bisa masuk kesana!"
"lalu di mana pangeran willi itu!!"
"Dia di sana, dia sangat suka berburu, kau pergi samperin dia, dan buat dia ingin membawamu"
"Oke, demi berubah kembali aku mau"
lalu Monik berjalan karena belum bisa terbang tinggi, dia masih belum terbiasa, langkah demi langkah hampir saja sampai, tapi pangeran Willi itu malah pergi menjauh lagi, Monik sudah capek-capek berjalan menghampiri nya, dan kini Willi menjauh lagi, mau tidak mau Monik menggunakan sayapnya, dan mencoba terbang menghampiri nya.
Ketika sayapnya ia kibas kan, tiba-tiba keseimbangan nya tidak terkontrol, ia menyereng kanan dan kiri dan hampir saja terjatuh, namun Willi segera menangkap nya.
"Eh kenapa dengan kupu-kupu ini! kenapa tiba-tiba jatuh, apa belum bisa terbang" Ucap Willi menatap Monik, Monik terperangah dengan ketampanan pangeran willi ia tersenyum berlove- love.
"Wah tampan sekali, ini pangeran willi, pantas saja seorang pangeran, dia sangat cocok menjadi pangeran" Terdiam sekejap terus menatap pangeran willi.
"Eh tapi kenapa dia mengutuk manusia menjadi kupu-kupu! pasti dari ketampanan nya ada jiwa jahatnya, jangan tertipu kau harus mendapatkan ramuan itu" Gumamnya lagi dalam hati, lalu berpura-pura pingsan dan tidak bisa bergerak lagi, lalu pangeran willi mencoba menerbangkan Monik, namun karena Monik pura-pura pingsan jadi Monik tidak terbang-terbang.
"Aishh seperti kupu-kupu ini sudah mati" Membuang Monik dan pergi meninggalkan Monik.
"Aduh, kenapa malah di tinggalin, aku harus kejar dia" Monik segera terbang dan mengejar pangeran itu dan terus mengintili nya sampai pangeran itu merasa sangat kesal terhadap Monik ini.
Sangking kesalnya Willi menimpuk Monik sampai Monik terjatuh dan benar-benar pingsan, kemudian pangeran willi terkejut melihat kupu-kupu itu melemas dan turun dengan pelan ke bawah.
Willi jongkok dan mengambil Monik lalu membawanya entah kemana.
...
Monik tersadar, dan saat melihat sekeliling Monik terkejut, ia berada di sebuah akuarium tempat para hewan berada.
"Kenapa aku ada di sini! di mana aku" Gumamnya mendengar obrolan orang-orang di luar akuarium itu, Monik mendekat ke kaca dan melihat keluar.
Monik terkejut, dia berpikir kalau dia sudah di bawa ke kebun binatang, sebagai tempat tontonan orang-orang, sangking tidak maunya Monik, ia terus mencoba keluar dari tempat itu namun susah, karena badannya kecil untuk memecahkan kaca tebal ini.
"Aku harus gimana, jika tidak mendapatkan ramuan itu aku tidak akan bisa pulang, bagaimana ini, Tolong, Tolong"
"Aishh berisik, kau tidak bisa diam" Monik terkejut karena seorang burung berbicara padanya, ia menjawab pertanyaan burung itu dengan wajah bengong.
"Aku harus segera keluar dari sini, tolong bantu aku keluar dari sini" Wajah melasnya keluar.
"Kamu beruntung, nanti juga akan keluar lagi, kau hanya di titipkan sebentar, karena pengurus mu sedang pergi ke sana dulu"
"Hah, siapa dia!!" Tiba-tiba datang dua laki-laki menghampiri akuarium itu, orang yang memakai penutup waja mengambil Monik, dan memindahkan Monik kedalam toples kaca, lalu membawanya pergi.
"Eh siap kau, kenapa kau bawa kau, Siapa kau" Terus berteriak di dalam toples itu, namun orang itu tidak mendengar suara Monik.
"Siapa dia, mau di bawa ke mana aku"
...
Sampai sudah di rumahnya, Monik terperangah dengan istana yang besar ini, lalu terpalingkan juga oleh wanita yang mengajak bicara pangeran willi yang ternyata orang yang menyamar tadi adalah pangeran willi.
"Willi kapan kamu bawa istri pada ibumu, kau berjanji kan akan membawanya sekarang, mana orang nya, seperti janji kita, sekarang kau akan di jodohkan"
"Bu aku tidak mau di jodohkan, aku sudah membawa calonnya, ini dia" Menyodorkan toples yang berisi kupu-kupu Monika itu.
"Apa kamu gila, seekor kupu-kupu, kau ingin menikahi seekor kupu-kupu!!"
"Ya aku lebih memilih menikahi dia di banding menikahi wanita iblis yang sudah berani mengutuk rakyatku"
"Apa, jadi mereka semua di kutuk oleh calon istrinya, berarti bukan pangeran yang bersalah, ternyata parasnya yang tampan tidak mengotori hatinya" Monik tersenyum takjub pada pangeran itu.
"Kau belum tahu kan, kupu-kupu ini yang di kutuk atau yang terkutuk, jika yang terkutuk harus menemukan jodohnya, dan meminta ciuman darinya baru dia akan berubah, tidak cukup dari ramuan saja"
"Aku yakin dia pasti bisa berubah dengan meminum ramuan itu, mari kita coba saja"
(Semoga saja dia perempuan dan dapat membantu ku).
lalu mereka bergegas ke sebuah ruangan yang menyimpan ramuan itu di dalamnya, pangeran willi memberikan ramuan itu pada Monika, lalu Monika berubah menjadi manusia, ternyata benar ramuan itu bisa menjadi Monika berubah.
mereka semua terkejut melihat Monika.
"Dia bukannya dari kerajaan Putih, kau ingin menikahi dia!! jika kau ingin menikahi dia ibu akan merestui mu" Ucap ibunya senang karena jika sampai anaknya menikah dengan putri dari kerajaan Putih, kerajaan hitam akan terpandang juga, dan menjadi kerajaan yang berkualitas tinggi.
"Untung saja dia Perempuan, aku bisa menikahinya" Gumam pangeran willi.
"Hem, halo semuanya, apakah benar pangeran willi ingin menikahi ku!!"
"Iya aku akan menikahi mu secepatnya, bisa juga sekarang"
"Apa tapi belum mendapatkan restu dari orang tua"
"ya tapi kau ingin kan menikah dengan ku!!"
"Secepat itu, dan tidak merasa tegang sama sekali" Gumam Monika dalam hati nya.
...
pernikahan sudah di lakukan kini mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri,Monik merasa bahagia dia terus tersenyum dan tidak bisa berpaling dari wajah suaminya itu.
lalu tiba-tiba pangeran willi itu menimpuk kepalanya, dan Monika terkejut.
"Ingat woy, kita lagi di tonton banyak orang, jangan aneh-aneh Lo" Kata-kata itu membuat Monika tersadar dan terkejut.
"Ah ya ampun aku sampai lupa aku kan sedang melakukan drama, kirain ini beneran, aku sampai terbawa mimpi"
"Ngaco Lo"
Ternyata semua itu hanya mimpi, dan Monika berkhayal jika dirinya menikah dengan seorang pria tampan dan baik seperti dia, apalagi yang menjadi pangerannya itu adalah laki-laki yang di sukai nya, tapi tidak apa meski ini hanya sebuah drama tapi Monika merasa bahagia.